Bersama Seniman, Kasi Humas Bahas Perkembangan Seni di Sukoharjo Sekaligus Berikan Himbauan

fde5f28e-c884-4f28-a4ca-61f3ed7c5247

Tribratanews.polri.go.id, Sukoharjo Jawa Tengah – Kasi Humas Polsek Sukoharjo Kota Polres Sukoharjo Polda Jateng Ipda Maryadi menghadiri Kegiatan Diskusi Seni Budaya Sukoharjo di Alun Alun Satya Negara Sukoharjo, Selasa (17/01/2017). Diskusi Seni Budaya Sukoharjo yang dihadiri oleh perwakilan Seniman Sukoharjo Joko Ngadimin, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sukoharjo Drs Darno dan Kasi Humas Polsek Sukoharjo Kota Ipda Maryadi, untuk membahas tentang tentang perkembangan Seni di Sukoharjo.

Dalam pembahasan itu Joko Ngadimin selaku ketua seniman Sukoharjo meminta untuk adanya gedung dewan kesenian sehingga kegiatan kesenian terakomodir. Selain itu Joko juga meminta di adakanya kurikulum tentang kesenian mulai dari jenjang pendidikan tingkat SD sampai SMA atau SMK.

“Sehingga anak didik mengetahui akan seni gamelan, musik dan tari dan perlu adanya koordinasi dengan SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah) untuk menumbuhkan kesenian di Sukoharjo,” ucap Joko Ngadimin.

Menanggapi apa yang di kemukakan oleh ketua Seni Sukoharjo Joko Ngadimin, Kepala Dinas Pendidikan Sukoharjo Drs Darno selaku yang membidangi permasalahan ini mengatakan. Bahwa pembangunan seni budaya yang pertama adalah pembangunan fundamental budi pekerti, dan sudah mulai diterapkan di lingkungan pendidikan Sukoharjo mulai dari SD sampai SMA atau SMK.

“Sebagai contoh anak sekolah sebelum masuk sekolah disambut oleh guru di depan pintu sekolah dan siswa wajib cium tangan, ini merupakan penghormatan kepada guru selaku orang tua di sekolah, untuk Pembangunan gedung seni harus ada Team Work dan Team Work ini yang harus mengusulkan ke Dikbud yang nantinya sebagai dasar usulan Dikbud ke DPRD menyangkut penganggaran,” ucap Drs Darno.

Tak ingin menyia-nyiakan kesempatan untuk meberikan himbauan, Kasi Humas Polsek Kota Ipda Maryadi memberikan masukan kepada Para seniman agar berperan aktif untuk mengajak para seniman lainya saat pentas seni tidak melakukan kegiatan minum miras.

“Karena minum miras bukan merupakan budaya bangsa kita, selain itu tidak ada manfaatnya bahkan merugikan kesehatan kita dan bisa menimbulkan gangguan kamtibmas seperti bikin gaduh dan perkelahian,” tutup Masryadi.

Penulis: (@Polisisukoharjo)

Editor : Kang Iqbal

Publish: (@Polisisukoharjo)

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password