Pembuat Rusuh, Kapolda Malut Perintah Tembak Di Tempat

Polda Maluku Utara – Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Maluku Utara (Malut), Brigjen Pol Tugas Dwi Aprianto perintah tembak di tempat terhadap oknum orang tak dikenal (OTK) yang disinyalir pembuat rusuh antara Kelurahan Toboko, Kelurahan Mangga Dua dan Kelurahan Kota Baru, Kota Ternate.

Instruksi ini di keluarkan atas komintmen antara Kapolda Malut, Brigjen Pol Tugas Dwi Aprianto bersama Danrem 152/Babullah, Kolonel Inf Sachono.

“Saya sudah komitmen besama pak Danrem, memang ada orang-orang yang sengaja bikin ribut disitu (Kelurahan tersebut). Saya perintahkan sekarang, yang saat pake helem sulfes, tutup kepala, kemudian pakai motor RX-King itu saya perintahkan tembak di tempat,” tegas Kapolda saat di temui reporter LO.COM, usai memimpin rapat di Rupatama Mapolda Malut, Senin, 9 Januari 2017 siang tadi.

Sebab menurutnya, oknum OTK dengan modus motor RX-King itu sebagai profokator terjadinya kerusuhan di tiga Kelurahan tersebut.

“Saya perintahkan anggota saya, gak usah di kejar, dia lari langsung tembak. Karena dia sudah memprofokasi seperti itu. Siapapun orangnya. Kalau dia masih mencoba-coba saya ya boleh saja. Saya perintahkan tembak dia. Karena sudah menjadi gejala gitu,” tegasnya lagi.

“Kasihan masyarakat Toboko, Mangga Dua dan Kota Baru yang sudah tentram, tapi karena ulah dua orang yang overtunir mencoba-coba mengusik, buat kerusuhan disitu. Saya perintahkan tembak di tempat,” tutur Kapolda.

Dikatakan, hingga kini, oknum OTK itu belum di katehui orangnya. Dengan begitu, kata Kapolda, telah memerintahkan personel untuk mengendap di wilayah ketiga Kelurahan itu guna mendeteksi langsung OTK dimaksud.

“Belum tau siapa, makanya siapa pun yang mencoba membuat rusuh, saya tindak tegas, dan saya perintahkan anggota saya ngendap disana. Gak usah di kejar, langsung bidik. Sukur-sukur mati, mati lebih bagus. Sudah kita peringatkan, kalo masih nekat ya boleh. Karena dia mencoba untuk berbuat kerusuhan. Orang begitu berarti nantang saya dia,” tuturnya.

Ditegaskan lagi, bila oknum OTK itu masih di bawah umur maka akan ditempuh dengan Undang-Undang Peradilan Anak. Meski begitu, diakuinya pemicu hingga terjadinya kerusuhan di tiga Kelurahan itu hanya dilakukan oleh segelintir orang.

“Masyarakat sudah kita imbau, bahkan perangkatnya pun sudah kita berikan penghargaan karena dia sudah mengkondisikan masyarakatnya untuk tentram. Tetapi ada saja oknum yang memancing supaya rusuh disitu. Jadikan itu kurang ajar. Orang begitu memang gak pantas hidup lama-lama,” ujarnya.

Jenderal bintang satu di Mapolda Malut ini menegaskan lagi, yang diperangi adalah perbuatan oknum OTK itu, bukan orangnya.

“Saya tidak akan melihat seseorang siapa dia tetapi, perbuatannya yang saya perangi, siapapun itu sesuai Undang-Undang KUHP. Jadi kita gak memerangi siapa orangnya itu, tetapi perbuatannya yang saya perangi,” (Bid Humas Polda Malut)tmp_6171-img_20170109_155735-1360240379-jpgkapolda

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password