Bhabinkamtibmas Polsek Mamajang Mediasi Dua Warga Antar Kecamatan yang Terlibat Perkelahian Kelompok

Tribratanews.polri.go.id – Polda Sulsel, Bhabinkamtibmas Polsek Mamajang Aiptu Indrawan melaksanakan problem solving/mediasi (Menyelesaikan permasalahan) warga di Kelurahan Sambung Jawa, Selasa (11/07/17).

Permasalahan yang terjadi antara warga Kelurahan Sambung Jawa, Kecamatan Mamajang dan warga Kelurahan Maccini Sombala, Kecamatan Tamalate disebabkan karena adanya kesalahpahaman sehingga menyebabkan perkelahian antar kelompok.

Sumber permasalah yang terjadi antar kelompok tersebut tidak jelas dan setelah dilakukan patroli oleh anggota Polsek Mamajang sekitar lokasi perkelahian ditemukan sepeda motor yang masuk di kanal sehingga warga saling curiga, setelah diadakan pemeriksaan sepeda motor tersebut milik Dg. Gassing warga Tanjung Merdeka Tamalate yang dicurigai penyebab terjadi perkelahian kelompok.

Selanjutnya Bhabinkamtibmas Polsek Mamajang melakukan pertemuan antara warga Kelurahan Maccini Sombala, Kecamatan Tamalate dan Kelurahan Sambung Jawa Kecamatan Mamajang di Ruang Mediasi Polsek Mamajang bersepakat untuk berdamai dan tidak akan melakukan lagi perkelahian antar kelompok.

“Pertemuan ini dilaksanakan agar situasi kamtibmas diwilayah binaan tetap aman dan kondusif serta tidak ada lagi terjadi kesalah pahamaan antar warga,” ujar Aiptu Indrawan.

Mediasi merupakan salah satu bentuk dari alternatif penyelesaian sengketa di luar pengadilan. Tujuan dilakukannya mediasi adalah menyelesaikan sengketa antara para pihak dengan melibatkan pihak ketiga yang netral dan imparsial.

Mediasi dapat mengantarkan para pihak ketiga pada perwujudan kesepakatan damai yang permanen dan lestari, mengingat penyelesaian sengketa melalui mediasi menempatkan kedua belah pihak pada posisi yang sama, tidak ada pihak yang dimenangkan atau pihak yang dikalahkan (win-win solution).

Dalam mediasi para pihak yang bersengketa proaktif dan memiliki kewenangan penuh dalam pengambilan keputusan. Mediator tidak memiliki kewenangan dalam pengambilan keputusan, tetapi ia hanya membantu para pihak dalam menjaga proses mediasi guna mewujudkan kesepakatan damai mereka.

Penyelesaian sengketa melalui jalur mediasi sangat dirasakan manfaatnya, karena para pihak telah mencapai kesepakatan yang mengakhiri persengketaan mereka secara adil dan saling menguntungkan.

Bahkan dalam mediasi yang gagal pun, di mana para pihak belum mencapai kesepakatan, sebenarnya juga telah merasakan manfaatnya. Kesediaan para pihak bertemu di dalam proses mediasi, paling tidak telah mampu mengklarifikasikan akar persengketaan dan mempersempit perselisihan di antara mereka.

Hal ini menunjukkan adanya keinginan para pihak untuk menyelesaikan sengketa, namun mereka belum menemukan format tepat yang dapat disepakati oleh kedua belah pihak.

Model utama penyelesaian sengketa adalah keinginan dan iktikad baik para pihak dalam mengakhiri persengketaan mereka. Keinginan dan iktikad baik ini, kadang-kadang memerlukan bantuan pihak ketiga dalam perwujudannya. Mediasi merupakan salah satu bentuk penyelesaian sengketa yang melibatkan pihak ketiga.

Penulis : Qadri

Editor : Umi Fadilah

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password