Jelang Pilgub Malut 2018, Dukcapil Tidore Kecolongan e-KTP Palsu

Tribratanews.polri.go.id – Polda Maluku Utara, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kota Tidore kepulauan (Tikep) mulai kecelongan dengan adanya penerbitan Kartu Tanda Penduduk (KTP) palsu baik KTP elektronik dan KTP biasa mapun Keluarga (KK) serta BPJS yang terjadi di Kecamatan Oba Kota Tidore, dengan tersangka MA alias Rep.

Penagkapan satu tersangka pembuat KTP palsu sebagaimana yang di ungkap Polres Tikep ini, merupakan satu pertanda bahwa kurangnya koordinasi dan sosialisasi Dukcapil dengan aparat keamanan maupun masyarakat yang ada di wilayah Tikep. Padahal, pada 2018 nanti merupakan momen poltik sebab, Maluku Utara (Malut) akan menghadapi pesta demokrasi lima tahunan yakni pemilihan Gubernur dan wakil gubernur.

Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Tikep melalui Kepala Bidang Pendaftaran Penduduk, A.R Hamzah megaku kaget dengan adanya pengungkapan e-KTP palsu yang diungkap Polsek Tidore melalui Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) di Kecamatan Oba Kota Tidore.

“Penemuan e-KTP palsu seperti yang di ungkap Polres Tidore itu, sebelumnya sudah di terima oleh Dukcapil Tikep, bahkan laporan itu kita terima dari petugas lapangan pada dua bulan lalu yang terjadi di Sofifi Kecamatan Oba Utara,” ungkap A.R Hamzah.

Meskipun telah mendapat laporan dan barang bukti adanya e-KTP palsu tersebut, A.R Hamzah mengaku temuan ini belum dilaporkan ke pihak keamanan untuk ditindaklanjuti.

“Kita belum melaporkan kejadian itu karena, pimpinan kita menahan dan mengatakan kalau laporan itu sudah dalam incaran Intelejen dari Polres Tikep,” akunya.

A.R Hamzah juga mengaku, setelah menerima laporan itu, dirinya langsung melakukan pendalaman dan berhasil menemukan pelaku pembuat e-KTP yang masih berstatus mahasiswa di salah satu perguruan tinggi di Maluku Utara (Malut).

“Kalau dari informasi, e-KTP itu dibuat saat dia melakukan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di salah satu Desa di Tikep, dan e-KTP itu dibuat karena pemilik rumah yang saat itu ada melakukan kepengurusan yang harus membutuhkan KTP, makanya dia langsung membuat tanpa melakukan perekaman sesuai dengan prosedur di Dukcapil,” tuturnya.

A.R Hamzah juga menambahkan, untuk kepalsuan e-KTP itu bisa dilihat secara nyata, sebab foto yang tercantum dalam KTP palsu itu sangat buram (kabur) yang berbeda dengan asli dan kualitas KTPnya tidak sebaik dengan aslinya.

“Foto di KTP palsu itu sangat kabur, dan kologramnya tidak ada serta Nomor Induknya sangat beda jauh dengan KTP asli,” kantanya seraya mengaku pernah memanggil orang pembuat KTP namun tidak mengetahui namanya.

Sementara itu, Kapolres Tikep, AKBP Azhari Juanda S.ik mengatakan, untuk pengembangan kasus pembuat KTP palsu dengan tersangka MA yang ditangani Polres Tikep, penyidik masih akan melakukan pemeriksaan pada beberapa saksi baik dari Dukcapil setempat maupun saksi ahli dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

“Yang kita tangani ini 11 KTP palsu sebagaimana yang telah kita ungkap,” kata Kapolres.

Kapolres juga mengaku, dari 11 e-KTP yang dicetak tersangka tersebut, penyidik baru mengamankan sebanyak tiga keping saja, sebab KTP tersebut telah disebar ke Kabupaten Halmahera Utara (Halut) dan Kabupaten Halmahera Barat (Halbar).

“Tersangka ini sudah melakukan aksinya sejak bulan Maret 2016, dan sesuai pengakuannya sudah 11 yang dia cetak, makanya kami masih melakukan pendalaman sisa KTP yang telah tersebar tersebut.

Atas perbuatannya, Kapolres menegaskan,tersangka dengan insial MA ini,dijerat dengan Pasal 96 Jo Pasal 5 huruf f dan g UU Nomor 24 Tahun 2013 tentang Perubahan Atas UU Nomor 23 Tahun 2006 tentang Administari Kependudukan dengan pidana penjara paling lama 10 tahun dan denda paling banyak Rp1 Miliar.

Penulis             : Wanto Tftt

Editor              : Alfian Nur

Publish            : Mandala

 

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password