Parah, Seorang Debt Collector di Makassar Tikam Perempuan Dibawah Umur karena Menolak Ditiduri

Tribratanews.polri.go.id – Polda Sulsel, Tim gabungan Resmob Polsek Makassar dan Resmob Polda Sulsel berhasil menangkap pelaku curas (Pencurian dengan kekerasan) di Jalan Mappanyukki Makassar, Kamis (23/11/2017).

Pelaku berinisial RO (27), seorang debt collector, warga Jalan Villa Pattallassang Indah I Kab.Gowa. Bukan hanya kasus begal, RO juga terlibat dengan kasus percobaan pemerkosaan terhadap anak dibawah umur.

Kasubbag Humas Polrestabes Makassar AKP La Ode Idris mengatakan, penangkapan berawal dari adanya kejadian curas di Jalan Sungai Poso Makassar yang diawali dengan percobaan pemerkosaan terhadap seorang  perempuan, “Anak dibawah umur”, ucapnya.

Petugas selanjutnya melakukan penyelidikan terhadap pelaku. Setelah didapati informasi keberadaan pelaku, petugas pun segera melakukan pengejaran di backup Resmob Polda Sulsel. Pada pukul 22.00 wita petugas berhasil meringkus RO.

“Setelah diintrogasi, RO mengakui telah melakukan percobaan pemerkosaan terhadap korban, akan tetapi pada saat itu korban melawan, sehingga pelaku menganiaya korban dengan cara menikam korban pada bagian lehernya sebanyak tujuh kali sehingga korban mengalami luka berat,” ucap La Ode Idris.

“Selain itu pelaku juga mengambil barang-barang korban berupa 1 (Satu) Unit HP Iphone 5 S Warna Putih, 1 (Satu) Unit HP Polytron warna putih,” lanjut Kasubbag Humas AKP La Ode Idris.

Resmob Polsek Makassar selanjutnya melakukan pengembangan dan mencari barang bukti, pada saat sementara di perjalanan pelaku tersebut berontak dan berusaha untuk melarikan diri.

Melihat hal tersebut, anggota Resmob segera melakukan pengejaran dan memberikan tembakan peringatan ke udara sebanyak tiga kali, akan tetapi pelaku tetap melarikan diri, sehingga anggota pun memberikan tindakan tegas terukur dengan menembak kaki pelaku pada bagian lutut dan betis sebelah kanannya sebanyak dua kali, dan betis kaki kirinya sebanyak sekali.

Selanjutnya pelaku dibawa ke RS Bhayangkara untuk diberi perawatan medis. Hingga saat ini pelaku dan barang bukti sementara diamankan di Polsek Makassar untuk proses hukum lebih lanjut.

Penganiayaan pada akhir-akhir ini sering terjadi dimana-mana, bahkan beritanya sering muncul di stasiun-stasiun TV, penganiayaan dilakukan karena berbagai masalah, kadang-kadang penganiaayan terjadi hanya karena masalah sepeleh saja misalnya akibat tersinggung, salah paham, dendam, dan masih banyak lagi.

Nah kasus diatas terjadi akibat seseorang tidak dapat menahan nafsunya dan ini salah satu faktor yang memunculkan banyak keburukan dan musibah. Karena sesungguhnya fitnah (ujian) terbesar bagi laki-laki adalah wanita, sebagaimana sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam :

“Tidaklah aku menginggalkan fitnah, setelah aku (wafat), yang lebih berbahaya atas laki-laki daripada wanita”. (HR Bukhari dan Muslim dari Usamah bin Zaid)

Al-Hafizh Ibnu Hajar rahimahullah mengomentari hadits ini dengan perkataan: “Hadits ini menunjukkan bahwa fitnah yang disebabkan wanita merupakan fitnah terbesar daripada fitnah lainnya. Hal itu dikuatkan firman Allah: “Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu wanita-wanita…” (Qs Ali-Imran/3 ayat 14) yang Allah menjadikan wanita termasuk hubbu syahawat (kecintaan perkara-perkara yang diingini), bahkan Dia menyebutkannya pertama sebelum jenis-jenis lainnya, sebagai isyarat bahwa wanita-wanita merupakan hal utama dalam masalah itu”. (Fathul-Bari)

Syaikhul-Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah juga berkata: “Kebanyakan yang merusakkan kekuasaan dan negara, ialah karena menaati para wanita”.

Sebagian orang shalih berkata: “Seandainya seseorang memberikan amanah kepadaku terhadap baitul mal, aku menduga akan mampu melaksanakan amanah tersebut atasnya. Namun seandainya seseorang memberikan amanah kepadaku atas diri seorang gadis untuk bersendirian satu jam saja, aku tidak merasa aman atas diriku padanya”. Karena fitnah wanita, dapat menyebabkan seseorang dapat terjerumus ke dalam berbagai kemaksiatan hingga melupakannya terhadap akhirat. Seperti memandang wanita yang bukan mahramnya, menyentuhnya, berpacaran, bahkan sampai berbuat zina.

Penulis : Rosdiana

Editor : Alfian

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password