Akibat Pengaruh Miras, Seorang Remaja di Bone Tiba-tiba Tikam Pengunjung Rumah Bernyanyi

Tribratanews.polri.go.id – Polda Sulsel, Warga kota bone kembali digegerkan dengan peristiwa penganiayaan berujung penikaman terhadap pengunjung rumah bernyanyi Inul Vista jalan Ahmad Yani, Kelurahan Jeppe’e, Kecamatan Tanete Riattang Barat, Kabupaten Bone, korban diketahui bernama Muhammad Risaldi (19), Selasa (3/9/2017) sekira pukul 00.30 Wita.

Korban yang berasal dari jalan M.H Thamrin, Watampone itu terpaksa dilarikan ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Tenriwaru dengan menderita luka tujuh kali tusukan dibagian kepala dua kali, pergelangan tangan satu kali, siku lengan kiri 1 kali dan perut satu kali serta bagian paha dua kali.

Usai menikam Risaldi pelaku OTK langsung melarikan diri, beruntung aksi pelaku diketahui oleh pengunjung Inul Vizta.

Unit Reserse Mobile (Resmob) Polres Bone yang tiba di TKP langsung melakukan penyelidikan, dan identitas pelaku akhirnya terkuak. Kurang dari enam jam, sekitar pukul 06.00 Wita, Polisi berpakaian preman yang dipimpin Bripka Saharuddin akhirnya menciduk pelaku di sekitar area perkuburan Ahmad Yani.

Pelaku bernama Syamsu Alam warga lorong 7, jalan Ahmad Yani Watampone. Dari tangan pelaku aparat menyita barang bukti berupa badik yang berlumuran darah.

Rekan pelaku yang mengantar Syamsu Alam ke TKP bernama Irwan alias Joyo turut diamankan pihak Kepolisian, keduanya diamankan bersama sebilah badik dan saat ini tengah menjalani pemeriksaan di ruang Resum Polres Bone.

Saat dilakukan introgasi oleh Tim tribratanews, Pelaku Samsul Alam mengaku salah sasaran dan sama sekali tidak mengenal korban.

“Salah orang pak, bukan orang itu saya cari mungkin pengaruh minuman karna saya habis minum (alkohol) sama teman,” kata Syamsul Alam.

Sementara Joyo mengaku tidak tahu menahu akan terjadi penikaman tersebut.
“Setelah habis minum, Syamsu Alam (pelaku) minta diantar di depan KFC, setibanya di tempat tujuan dia (pelaku) turun dari motor dan menikam salah seorang di parkiran inul vizta,” ucap Joyo.

Kapolres Bone Akbp Muhammad Kadarislam kasim melalui Paur Humas Iptu Adenan mengepresiasi kerja cepat anggota dalam mengungkap pelaku penikaman yang sebelumnya tidak diketahui,

“Atas nama pimpinan, kami apresiasi kerja cepat anggota khususnya tim di lapangan dalam mengungkap pelaku,” tutur Adenan.

Sudah banyak fakta dan penelitian yang tidak bisa dibantah kalau minuman keras alias miras memang “biang kejahatan (kriminalitas) dan mesin pembunuh”. Dan yang lebih membuat kita miris, banyak orang tak bersalah, tidak berdosa, bukan peminum alkohol tetapi harus meregang nyawa tetapi akibat dianiaya dan bunuh orang yang dalam pengaruh miras.

Ada puluhan ribu kasus miras. Tiap hari ada saja pemberitaan orang mabuk miras membunuh orang, memperkosa orang atau melakukan kejahatan kriminalitas lainnya.

Kalau dari sisi kesehatan sudah tidak usah diperdebatan lagi. WHO menyebutkan, mengonsumsi miras menyebabkan lebih dari 200 masalah kesehatan. Termasuk sirosis hati dan beberapa jenis kanker.

Sementara US National Criminal Victimization Survey (1991) menemukan lebih dari ¼ kejahatan kekerasan terjadi di bawah pengaruh miras. Akibat miras memiliki pengaruh besar terhadap terjadinya pembunuhan.

Penulis : Sumarwan

Editor : Alfian

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password