Manfaatkan Lahan Kosong, AKP Kasri Tanam Tomat Disamping Polsek

Tribratanews.polri.go.id – Polda Sulsel, Kapolsek Sinjai Barat Ajun Komisaris Polisi (AKP) Kasri melaksanakan kegiatan cinta lingkungan dengan memanfaatkan lahan kosong disamping kantor Polsek Sinjai Barat untuk bercocok tanam tomat, Rabu (25/10/17).

Bercocok tanam tomat disekitar Polsek merupakan ide Kapolsek Sinjai Barat mengingat lahan sekitar Polsek cukup luas untuk diperdayakan menanam tanaman tomat yang bisa menghasilkan dan bermanfaat untuk personil Polsek bahkan warga sekitar.

Akp Kasri selama menjabat Kapolsek Sinjai Barat melihat potensi yang cukup baik untuk tanaman tomat disekitar Polsek mengingat polsek memiliki lahan kosong yang luas untuk bercocok tanam.

”Ini merupakan lahan yang subur untuk bercocok tanam maka itu saya gunakan lahan kosong sekitar Polsek untuk tanam tomat,” ungkap Akp Kasri.

Kapolsek Sinjai Barat Akp Kasri mengatakan bahwa tanam tomat disekitar Polsek bertujuan untuk menjadikan lahan kosong lebih bermanfaat dan sebagai sarana pembelajaran bagi personil Polsek Sinjai Barat tentang bercocok tanam sekaligus sebagai sarana untuk mengisi waktu luang dengan hal-hal positif yang bermanfaat.

”Saat ini telah tumbuh subur dan sudah menghasilkan buah, mudah-mudah dapat bermanfaat bagi seluruh personil Polsek Sinjai Barat dan bahkan kepada warga,” ucapnya.

Pemanfaatan lahan kosong digunakan agar lahan yang terbengkalai atau kosong bisa dimanfaatkan dengan ditanami apa saja yang bermanfaat dan bisa mempunyai nilai jual. Lahan tersebut dapat dimanfaatkan dengan ditanami toga  dan sayuran yang bermanfaat seperti tomat, lombok ataupun dan terung. Pertanian organik paling cocok dengan pemanfaatan lahan kosong.

Untuk pemanfaatan lahan kosong atau sempit dapat dilakukan dengan berbagai cara antara lain dengan memakai media polybag, hidrogel, maupun hidroponik. Namun sebelumnya kita harus paham betul apa arti dari pertanian organik.

Pertanian organik adalah sistem produksi pertanian yang holistik dan terpadu, yang mengoptimalkan kesehatan dan produktivitas agro-ekosistem secara alami, sehingga mampu menghasilkan pangan dan serat yang cukup, berkualitas, dan berkelanjutan.

Dalam prakteknya, pertanian organik dilakukan dengan cara, antara lain:

  1. Menghindari penggunaan benih/bibit hasil rekayasa genetika (GMO = genetically modified organisms).
  2. Menghindari penggunaan pestisida kimia sintetis. Pengendalian gulma, hama dan penyakit dilakukan dengan cara mekanis, biologis, dan rotasi tanaman.
  3. Menghindari penggunaan zat pengatur tumbuh  (growth regulator) dan pupuk kimia sintetis. Kesuburan dan produktivitas tanah ditingkatkan dan dipelihara dengan menambahkan residu tanaman, pupuk kandang, dan batuan mineral alami, serta penanaman legum dan rotasi tanaman.
  4. Menghindari penggunaan hormon tumbuh dan bahan aditif sintetis dalam makanan ternak.

Penulis : Marwan

Editor : Alfian

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password