Kapolres Sinjai Rilis Pengungkapan Kasus Pencurian Uang Nasabah Senilai Puluhan Juta

Tribratanews.polri.go.id – Polda Sulsel, Kapolres Sinjai Akbp Ardiansyah menggelar press release kasus pencurian uang nasabah BRI Unit Kanrung di Ruang Lobby Pratasara Wirya, Kamis (13/07/17) pagi.

Saat rilis Kapolres Sinjai Akbp Ardiansyah didampingi Wakapolres Sinjai Kompol H. Abd. Rauf dan pimpinan pelaksana BRI cabang Sinjai Aditya Kusumo Putra.

Kegiatan ini dihadiri pejabat utama Polres Sinjai dan personil Polres Sinjai dan sejumlah awak media dengan menghadirkan orang yang resmi berstatus tersangka hasil penangkapan Timsus Polres Sinjai dan Resmob Sat Reskrim Polres Sinjai serta personil Polsek Sinjai Tengah.

Respon cepat Polres Sinjai dan Polsek Sinjai Tengah dalam kurung waktu tidak cukup 24 jam, berhasil menangkap pelaku pencurian uang Nasabah BRI pada Unit Kanrung, Kecamatan Sinjai Tengah pada rabu malam.

Penangkapan pelaku berawal atas laporan Pihak BRI unit Kanrung yang mengaku kehilangan uang nasabah yang disimpan pada mobil Teras BRI dengan jumlahnya mencapai Rp. 90 juta rupiah pada Selasa (12/07/17).

Menerima laporan tersebut, Kapolres Sinjai Akbp Ardiansyah langsung menerjunkan  Timsus dan Resmob Satreskrim serta Polsek Sinjai tengah melakukan penyelidikan dan berhasil menangkap pelaku yang tidak lain adalah cleaning service di BRI Unit Kanrung, pelaku berinisial JL (25) warga Desa Kanrung, Kec. Sinjai Tengah.

Kapolres Sinjai, Ajun Komisaris Besar Polisi Ardiansyah, S.Ik.,M.H dalam gelar press rilisnya.

kepada sejumlah awak media menyampaikan bahwa penangkapan tersebut bermula ketika Polisi menerima laporan adanya kasus pencurian uang Nasabah di Mobil Teras BRI Unit Kanrung, Kecamatan Sinjai Tengah. “Menerima laporan tersebut, kami melakukan penyelidikan dengan menurunkan timsus dan resmob sat reskrim serta anggota Polsek Sinjai Tengah.

“Untuk meminta keterangan sejumlah saksi dan memeriksa CCTV dan hasilnya terduga pelaku mengarah kepada JL (25) yang merupakan Cleaning Service di BRI tersebut,” ujarnya.

Adapun hasil penyelidikan polisi, pelaku merupakan pelaku tunggal dan aksinya sudah direncanakan. “Pengembangan sementara, pelaku hanya sendiri dan aksinya sudah direncanakan, karena pelaku sebelumnya mengambil kunci dengan alasan untuk membersihkan brangkas. Adapun motifnya, karena persoalan ekonomi yang kata pelaku untuk biaya pernikahan.

Atas perbuatannya, Pelaku bersama barang bukti berupa HP, Kantong Plastik, Baju Cleaning Service, dan uang hasil curian Rp. 90.000.000,- (sembilan puluh juta rupiah),- kemudian diamankan di Polsek Sinjai Tengah, dan selanjutnya di bawah ke Mapolres Sinjai untuk proses selanjutnya.

“Pelaku ditetapkan sebagai tersangka dan terancam pasal 362 KUHP dengan ancaman diatas lima tahun penjara,” terang Kapolres Sinjai.

Mencuri pada dasarnya adalah perbuatan yang kurang terpuji, dan perbuatan yang kurang terpuji itu berpotensi dosa. Orang yang menjadi korban pencurian adalah orang yang paling dirugikan oleh aktititas si “panjang tangan” ini dan si pelaku yang melakukan tindak kejahatan ini tentu akan dihukum sesuai dengan undang undang yang berlaku.

Seseorang yang melakukan pencurian apa saja, pencurian motor, pencurian barang eletronik dan sebagainya dikarenakan terdapat niat dan kesempatan dari pelakunya. Seseorang kalau sudah berniat jelek atau berniat melakukan perbuatan yang tidak baik, apakah itu mencuri dan lain sebagainya, adalah perbuatan terencana. Jika itu dilakukan dalam rangka untuk berniat menghabisi nyawa orang lain, apa pun motifnya, mendapat ancaman hukum berat. Mengapa terancam hukuman berat? Ya karena sudah ada niat untuk melakukan hal ini.

Jika niat sudah kuat, apa pun bisa dilakukan. Kesempatan bisa diciptakan karena memang sudah ada niat kuat melakukan perbuatan yang tidak terpuji itu. Lain halnya jika kesempatan yang dia inginkan, atau dibuat tidak terlaksana dengan baik, ini bisa dikatakan niatnya terkendala. Lain halnya jika si pelaku sadar walaupun kesempatan berbuat jelek sudah dia ciptakan, tapi kalau si pelaku berubah pikiran bisa saja dia mengurungkan niatnya untuk berbuat jahat.

Niat amat berperan penting dalam hidup seseorang. Niat yang sudah benar benar tertanam dalam dada seseorang akan dieksekusi dan akan dilaksanakan jika sudah datang masa (waktu) yang tepat. Bahkan jika niat sudah membara, apalagi niat yang baik, tentu akan melakukan apa saja agar niat baiknya terwujud. Anda punya niat menyumbang, maka anda bisa menyumbang di mana saja bisa anda lakukan. sama halnya jika anda punya niat jelek. Jika niat jelek sudah ada diotak anda, maka apapun akan anda lakukan agar niat jelek anda itu terwujud. Niat adalah biang keladi dari semua tindak kejahatan dimuka bumi ini.

Kesempatan (opportunity). Ini juga ada kaitannya dengan niat. Jika tidak ada niat jahat dalam diri seseorang, walaupun didepannya ada kesempatan, maka sudah dipastikan orang itu tidak akan melakukan tindak kejahatan. Bahkan orang itu bisa saja mengembalikan kepada yang berhak atasnya. Sebagai contoh yang amat sederhana adalah menemukan dompet di jalan. Jika orang itu berniat baik, maka ia akan mengembalikan dompet beserta isinya itu kepada pemiliknya.

Jadi, kesempatan itu bersifat relatif. Jika anda memang sudah dari awal punya niat jelek, kesempatan bisa diciptakan, Dan jika ada kesempatan terbuka tentu akan anda ambil. Namun jika anda memang tidak punya niat jelek, atau niat berbuat tidak baik, maka kesempatan terbuka pun tidak akan ada perdulikan.

Motif Ekonomi. Salah satu unsur yang tidak kalah penting “mengapa orang mencuri” adalah motif. Motif seseorang melakukan suatu kegiatan tentu mempunyai maksud dan tujuan yang hanya dimengerti oleh yang bersangkutan. Seseorang mencuri sesuatu yang bukan miliknya dari orang lain mempunyai motif tertentu.

Ekonomi. Ini adalah biang keladi dan dianggap sebagai motif yang utama seseorang melakukan tindak kejahatan pencurian baik curas (pencurian dengan tindak kekerasan) maupun pencurian dalam bentuk yang lain. Orang mencuri karena ingin mempertahankan hidupnya. Mencuri untuk makan. Barang hasil curiannya kemudian dijual kepada pihak lain (penadah-red), dan uang hasil penjualan barang curiannya itu digunakan untuk keperluan hidup dirinya maupun anggota keluarganya.

Mungkin saja motif Ekonomi, ini sekilas masuk akal. Orang akan mati jika tidak makan. Dan salah satu cara untuk bisa makan adalah dengan mencuri. Dari hasil curiannya itulah akan dijual, dan uangnya digunakan untuk membeli makanan kepada anak istri dan anggota keluarganya.

Maksudnya baik, hanya saja caranya tidak baik. Mencuri adalah perbuatan melawan hukum (against the law-red) dan si pelaku harus diproses sesuai dengan hukum yang berlaku. Haruskah kita maklumi orang yang mencuri karena untuk menyambung hidupnya atau mencuri untuk makan sehari hari? Apapun alasannya, mencuri itu tetap tidak bisa dibenarkan an melanggar ketentuan Undang-Undang Hukum Pidana, dimana pelakunya akan dihukum sesuai perlakuannya.

Penulis : Sumarwan

Editor : Umi Fadilah

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password