Polres Way Kanan Gelar Rakor Pembahasan Angkutan Batu Bara

Tribratanews.polri.go.id – Polda Lampung, Senin, 14 agustus 2017, sekira jam 13.30 wib Kepolisian resor way kanan menggelar rakor pembahasan angkutan batu bara bersama Bupati Way Kanan, Ketua DPRD Nikman Karim, Dandim 0427 Way Kanan Letkol Inf Uci Cambayong, Kepala Dinas Perhubungan Odany,  pihak pengusaha batu bara, dan tamu undangan di aula Adhi Pradana.

Dalam pertemuan tersebut, Kapolres Way Kanan AKBP Budi Asrul Kurniawan mengucapkan terima kasih atas kehadiran para undangan, yang mana tujuannya  guna membahas  permasalahan kendaraan angkutan batubara  sehingga dalam rakor tersebut dapat mencari solusi atau permasalahan angkutan batubara  yang melintas di jalan lintas tengah sumatera kabupaten way kanan sangat menggangu mulai dari macetnya lalulintas, polusi udara sampai dengan kecelakan lalulintas.

Kapolres Way Kanan menambahkan,  dalam hal ini polri melakukan tindakan berupa diskresi atau kewenangan Kepolisian untuk melakukan tindakan terhadap para mobil angkutan batubara yang melintas di Jalinsum Kab.Way Kanan sehingga dampak maupun akibat yang sebabkan oleh kendaraan batubara dapat di deteksi secara dini.

IMG_6504 (2)

Bupati Way Kanan Raden Adipati Surya mengatakan  permasalahan batu bara yang melintas di Jalinsum Kab. Way Kanan sudah ada sejak lama bukan untuk tahun ini saja, melainkan sudah hampir sekira 4 sampai dengan 5 tahun dengan berdampak pada rusaknya Infrastuktur atau jalan di Jalinsum Kab.Way Kanan dan sangat mengganggu perjalanan, mudah-mudahan rakor ini harus ada penyelesaian sehingga permasalahan tidak berkelanjutan,” Ungkapnya.

Sementara  itu, Kadis PU Way Kanan Ali Rahman ST M.T sependapat dengan pernyataan Bupati Way Kanan bahwa permaslahan batubara sudah terjadi sejak lama mulai dari 2010 saat dirinya menjabat sebagai Kadis PU Prov. Lampung. Sambung Kadis PU,  angkutan mobil batubara pada umumnya yang melintas di Kab. Way Kanan melibihi batas tonase jalan yang mana  tonase jalan negara hanya 10 sampai dengan 30 ton. Akan tetapi pada kenyataannya mobil yang melintas bermuatan lebih sekira 40 sampai dengan 42 ton sehingga menyebabkan kerusakan jalan, harus adanya jalan khusus untuk membawa angkutan tambang dan pengusaha angkutan batu bara harus ada ijin melintas di Jalan raya dari Kementrian PUPR atau Perwakilannya yang berada di Prov.Sumsel,”Imbuhnya

Berdasarkan kesepakatan, truk angkutan batu bara belum bisa melintas, sebelum pihak pengusaha angkutan batubara membuat surat izin penggunaaan atau melintas di jalinsum way kanan untuk mengangkut hasil pertambangan (Batubara) ke Kementrian PUPR atau perwakilannya yang berada di Prov.Sumatera selatan.

Setelah mereka penuhi nanti kita rapatkan lagi, jadi ini belum selesai walaupun mereka sudah mengantongi izin nanti kita rapatkan lagi supaya kita atur nanti jam operasionalnya, tonase, dan lain sebagainya, “Tutup  AKBP Buas.

Penulis  : Adi Pranoto / Polres Way kanan

Editor    :Umi Fadilah

Publish  : oto adi

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password