Raih Keutamaan Membangun Mesjid, Kapolres Soppeng Berikan Bantuan ke Mesjid Terpencil di Desa Kessing

Artikel, Raih Keutamaan Membangun Mesjid, Kapolres Soppeng Berikan Bantuan ke Mesjid Terpencil di Desa Kessing

Tribratanews.polri.go.id – Polda Sulsel, Banyak yang tidak mengetahui di Dusun Jilenge, Desa Kessing, Kec. Donri Donri Soppeng ada sebuah Masjid yang sangat membutuhkan perhatian.

Namun dalam masa jabatannya yang berjalan 3 Bulan di Kabupaten Soppeng, Kapolres Soppeng Akbp Indra Lutrianto Amstono memberikan perhatian khusus untuk Masjid Dusun Jilenge Desa Kessing Donri Donri Soppeng.

Masjid Nurul Aqsha, Masjid ini satu satunya sarana ibadah masyarakat di Dusun Jilenge, “Lokasi Dusun Jilenge sendiri terbilang jauh dari Kota Soppeng, bisa dijangkau dengan roda Empat namun akses jalannya cukup berat,” Jelas Kapolres Soppeng saat berkunjung ke Masjid Jilenge, Selasa (29/8/17).

Dalam kunjungan tersebut Kapolres Soppeng didampingi Kasat Intelkam Akp Slamet Paryanto, Kbo Sat Binmas Ipda Asep Sibli, Kasie Propam Ipda Didid dan Ka SPKT Ipda Muyassir bersama beberapa personil Polres Soppeng.

Dikunjungan ini Kapolres Soppeng bersilaturahmi dengan warga dan tokoh agama setempat yang juga sebagai pengurus Masjid Nurul Aqsha.

Masjid tersebut mendapatkan santunan dan bantuan dari Kapolres Soppeng beserta jajaran, “Tidak banyak dan insya allah akan dilakukan dengan berkesinambungan” ungkap Akbp Indra.

“Sumber dananya juga sebagian dari hasil sumbangan sukarela personil Polres Soppeng, tutup Kapolres Soppeng.

Membangun masjid punya keutamaan yang besar. Bahkan bila kita membangun bagian kecil saja tetap punya keutamaan.

Dari Jabir bin ‘Abdillah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Siapa yang membangun masjid karena Allah walaupun hanya selubang tempat burung bertelur atau lebih kecil, maka Allah bangunkan baginya (rumah) seperti itu pula di surga.” (HR. Ibnu Majah no. 738. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih)

Mafhash qathaah dalam hadits artinya lubang yang dipakai burung menaruh telurnya dan menderum di tempat tesebut. Dan qathah adalah sejenis burung.

Ibnu Hajar dalam Al-Fath (1: 545) menyatakan,

“Maksud dari “siapa yang membangun masjid” digunakan isim nakirah yang menunjukkan keumuman, sehingga maksud hadits adalah siapa yang membangun masjid besar maupun kecil. Dalam riwayat Anas yang dikeluarkan oleh Tirmidzi yang mendukung yang menyatakan dengan masjid kecil atau besar.”

Masih melanjutkan penjelasan Ibnu Hajar, yang diterangkan dalam hadits di atas adalah cuma bahasa hiperbolis. Karena tak mungkin tempat burung menaruh telur dan menderum yang seukuran itu dijadikan tempat shalat. Ada riwayat Jabir semakin memperkuat hal ini.

Sebagian ulama lainnya menafsirkan hadits tersebut secara tekstual. Maksudnya, siapa membangun masjid dengan menambah bagian kecil saja yang dibutuhkan, tambahan tersebut seukuran tempat burung bertelur; atau bisa jadi caranya, para jama’ah bekerja sama untuk membangun masjid dan setiap orang punya bagian kecil seukuran tempat burung bertelur; ini semua masuk dalam istilah membangun masjid. Karena bentuk akhirnya adalah suatu masjid dalam benak kita, yaitu tempat untuk kita shalat.

Berarti penjelasan Ibnu Hajar di atas menunjukkan bahwa jika ada yang menyumbang satu sak semen saja atau bahkan menyumbang satu bata saja, sudah mendapatkan pahala untuk membangun masjid.

Penulis : Rosdiana

Editor : Alfian

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password