Polisi Buru Komplotan Curanmor Asal Lampung Timur

Tribratanews.polri.go.id – Polda Lampung. Kepolisian Sektor Sukarame Polresta Bandar Lampung, masih mengejar tiga rekan dari AS (18) warga Negara Batin, Lampung Timur, yang berinisial HM, AI dan LW, yang merupakan pelaku pencurian kendaraan bermotor.

Adapun barang bukti yang diamankan dari pelaku AS, yaitu satu buah kunci liter T, satu buah senjata api rakitan berikut lima butir peluru.

Kapolresta Bandarlampung Kombes Pol Murbani Budi Pitono, S.Ik., M.Si mengatakan, penangkapan pelaku dari hasil kerjasama polisi dan masyarakat. Dari hasil pemeriksaan sementara terhadap pelaku AS, ia mengaku melakukan aksinya bersama tiga rekannya berinisial HM, AL dan LW. “dimana para pelaku melakukan aksinya menggunakan dua motor dari daerah Lampung timur, keempat pelaku ini merupakan teman sebaya.” Ujarnya.

Dari hasil pengakuan Pelaku AS, ia telah melakukan aksi pencurian kendaraan di wilayah Bandar Lampung sebanyak delapan kali, yang berada di daerah Sukarame, Tanjung Karang Barat dan Kedaton. “pelaku AS ini merupakan Residivis yang baru keluar penjara pada bulan Juli 2017, kasus curamor dipenjara di Lapas pesawaran pada tahun 2016.” Terangnya.

Dimana sebelumnya, pelaku AS, diamankan Polsek Sukarame, saat hendak mencuri sepeda motor Honda Beat di rumah makan Gambreng bersama tiga rekannya yang masih buron, yang terletak di jalan Ryacudu, Kelurahan Korpri Raya, Kecamatan Sukarame, Minggu (22/10) sore.

Ketika hendak beraksi, warga sekitar mengetahui dan akhirnya tertangkap serta menjadi bulan-bulanan warga sekitar. “pelaku diamankan warga, sempat menjadi bulan-bulanan warga,” imbuhnya.

Sementara itu pelaku AS mengaku, melakukan aksinya bersama tiga rekannya, dimana telah delapan kali melakukan aksinya yang terdiri dari enam kali berhasil dan dua kali gagal. “biasanya kami sekali jalan berdua atau berempat,” Ujarnya.

Motor hasil pencurian di jual ke Lampung Timur seharga tiga sampai tiga setengah juta, dan uang hasil pencurian motor digunakan untuk biaya sekolah. “uang hasil dari maling motor saya gunakan untuk biaya sekolah dan makan, karena saya sudah tidak memiliki orangtua lagi,” Ujarnya.

Menurutnya, ia belajar melakukan aksi pencurian sepeda motor dari taman sebayanya, “pulang sekolah jika hendak beraksi, saya bersama rekan saya pergi ke bandarlampung biasanya untuk mencari motor,” Ucapnya.

Penulis : Wahyudi/tim
Editor : Umi Fadilah
Publish : Yudi ZLD

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password