Sat Reskrim Polres Ciko Mengamankan Puluhan Ribu Korek Gas Palsu

Tribratanews.polri.go.id-Polres Cirebon Kota, Satuan Reserse Kriminal Polres Cirebon Kota menggerebek sebuah industri rumahan yang memproduksi korek gas palsu merek “Tokai”. Sedikitnya puluhan ribu korek gas diamankan petugas dan langsung diamankan ke Mako Polres Cirebon Kota.

Terbongkarnya praktik industri rumahan tersebut berawal dari tertangkapnya pelaku yakni ML, AS dan KN yang saat itu sedang menjual korek gas palsu di sekitaran Terminal Harjamukti Kota Cirebon, Senin (17.07) pagi kemarin. Petugas kemudian langsung melakukan pengembangan yang diketahui bahwa barang tersebut diproduksi di daerah Weru Kabupaten Cirebon.

Kapolres Cirebon Kota AKBP Adi Vivid AB, S.Ik, M.Hum, M.S.M menjelaskan pengungkapan kasus berawal dari para pelaku yang tertangkap tangan di Terminal Harjamukti, Senin siang. Setelah diperiksa kemudian langsung mengarah ke rumah produksi di Kecamatan Weru, Cirebon.

Dari hasil pemeriksaan saksi yang merupakan kuasa hukum korek gas Tokai sendiri bahwasannya Tokai tidak memiliki pabrik yang berada di wilayah Cirebon. Terlihat jelas bedanya secara kasat mata antara korek api asli dan palsu.

Kami amankan 10 dus yang berada di dalam mobil yang sudah siap edar. Sebagian dus lainnya masih berada di rumah produksi. Satu dus terdapat 20 pak yang berisi 50 buah korek gas palsu. Bila dihitung, jumlah sementara yang diamankan sebanyak 10.000 korek gas palsu, jelasnya.

Produksi korek gas tersebut, sangat membahayakan bagi pengguna dan warga lain begitu juga dampak daripada saat praktek pengoplosan yang dapat mengakibatkan kebakaran disebabkan dari kebocoran gas tabung elpiji dan bahan bahan yang dibuat yang tidak seharusnya.

Dari pengakuan tersangka, mereka mengumpulkan korek bekas hasil daur ulang yang berasal dari rongsokan yang kemudian korek-korek kosong tersebut diisi dengan tabung gas elpiji 3 kilo , padahal seharusnya gas korek api ini tidak menggunakan gas elpiji. Usahanya ini sudah berjalan kurang lebih 5 tahun dan para pelaku meraup keuntungan puluhan juta rupiah.

Para pelaku dijerat dengan Pasal 90 UU Nomor 15 Tahun 2001 tentang merek yang telah diubah kedalam Pasal 100 dan 102 UU RI No.20 Tahun 2016 dengan ancaman maksimal lima tahun penjara atau pidana denda sebesar 2 Milyar.

Penulis  : M.Jumaedi

Editor    : Umi Fadilah

Publish  : Yayat

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password