6 Adab Berkomentar Di Sosial media

Tribratanews.polri.go.id – 1. Hukum tulisan sama dengan perkataan, jadi pertimbangkan terlebih dahulu sebelum menulis

Jika kita asal menulis di sosial media tanpa terpikirkan terlebih dahulu akibatnya, apalagi kalau itu menyangkut orang lain, bisa jadi fitnah. Ataupun akan menyakiti orang lain, beberapa dari kita ada yang suka ceplas-ceplos. Dia menganggapnya sebuah candaan. Tapi yang menjadi lawan chatingnya merasa tersinggung dan kecewa. Nah, nggak enak banget kan? apalagi jika lawan chating terus marah, bisa tuh nggak mau chatingan lagi. Iya tho?

2. Jangan sampai Mencela dan Memaki

Melihat sosial media akhir-akhir ini banyak sekali yang sensitif, ngomong gini dicela, dan dimaki. Mengamati kolom komentar dan group di facebook, sekarang isinya adalah hujatan dan makian. Apalagi di Facebook media mainstream, komentarnya ngeri ngeri, isinya hujatan semua. Alangkah baiknya jika hujatan dirubah menjadi nasehat yang hangat. Nasehat yang bisa lebih membangun, terutama jika itu ditujukan untuk seseorang.

3. Hindari menasehati dikolom komentar dan dilihat banyak orang

Menasehati secara langsug dikolom komentar juga punya dua sisi, akan menjadi baik jika orang yang dikomentari menerima nasehat kita. Namun, bagi orang yang daya sensitifnya diambang batas, bisa jadi bahaya nantinya. Saat dinasehati, malah ia merasa kaya direndahkan, karena terlihat oleh banyak orang. Akan jadi malu yang cukup besar.

4. Hindari berkomentar yang berlarut-larut dengan non mahrom tanpa ada kepentingan

Sering terjadi nih, saling melempar komentar antara laki-laki dan perempuan tanpa ada batasan. Dalam chating, dalam komentar, saling membalas tanpa ada pembahasan yang penting di sosial media. Hanya ngalor ngidul nggak jelas. Ini bahaya, karena akan menyebabkan hati ternoda apalagi bagi perempuan. Sejatinya, perempuan adalah makhluk yang suka diperhatikan. Jadi, jika sudah berlarut-larut ngobrol, akan melemah hatinya dan merasakan kenyamanan. Jika sudah demikian, siap-siap deh… pasti tau deh selanjutnya. Hehehe

5. Hindari mengobrol dan berkomentar yang berlarut-larut tanpa ada faedahnya

Asyik ngobrol melalui chating sampai lupa waktu, lupa kerjaan, lupa pada aktivitas. Dan jika sudah ngobrol berlarut-larut biasanya akan mulai menyinggung orang lain, akhirnya masuk deh ke dalam indahnya ghibah. Memang sih dari ghibah bisa menjadi berkah. Namun, itu bukan sesuatu yang mudah. Lebih baik menghindari daripada terjerumus. Apalagi di sosial media, hehe….ya nggak?

6. Hindari debat kusir dalam kolom komentar

Banyak yang tiba-tiba menjadi pintar dan sok tau di sosial media. Ada yang tiba-tiba memfatwakan ini itu, padahal dia siapa? kemudian menyalahkan tokoh agama, padahal sholat aja jarang. Mengatakan itu ini bit’ah, padahal yang wajib dan sunnah aja nggak nguasai. Nah, ketika ada yang mengingatkan, malah seakan dia nggak terima, cari deh dalil-dalil dari tempatnya simbah gugel. Biar debatnya menang, akhirnya cuma menjadi debat kusir didalam kolom komentar sosial media. Jadi, lebih baik hindari debat kusir. Perdebatan dengan orang yang nggak paham ilmunya, hanya sekedar maniak. Malah bisa mendatangkan orang lain untuk ikut berdebat. Hmmm……

Ucapan itu seperti akad, jika sudah dilakukan ya, tanggung jawab

Penulis : Adhy PMJ
Editor : Umi Fadilah
Publish: Adhy PMJ

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password