Bhabinkamtibmas Desa Palambarae Berikan Pembinaan kepada Warga yang Kedapatan Pesta Miras

Tribratanews.polri.go.id – Polda Sulsel, Guna memelihara Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) khususnya di Wilayah Desa Palambarae Bonto Nyeleng, Kecamatan Gantarang, Kabupaten Bulukumba dibutuhkan peran serta semua warga masyarakat dan seluruh pihak untuk ikut bersama menjaga lingkungannya.

Seperti yang dilakukan oleh Bhabinkamtibmas Desa Palambarae Bonto Nyeleng Bripka Indra Gunawan yang melaksanakan giat sambang dan mendapati warganya yang sedang asik melakukan pesta miras di salah satu rumah warga dengan inisial FR bersama 7 orang lainnya, Senin (18/09/17).

Bripka Indra Gunawan sebelumnya telah melaksanakan giat sambang di salah satu rumah warga dan memhimbau warga setempat untuk tetap waspada terhadap pencurian baik curnak, curanmor, dan tindak kejahatan lainnya yang bisa saja terjadi kapan pun dan dimana pun.

Selanjutnya, sekitar Pukul 24.00 Wita Bhabinkamtibmas Desa palambarae Bonto Nyeleng  mendatangi rumah FR dan mendapati beberapa warganya sementara pesta miras jenis ballo. Selanjutnya, Bripka Indra Gunawan menyita barang bukti dan memberikan nasehat serta memberikan peringatan tegas kepada para pelaku miras.

Barang bukti sebanyak 5 liter minuman tradisional jenis Ballo, ditumpahkan dan para pelaku pesta miras di suruh pulang kerumah nya masing – masing  usai diberikan peringatan dan mendapat pembinaan dari Bripka Indra Gunawan selaku Bhabinkamtibmas Desa Palambarae.

Minuman keras (miras), kita tahu adalah minuman yang berbahaya. Berbahaya bagi individu, juga berbahaya bagi masyarakat. Bahkan dapat dikata, khamar adalah biangnya kerusakan lainnya. Allah Ta’ala berfirman,

“Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamar, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah rijsun termasuk perbuatan syaitan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan. Sesungguhnya setan itu bermaksud hendak menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara kamu lantaran (meminum) khamar dan berjudi itu, dan menghalangi kamu dari mengingat Allah dan sembahyang; maka berhentilah kamu (dari mengerjakan pekerjaan itu).” (QS. Al Ma-idah: 90-91)

Dalam ayat ini dari beberapa sisi kita dapat melihat keharaman khamar:

  1. Khamar dalam ayat tersebut dikaitkan dengan penyembahan pada berhala.
  2. Allah menyebut rijsun (kotor).
  3. Khamar termasuk perbuatan setan. Setan pastilah datang dengan membawa kejelekan dan hal yang kotor.
  4. Kita diperintahkan untuk menjauhi khamar.
  5. Seseorang yang menjauhinya akan mendapatkan keberuntungan. Jika seseorang malah mendekati khamar, malah termasuk orang yang merugi.
  6. Khamar dapat menimbulkan permusuhan dan kebencian.
  7. Allah menutup dengan mengatakan, berhentilah kamu (dari mengerjakan pekerjaan itu).

Dari Ibnu ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Allah melaknat khamar, orang yang meminumnya, orang yang menuangkannya,penjualnya, pembelinya, orang yang memerasnya, orang yang mengambil hasil perasannya, orang yang mengantarnya dan orang yang meminta diantarkan.” (HR. Abu Daud, no. 3674; Ibnu Majah no. 3380. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits tersebut shahih. Lihat Shahih At-Targhib wa At-Tarhib no. 2356)

Maksud khamar itu dilaknat oleh Allah, agar setiap orang menjauhi minuman haram tersebut. Bisa pula yang dimaksudkan dengan “Allah melaknat khamar” adalah melaknat memakan hasil upah dari penjualan khamar.  (‘Aun Al-Ma’bud, 10: 86)

Siksaan Akhirat bagi Pecandu Khamar

Pertama, pecandu khamar disamakan dengan para penyembah berhala.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Pecandu khamar seperti penyembah berhala.” (HR. Ibnu Majah, no. 3375. Syaikh Al-Albani menyatakan bahwa hadits ini hasan)

Dalam Hasyiyah As-Sindi ‘ala Ibni Majah (6: 357), disebutkan bahwa Allah Ta’ala akan mengumpulkan peminum khamar dengan penyembah berhala karena Allah menyebutkan mereka satu dalam ayat ‘innamal khamaru wal maysiru …’ (surat Al-Maidah ayat 90). Begitu pula shalat keduanya tidak diterima. Orang kafir kalaulah ia shalat, shalatnya tidak diterima. Sama halnya dengan peminum khamar.

Kedua, pecandu khamar diancam tidak masuk surga

Dari Abu Ad-Darda’, ia berkata dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda,

“Pecandu khamar tidak akan masuk surga.” (HR. Ibnu Majah, no. 3376. Syaikh Al-Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih)

Khamar itu biang kerusakan, hal ini memang benar adanya. Para pemabuk biasa membuat kerusakan. Mereka buat keonaran, buat kekacauan, saling bertengkar dan saling benci. Bahkan mabuk bisa jadi biang maksiat lainnya seperti zina, bahkan pembunuhan. Khamar memang biang kerusakan atau induk berbagai macam kejahatan.

Penulis : Harmeno

Editor : Umi Fadilah

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password