Latihan SABATA Ditutup, Bripda I Gusti Agung Rarasati Jadi Peserta Terbaik

Tribratanews.polri.go.id – Polda Bali, Usai mengikuti latihan selama dua minggu, sebanyak 20 personel Pasukan SABATA (Satuan Bhayangkara Anti Bandit-Street Crime-Anarkhis) Polda Bali melaksanakan kegiatan pembulatan yang merupakan bagian akhir dari rangkaian latihan ini. Kegiatan ini dihadiri oleh Kasubdit Gasum Direktorat Sabhara Polda Bali AKBP A.A. Rai Sukajaya, S.H., M.H selaku Pengawas Latihan (Pawaslat), bertempat di Lapangan Tembak Tohpati, Sabtu (29/7) sekitar 08.00 Wita.

Usai melaksanakan pembulatan, sekitar pukul 16.30 Wita langsung dilakukan upacara penutupan latihan. Dalam sambutannya AKBP A.A. Rai Sukajaya, S.H., M.H mengucapkan terima kasih kepada para instruktur atau pelatih yang sudah bersedia membagikan ilmunya kepada para peserta latihan. Selanjutnya mengucapkan selamat kepada seluruh peserta latihan, yang sudah mampu menyelesaikan latihan yang sangat berat.

Kasubdit Gasum Direktorat Sabhara Polda Bali mengatakan bahwa upacara penutupan latihan ini bukan berarti para Bintara Sabhara ini selesai melaksanakan latihan, akan tetapi merupakan awal dari pelaksanaan tugas. “Tugas berat sudah menanti, aplikasikan seluruh materi yang sudah diberikan oleh intsruktur ketika menghadapi kejahatan yang berintensitas tinggi seperti kejahatan jalanan (street crime), jambret, curat, curas dan curanmor,” tegasnya.

Diharapkan melalui latihan ini, para peserta akan bisa lebih percaya diri saat melaksanakan tugas dan menjadi tauladan bagi personel Sabhara yang lain. Diakhir acara, Katim Instruktur mengumumkan bahwa peserta terbaik latihan pasukan SABATA ini diraih oleh seorang Polwan yang bernama Bripda I Gusti Agung Rarasati.

Seperti diberitakan sebelumnya, Kapolda Bali Irjen Pol. Dr. Petrus Reinhard Golose kembali membentuk Satgas Khusus yang bernama SABATA. Pasukan ini merupakan personel pilihan yang direkrut dari personel jajaran Direktorat Sabhara Polda Bali terdiri dari 3 Polwan dan 17 Polki. Selama mengikuti latihan, pasukan khusus ini dilatih fisiknya dan diberikan materi yang berhubungan dengan pelaksanaan tugas yang akan diembannya.

Adapun materi yang diberikan oleh instruktur meliputi pengenalan senjata, teori manipulasi senjata, mengisi ulang senjata, menembak di tempat, menembak posisi berlutut tempur, menembak bergerak, teknik pemborgolan dan penggeledahan senjata serta penangkapan berjalan. Tidak hanya itu, para peserta juga dibekali cara penangkapan atau penyerangan motor dan mobil, teknik dasar CQB, pengamanan VVIP protection dan medic tempur.

Penulis : Bina Wartawan

Editor   : Umi Fadilah

Publish : Adnyana

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password