Ungkap Pelaku Pencurian, Polsek Ujung Pandang Tangkap Seorang Wanita dan Tiga Penadah

Tribratanews.polri.go.id – Polda Sulsel, Anggota unit khusus Polsek Ujung Pandang menangkap seorang wanita yang diduga melakukan pencurian HP serta penadah dari hasil curian, Sabtu (11/11/17).

Dipimpin oleh Panit 2 Reskrim Polsek Ujung Pandang Ipda Mulya Widada telah mengamankan tersangka pencurian perempuan DN (38) warga Jalan Bakti Makassar dan mengamankan tiga penadah yakni perempuan AT (32), lelaki DW (32) dan lelaki IL (24).

PicsArt_11-13-01.51.50

Ipda Mulya Widada mengatakan, setelah diinterogasi perempuan DN mengakui mengambil HP korban dengan cara masuk kedalam rumah korban, dengan secara diam diam kemudian mengambil HP milik korban.

“HP hasil curian selanjutnya dijual kepda perempuan AT seharga 300 ribu rupiah,” jelas Ipda Mulya Widada.

Penangkapan ini berawal saat unit khusus Polsek Ujung Pandang melakukan penyelidikan dan mendapat informasi HP milik korban telah digadaikan oleh seorang lelaki di sebuah toko gadai HP di Jalan Malengkeri Makassar dan berhasil menyita HP korban dari lelaki IL yang merupakan kariawan gadai HP.

“HP tersebut digadai oleh lelaki DW kepada lelaki IL, HP tersebut dibeli oleh istri DW yakni perempuan AT, istri DW membeli dari perempuan DN”, ungkap Panit 2 Reskrim.

Selain tersangka polisi juga mengamankan barang bukti berupa HP milik korban berupa HP Samsung J warna putih dan satu lembar kwitansi persetujuan gadai master HP.

Saat ini pelaku dan barang bukti diamankan di Mako Polsek Ujung Pandang untuk proses hukum lebih lanjut.

Banyaknya kasus pencurian rata-rata didominasi karena motif ekonomi. Ini adalah biang keladi dan dianggap sebagai motif yang utama seseorang melakukan tindak kejahatan pencurian baik curas (pencurian dengan tindak kekerasan) maupun pencurian dalam bentuk yang lain.

Orang mencuri karena ingin mempertahankan hidupnya. Mencuri untuk makan. Barang hasil curiannya kemudian dijual kepada pihak lain (penadah-red), dan uang hasil penjualan barang curiannya itu digunakan untuk keperluan hidup dirinya maupun anggota keluarganya.

Mungkin saja motif Ekonomi, ini sekilas masuk akal. Orang akan mati jika tidak makan. Dan salah satu cara untuk bisa makan adalah dengan mencuri. Dari hasil curiannya itulah akan dijual, dan uangnya digunakan untuk membeli makanan kepada anak istri dan anggota keluarganya.

Maksudnya baik, hanya saja caranya tidak baik. Mencuri adalah perbuatan melawan hukum (against the law-red) dan si pelaku harus diproses sesuai dengan hukum yang berlaku. Haruskah kita maklumi orang yang mencuri karena untuk menyambung hidupnya atau mencuri untuk makan sehari hari? Apapun alasannya, mencuri itu tetap tidak bisa dibenarkan dan melanggar ketentuan Undang-Undang Hukum Pidana, dimana pelakunya akan dihukum sesuai perlakuannya.

Penulis : Sumarwan

Editor : Alfian

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password