Polsek Sekayam lakukan Mediasi Kasus Penganiayaan

Tribratanews.polri.go.id – Polda Kalbar – Polres Sanggau – Kepolisian Sektor Sekayam pada Jumat siang (17/11/2017) melakukan mediasi terhadap kasus penganiayaan yang menimpa korban Wahyu Ibrahim dengan terlapor Feri Waldi terkait perbuatan penganiayaan yang telah dilakukannya.

Kapolsek Sekayam AKP Suparwoto, S. Sos bersama anggota Polsek Sekayam mengatakan upaya mediasi ini kami lakukan setelah dilakukan pendekatan dan pemahaman hukum kepada keduabelah pihak (pelapor dan terlapor) sehingga keduanya sepakat untuk tidak melanjutkan kasus tersebut ke ranah hukum.

Adapun Konoligos Kejadian Penganiayaan tersebut bermula sekitar pukul 12.40 Wib, terlapor Feri Waldi yang diketahui sedang dalam keadaan dibawah pengaruh alkohol mendatangi bengkel sepeda motor milik Juni Santoso / Afung (saski) di Dsn. Balai Karangan IV Ds. Balai Karangan Kec. Sekayam dan melakukan pengancaman Karyawan bengkel Nurdin yang membuat Nurdin menghindar. Selanjutnya pelaku melakukan hal yang sama terhadap pemilik bengkel akan tetapi Juni Santoso / Afung menghindar.

Disaat yang bersamaan pada saat itu korban Wahyu Ibrahim sedang berada di bengkel tersebut bermaksud untuk membantu menenangkan terlapor, akan tetapi terlapor melakukan hal yang sebaliknya menyerang korban menggunakan palu yang diperoleh dibengkel tersebut, namun berhasil digagalkan oleh para saksi-saksi bersama warga sekitar.

Selanjutnya terlapor diamankan di teras rumah warga. Pada saat bersamaan, Danramil Sekayam Mayor Armand. SL sedang melintas di depan TKP dan diberhentikan oleh korban untuk meminta bantuan mengamankan terlapor ke Polsek Sekayam. Pada saat akan dinaikkan ke mobil dinas Koramil, terlapor melakukan perlawanan dan terjadilah dorong-dorongan antara terlapor dan korban. Terlapor terus melakukan perlawanan dan akhirnya melakukan pemukulan menggunakan tangan kosong kearah Pelipis kanan atas korban yang mengakibatkan luka.

Setelah itu terlapor langsung pergi meninggalan TKP sedangkan korban mendatangi klinik praktek kesehatan perawat milik Frans yang kebetulan tidak jauh dari TKP untuk mendapatkan perawatan. Sekitar pukul 13.00 Wib, Danramil Sekayam menghubungi Kapolsek Sekayam via handphone menginformasikan perihal tersebut di atas.

Selanjutnya atas perintah lisan Kapolsek Sekayam anggota jaga mendatangi TKP untuk membawa Terlapor ke Mapolsek Sekayam. Sesampainya di TKP, situasi sudah sepi dan terlapor sudah tidak berada di TKP. Terhadap terlapor, oleh anggota penjagaan Polsek Sekayam dicari keberadaannya dan diketahui pelaku sedang berada di rumahnya dan langsung dilakukan penjemputan tanpa perlawanan yang kemudian diamankan di Polsek Sekayam selain itu juga dilakukan pulbaket terhadap para saksi-saksi dan dilakukan pemanggilan terhadap saksi-saksi serta korban untuk dimintai keterangan.

Dari hasil pertemuan tersebut disepakati perdamaian antara korban dengan terlapor yang dituangkan dalam Surat Perdamaian yang ditandatangani oleh kedua belah pihak dengan disaksikan Kapolsek Sekayam selaku mediator.

Dengan demikian, disaksikan oleh saksi dari pelapor dan terlapor, keduanya sepakat untuk tidak meneruskan kasus ini ke jalur hukum dan terlapor berjanji tidak akan mengulangi kejadian serupa serta akan lebih menjaga tali silaturahmi dengan baik.

“Upaya yang ditempuh Polsek Sekayam merupakan salah satu bentuk pendekatan secara kekeluargaan yang diharapkan dapat menjadi pembelajaran bagi seluruh pihak bahwa segala sesuatu perbuatan yang dilakukan pasti ada konsekuensi yang harus dipertanggungjawabkan”, ungkap Kapolsek Sekayam.

Penulis : Denny Ardiyanto / Reno Wisnu Pradana
Editor : Alfian Nurnas / Nanang. P
Publish : Ilmy PNC

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password