Grebek Pengoplos Beras, Polisi Temukan Puluhan Karung Beras dan Pilog di Gudang Pelaku

Tribratanews.polri.go.id – Polda Kalbar – Jajaran Polres Sanggau berhasil menggrebek sebuah gudang yang diduga mengoplos beras dengan merek berbeda, Rabu (20/12/2017) sekitar pukul 15.30 Wib. Pemilik gudang tersebut diketahui adalah pemilik toko 333 MAS yang beralamat di jalan RE Martadinata (Simpang Sompu) Kelurahan Tanjung Kapuas Kecamatan Kapuas Kabupaten Sanggau. Gudang tersebut berada persis di belakang toko 333 MAS. Puluhan karung, pilog dengan berbagai warna serta alat cetak lainnya ditemukan petugas di gudang milik pelaku.

Kapolres Sanggau, AKBP Rachmad Kurniawan, S.H., S.IK., M.M., saat memimpin langsung penggrebekan menyampaikan bahwa pihaknya berhasil menemukan sebuah gudang di simpang Sompu yang disinyalir menjadi tempat pengoplosan beras dengan merek yang berbeda.

Pelaku, lanjut Kapolres, diduga melakukan pengemasan beras merek berbeda dari 20 Kg menjadi 8 Kg. Kata Kapolres, pelaku mengaku menjual beras oplosan dengan berat 8 Kg tersebut dengan harga Rp 8 ribu/Kg.

“Artinya setiap karung beras hasil oplosan tersebut, pelaku memperoleh keuntungan Rp 15 ribu,” ujar Kapolres

Kapolres mengatakan, modus pelaku pengoplosan beras menggunakan cara manual dengan kertas karton cetakan yang kemudian dipilog dengan tulisan A3.

“Jadi, alatnya manual, kertas karton bertuliskan A3 yang kemudian disemprot di karung tanpa lebel. Pelaku juga memberikan bonus berupa ikan kaleng di dalam karung beras yang sudah dioplos untuk para konsumennya,” pungkasnya.

Kapolres meminta pengusaha untuk tidak melakukan praktek curang dan tetap menjaga ketahanan pangan khususnya dalam menyambut perayaan natal dan tahun baru.

“Jadi saya minta para pengusaha mematuhi aturan dan tidak berbuat curang dengan mencari keuntungan pribadi,” ingatnya.

Atas temuan tersebut, tegas Kapolres, pelaku diancam dengan Undang-undang perlindungan merek karena pelaku mencampurkan beras dengan label yang berbeda dan Undang-undang perlindungan konsumen karena tidak ada jaminan kelayakan beras yang dijual.

“Tapi ini akan kita pelajari lagi, apakah pelaku ini bisa juga dikenakan UU ketahanan pangan,” terangnya.

Sementara itu, pelaku berinisial A (45) pemilik toko simpang Sompu mengaku tidak tahu kalau dilarang mengganti karung beras dengan ukuran lebih kecil.

“Saya tidak tahu kalau dilarang, sayakan hanya memenuhi permintaan konsumen, mungkin saja mereka hanya mampu membeli dengan ukuran yang lebih kecil,” kilahnya.

Dirinya juga mengaku sudah tiga sampai empat bulan melakukan praktek tersebut. Beras yang sudah di oplos dijual ke kampung-kampung.

“Ini konsumen yang minta,” ujarnya. Dia menegaskan tidak ada bahan berbahaya di dalam beras. “Tidak ada, ini beras bagus semua, cuma dikecilin jak ukurannya,” kata pelaku. Beras asli, lanjutnya, diperoleh dari pontianak dengan merek berbeda diantaranya Palm dan tedong sapi yang kemudian diganti A3.

Selanjutnya, barang bukti beras, karung beras tanpa merek, beras yang sudah dioplos dan cetakan dibawa ke Polres Sanggau untuk diamankan guna diperiksa lebih lanjut.

Penulis : Denny Ard
Editor : Alfian Nurnas / Nanang. P
Publish :chia

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password