Pembawa Baki Paskibra Sulut 2017 ini Bercita-cita Ingin Menjadi Polwan

IMG_0771

Tribratanews.polri.go.id, Polda Sulut – Cita-citanya dari kecil yang ingin menjadi anggota Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) pada upacara peringatan detik-detik Proklamasi 17 Agustus akhirnya bisa terwujud.

Stefany Maramis, siswi SMA Kristen Eben Haezer Manado, kelas XI ini bisa terpilih dari ribuan siswa siswi di Sulawesi Utara yang ingin menjadi anggota Paskibra Sulawesi Utara.

Raut wajah yang haru sekaligus bangga terpancar dari perempuan kelahiran Manado 5 September 2001 ini. “Saya sangat bangga dan terharu bisa melaksanakan tugas sebagai anggota paskibra Provinsi Sulawesi Utara, apalagi ini cita-cita saya dari kecil” katanya usai melaksanakan tugas sebagai pembawa baki bendera, pada upacara pengibaran bendera bersama 29 rekan lainnya dan pasukan gabungan dari TNI-Polri, di Lapangan KONI Sario Manado, Kamis (17/8/2017).

Dituturkannya, proses seleksi paskibra berawal dari sekolah masing-masing. Saat itu menurutnya, sekolah Eben Haezer mengirimkan 20 orang untuk mengikuti seleksi di tingkat Kota. Namun hanya 9 orang yang terus, dan dirinya merupakan satu-satunya perempuan yang terjaring.

Di tingkat Kota Manado, diseleksi lagi kurang lebih ada 300 siswa siswi dan terpilih 52 orang untuk ikut seleksi di tingkat provinsi. Hingga akhirnya dari masing-masing Kabupaten/Kota mengirimkan 2 perwakilannya.

IMG_0729

“Dan beruntung perwakilan Kota Manado mendapat jatah 4 orang karena Kabupaten Talaud tidak mengirimkan perwakilannya,” ujar Fany yang hobi membaca ini.

Dia juga menuturkan jika selama 2 minggu latihan, mereka digembleng oleh anggota TNI dan Polri, baik fisik, mental dan kedisiplinan.

Dirinya pun tak menyangka akan ditunjuk sebagai pembawa baki guna menerima bendera Merah Putih dari Inspektur Upacara Gubernur Sulut Olly Dondokambey. “Awalnya kami tidak mengetahui siapa yang akan bertugas membawa baki, nanti sudah tiba saatnya pada tanggal 17 pagi barulah ditunjuk,” kata putri kedua dari tiga bersaudara, pasangan dari Bapak Honce Maramis dan Ibu Shirley.

Ayahnya Stefany pun bangga, apa yang menjadi harapan anaknya dari kecil bisa terwujud. “Memang dari kecil Stefany sudah memperlihatkan hal-hal berhubungan dengan cita-citanya, bahkan dia bercita-cita kalau sudah lulus SMA ingin menjadi Polisi Wanita, ingin mengikuti Akpol,” tutur Honce Maramis yang membuka usaha bengkel di Jalan 14 Februari Teling Atas Manado.

Dia berharap anaknya dapat membanggakan orang tua dan dapat memberikan pengabdian yang terbaik bagi Bangsa dan Negara.

Penulis: Supri
Editor: Umi Fadilah
Publish: Roni

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password