Pementasan Joged Bumbung Pornografi, Polisi Periksa Ketua Panitia, Penari dan Pengunggah Video

Tribratanews.polri.go.id – Polda Bali, Polisi bergerak cepat menangani kasus pementasan tarian Joged Bumbung ditingkahi aksi porno yang terjadi di lapangan Desa Les, Tejakula, Buleleng, Minggu (19/11/2017) lalu. Penyidik Satuan Reskrim Polres Buleleng sudah memeriksa dan mengintrogasi sejumlah orang yang mengetahui dan terlibat dalam pementasan joged tersebut, mulai dari Ketua Panitia Penyelenggara Event Trail Adventure, penari joged, saksi, Perbekel Desa Les hingga penari laki-laki (pengibing) joged bumbung. Bahkan perekam dan pengunggah video juga diturut diperiksa dan diintrogasi di Polres Buleleng, Jumat (24/11).

Dihadapan penyidik, Gede Adi Wistara (30) selaku Ketua Panitia mengatakan, pihaknya menggelar Event Trail Adventure Bulldog Reborn “Charity Ride” dalam rangka penggalian dana untuk korban erupsi Gunung Agung. Kegiatan ini diikuti oleh club motor trail se-Bali dan diisi dengan hiburan karaoke dangdut.

Gede Adi Wistara juga mengaku kalau pihak panitia sempat menghubungi Nyoman Madra via telepon untuk mencarikan tarian joged dengan ongkos per orang 300 ribu. Pementasan empat penari Joged Bumbung merupakan acara penutup dari kegiatan itu.

“Awalnya menari biasa saja namun dari pihak penari laki (pengibing) panas dan tarian tersebut beralih ke pornografi. Kami (pihak panitia) tidak mengetahui bahwa tarian joged tersebut mengandung unsur pornografi. Hingga tarian tersebut viral di media sosial, kami juga tidak tahu dan tidak kenal siapa yang merekam dan mengunggah video tersebut,” ucap Ketua Panitia Penyelenggara Event Trail Adventure.

Sementara Ni Komang Suantari (18) yang saat itu sebagai penari joged mengungkapkan, pada saat sedang menari joged di depan panggung suasana biasa saja. Namun setelah pengibing panas dan bereaksi dengan goyang seronok. “Kami sebagai penari joged mengikuti pengibing dan saat itu pinggang dipegang oleh pengibing. Namun kami tidak kenal dengan pengibing tersebut dan kami tidak mengetahui ada seseorang yang merekam tarian joged hingga viral di medsos,” ujarnya.

Sedangkan perekam dan pengunggah video I Wayan Artawan (16) mengakui perbuatannya sudah merekam dan mengunggah video Joged Bumbung pornografi ke media sosial facebook. Saat itu, ia menggunakan handphone-nya sendiri merk Samsung dengan tujuan agar semua temannya tahu, jika ia sedang menonton Joged Bumbung.

“Saya ingin pamer sama teman di facebook kalau saya sedang menonton Joged Bumbung. Saya juga tidak mengetahui bahwa tindakan saya telah melanggar hukum,” kata I Wayan Artawan.

Kapolres Buleleng, AKBP I Made Sukawijaya, S.I.K., M.Si. ketika dikonfirmasi membenarkan pemeriksaan tersebut. “Ya benar, mereka sudah diperiksa penyidik Satreskrim Polres Buleleng. Kemudian akan dilakukan gelar perkara untuk menentukan langkah selanjutnya,” imbuhnya, Sabtu (25/11).

Perwira melati dua ini menjelaskan bahwa video Joged Bumbung berbau pornografi tersebut viral dan ditonton jutaan netizen ketika diunggah ke media sosial. Alhasil video ini memantik beragam reaksi yang kebanyakan mengkritisi ataupun menghujani pengunggah dengan komentar negatif.

“Sejumlah elemen masyarakat Bali yang mengatasnamakan dari Yayasan Jaringan Hindu Nusantara, Cakrawayu Bali dan Kawula Nindihan Bali sudah mengadukan kasus ini ke Polda Bali. Mereka mengaku keberatan dengan beredar video tersebut karena terdapat unsur porno aksi di dalamnya. Mereka juga meminta polisi memanggil pihak panitia acara, penari hingga pengibing,” tutup AKBP I Made Sukawijaya, S.I.K., M.Si.

 

Penulis: Bina Wartawan

Editor: Swanjaya

Publish: Yusdinata

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password