Kedapatan Curi Pakaian Dirumah Kost, Pemuda Ini Babak Belur Dihajar Massa

Tribratanews.polri.go.id – Polda Sulsel, Pelaku curat warga jalan Borong Raya Makassar babak belur dihajar massa usai tertangkap tangan mencuri pakaian disebuah rumah kost, Rabu (11/10/17).

Bhabinkamtibmas Polsek Manggala Bripka Jufri yang mendapat laporan dari ketua RT langsung menuju ke TKP dan mengamankan pelaku dari amukan massa.

Diketahui, pelaku berinisial GM (23) mencuri pakaian yang dijemur dirumah kost milik MH dan memasukkannya dalam tas. Namun, aksinya itu dilihat oleh korban dan spontan korban berteriak sehingga serentak teman-teman kost langsung mengejar pelaku dan memukulinya.

Selanjutnya Bhabinkamtibmas membawa pelaku ke Rs Bhayangkara untuk dilakukan visum, dan korban diarahkan untuk melapor di Polsek Manggala.

Tertangkapnya GM, pelaku curat, tentu mengurangi angka kejahatan, terutama di Kota Makassar. Aksi jambret atau begal atau pencurian dengan pemberatan (curat) lainnya, tentu tak asing didengar oleh masyarakat Indonesia akhir-akhir ini.

Jambret atau begal merupakan usaha perampokan, perampasan, pemerasan, ataupun penjambretan yang dilakukan secara paksa oleh seseorang atau sekelompok orang disertai dengan tindak kekerasan.

Aksi kejahatan di jalanan tersebut tentu sangat meresahkan bagi masyarakat, terutama bagi para korban itu sendiri. Korban tidak hanya kehilangan barang yang dimilikinya, akan tetapi juga mengalami luka fisik, psikologis dan ada juga yang sampai kehilangan nyawanya.

Pelaku pencurian mengakibatkan trauma yang mendalam bagi sang korban dikarenakan korban mengalami suatu kejadian yang tanpa sengaja dan ditambah lagi dengan kekerasan yang menimpanya.

Kejahatan jalanan seperti penjambretan dan penodongan dilakukan pelaku karena banyak hal. Kesulitan ekonomi, menjadi salah satu faktor utama alasan pelaku kejahatan melakukan aksi penjambretan dan penodongan.

Pelaku kejahatan jalanan ini bisa dilakukan oleh siapa saja. Tetapi kebanyakan, dilakukan oleh masyarakat di tingkat ekonomi bawah. Pengangguran, menjadi salah satu golongan pelaku yang kerap melakukan aksi penjambretan.

Untuk lokasi yang rawan kejahatan jalanan, ini biasanya terjadi di pusat perbelanjaan, tempat keramaian hingga jalanan umum. Kejahatan jalanan seperti perampasan atau jambret dan penodongan banyak menyasar kaum hawa.

Perempuan rentan menjadi sasaran karena dianggap tidak akan melawan. Tidak hanya itu, kaum wanita memiliki ciri khas tersendiri dalam membawa tasnya.

Pakar Ilmu Kriminologi dari Universitas Hasanuddin Makassar Muhadar pernah berkata, penyebab utama banyaknya tindak kejahatan di Makassar karena kesenjangan sosial. Olehnya itu, cara terbaik untuk mengobati sakit hati ini dengan menempuh jalan pintasnya melakukan pembangkangan sosial.

Pembangkangan sosial yang dimaksud Muhadar menganut semua cabang ilmu kriminalitas. Yang dikemudian hari semakin banyak dan semakin kompleks penyelesaiannya.

Sosiolog Universitas Hassanudin Makassar Muhammad Darwis pernah ditanya oleh wartawan BBC, mengapa tindak kejahatan di Makassar cukup tinggi? Ia pun menjawab hampir serupa dengan Muhadar. Namun Darwis menspesifikasi lebih rinci lagi tentang kesenjangan sosial ini.

“Kemiskinan adalah sumber permasalahannya,” kata dia.

Kemudian ada yang tidak jalan di dalam rumah tangga tiap-tiap keluarga di Makassar. Untuk menyelesaikan semua itu, tidak ada jalan lain, harus melibatkan orang tua, apalagi yang dominan melakukan tindak kriminal adalah remaja. Selama ini, pemerintah dan aparat hanya bertindak sebagai pemadam kebakaran yang tidak memadamkan api.

Karena tindak kriminal yang tinggi, didukung pula belum maksimalnya polisi melakukan pengamanan, gerakan main hakim masyarakat pun tidak terhindar lagi. Sudah sangat banyak pelaku kejahatan yang harus berakhir tragis tanpa sempat diadili oleh pengadilan.

Tentu saja gerakan main hakim ini tidak boleh terus dibiarkan. Selain mengembalikan Indonesia sebelum berkekuatan hukum tetap, pelaku kejahatan juga harus diadili dengan benar. Karena tidak semua pencuri ayam itu salah dan harus dibunuh. Apalagi jika pelakunya masih anak dibawah umur dan mencuri karena untuk bertahan hidup. Bisa saja seperti itu.

Penulis : Rosdiana

Editor : Alfian

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password