Gerak Gerik Mencurigakan, Seorang Pemuda di Makassar Kedapatan Bawa Sabu

Tribratanews.polri.go.id – Polda Sulsel, Tim Resmob Polrestabes Makassar beserta Timsus Ranmor Polrestabes Makassar kembali membekuk satu orang pemuda yang diduga membawa dan memiliki narkoba jenis sabu, di wilayah Pampang kecamatan Panakukkang, Minggu (17/12/2017).

Kapolsek Panakukkang Kompol Ananda Fauzi Harahap,S.Ik mengatakan pelaku yang diketahui berinisial FS (22) warga Jl. Tamangapa Raya kampung Kajang No. 1 Antang Makassar, diamankan saat Tim Resmob Polsek Panakukkang dan Timsus Ranmor Polrestabes Makassar melakukan patroli mengantisipasi curat, curas, dan curanmor atau biasa disebut 3C dan kejahatan jalanan di wilayah Pampang..

“Kami berhasil menangkap pelaku berdasarkan hasil patroli oleh anggota Resmob Polsek Panakukkang bersama Timsus Ranmor Polrestabes Makassar yang melakukan penyisiran dan mendapati lk FS (22) dengan gerak gerik mencurigakan, ujar kapolsek Panakukkang.”

Sehingga sekitar pukul 03.00 wita, Anggota Resmob Polsek Panakukkang beserta Timsus Ranmor Polrestabes Makassar yang dipimpin Kanit Reskrim AKP Agus Triputranta, S.H bersama Dantimsus Ranmor Aiptu Budisman Nur dan Dantim Resmob Polsek Panakukkang Bripka Dzulqadri menahan dan melakukan penggeledahan terhadap lk FS (22).

Kanit Reskrim Polsek panakukkang AKP Agus Triputranta, S.H menjelaskan saat pihaknya ingin melakukan penggeledahan terhadapa lk FS (22) , lk FS (22) langsung melajukan motornya dengan kencang sehingga pihaknya melakukan pengejaran dan langsung mengamankan pelaku dan melakukan penggeledahan.

“Saat dilakukan penggeledahan terhadap lk FS (22), ditemukan satu sachet plastic kecil berisi kristal bening yang diduga sabu yang ditemukan di sekitar tempat kejadian, tutur AKP Agus Triputranta.

Dari hasil interogasi, lk FS (22) mengakui bahwa barang sachet kecil tersebut yang diduga sabu yang ditemukan di sekitar tempat kejadian adalah miliknya yang sengaja di buang saat Anggota Kepolisian melakukan pengejaran terhadap dirinya.

Selanjutnya, Anggota Resmob Polsek Panakukkang beserta Timsus Ranmor Polrestabes Makassar membawa pelaku FS (22) beserta barang bukti di Polsek Panakukkang guna penyelidikan lebih lanjut.

Miris memang, setiap tahun jumlah penyalahguna narkoba justru terus bertambah, baik yang digolongkan sebagai pecandu, yakni orang yang menggunakan atau menyalahgunakan narkotika dan dalam keadaan ketergantungan secara fisik dan psikis. Maupun sebagai korban penyalahgunaan narkoba, yakni seseorang yang tidak sengaja menggunakan narkotika karena dibujuk, diperdaya, ditipu, dipaksa atau diancam untuk menggunakan narkotika.

Narkoba pada dasarnya berfungsi sebagai obat atau bahan yang dapat dimanfaatkan dalam pengobatan medis, pelayanan kesehatan dan pengembangan ilmu pengetahuan. Namun kemudian disalahgunakan di luar indikasi medis dan tanpa petunjuk atau resep dokter. Penyalahgunaan ini dikarenakan efeknya yang dapat menimbulkan rasa nikmat, rileks, senang, dan tenang.

Perasaan itulah yang dicari oleh para para pemakai meskipun setelah itu mereka seringkali merasa cemas, gelisah, nyeri otot, dan sulit tidur. Selanjutnya, karena digunakan tanpa pengendalian dan pengawasan yang ketat dan seksama, pemakaian narkoba menimbulkan ketergantungan.

Dilihat dari sudut pandang kesehatan, maupun sosial, penyalahgunan narkoba sangatlah merugikan penggunanya, menjelma bahaya bagi kehidupan manusia, masyarakat, negara serta mengancam kelangsungan suatu generasi. Realita di atas relevan kita kaitkan dengan semakin menggilanya peredaran gelap narkoba yang telah melintasi batas-batas negara, menggunakan modus operandi yang sangat variatif, berteknologi tinggi, dan didukung oleh jaringan organisasi yang luas.

Peredaran narkoba yang luas itu, sudah memakan banyak korban baru. Para korban baru itulah yang kemudian menjadi pasar bagi para pengedar karena efek yang ditimbulkan dari barang-barang haram tersebut adalah ketagihan. Syahdan, tak hanya menjadi pengguna, mereka juga tergiur untuk menjadi pengedar narkoba. Peredaran gelap narkoba yang dilakukan dengan metode multi-level marketing dan terselubung itu seringkali luput dari perhatian kita.

Mengingat harganya yang terhitung tinggi serta didukung pasar yang sangat luas, “bisnis” ini tentu semakin menggiurkan banyak orang,  karena menjanjikan keuntungan yang tidak sedikit, baik berperan sebagai produsen, pengedar, bahkan hingga kurir sekalipun.

Ya, Indonesia berpotensi menjadi pasar empuk para gembong narkoba, karena tidak hanya jumlah penyalahgunanya yang besar, kondisi geografis kita yang berpulau-pulau pun seolah menjadi “daya dukung” aksi peredaran narkoba di tanah air. Jalur udara, darat dan laut menjadi jalur paling rawan terhadap aksi penyelundupan narkoba ini, terutama yang berasal dari luar negeri.

Jika hal ini tidak segera diatasi, dikhawatirkan aksi penyalahgunaan narkoba akan semakin meluas dan memakan korban lebih banyak lagi serta berekses pada hancurnya suatu generasi. Mengingat dampaknya yang sangat berbahaya itu, tentu kita semua akan sepakat untuk memerangi narkoba, dari hulu  (pemerintah) ke hilir (masyarakat)  sebagaimana selama ini kita memerangi tindak kejahatan lain, korupsi dan terorisme misalnya. Untuk menanggulanginya, diperlukan komitmen, kerja keras, sinergitas, koordinasi, dan dukungan dari berbagai pemangku kepentingan.

Penulis : Bara

Editor : Alfian

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password