Ini Hasil Penyelidikan Kasat Serse Tolitoli Terkait Info Buka Lahan Ilegal di Dusun Labengga, Galang

Tribratanews.polri.go.id – Polda Sulteng, Tolitoli. Sat Reskrim Polres Tolitoli yang dipimpin oleh Kasat Reskrim, AKP Haryo Bimo SIK meninjau lokasi Gunung Kambile yang berada di Lemba Dondo, dusun Labengga, desa Ogomoli, kecamatan Galang, Tolitoli, yang diduga sebagai lokasi penebangan liar, Selasa, (4/7/2017), pukul 10.00 WITA.

Perjalanan ke sana dari dalam kota Tolitoli membutuhkan 2 jam perjalanan dengan menggunakan kendaraan roda 2 dan berjalan kaki, dan untuk menuju ke lokasi, personil Sat Reskrim dipandu oleh Bapak Suardin (49), warga dusun Labengga.

“Dulu saya sering mendengar suara mesin pemotong kayu di sekitar sini, namun belakangan ini sudah tidak ada”, ujar Suardin kepada Kasat Reskrim, Selasa, (4/7).

Menurut Suardin, lokasi Gunung Kambile merupakan kawasan Hutan Lindung, “Gunung Kambile ini hutan lindung pak, ada 3 kuala yang di sini, kuala Tuweley, ada juga kuala Kambile”, jelas Suardi.

IMG-20170704-WA0398

Kuala yang dimaksud Suardin adalah sungai. Dan setibanya di aliran sungai Kambile, mereka menemukan 1 titik longsor di dekat aliran sungai.

IMG-20170704-WA0397

Mereka melanjutkan perjalanan ke atas Gunung Kambile, dan menemukan 1 lagi titik longsor di dekat sebuah pondok. Di sekitar pondok itu terlihat pohon-pohon khas hutan sudah tidak ada, dan sudah tergantikan dengan tanaman cengkeh.

Berbagai ukuran pohon cengkeh ada di sekitar pondok itu, mulai dari bibit, hingga yang sudah mencapai 3 meter. “Kalau seperti ini tingginya, ini umurnya kira-kira 10 tahun pak”, ujar Suardin saat ditanyai berapa usia pohon cengkeh yang paling besar di sana.

IMG-20170704-WA0401

Personil Sat Reskrim menduga bahwa penebangan sudah dimulai sejak 10 tahun yang lalu, dilihat dari usia pohon cengkeh yang paling tua, “Diduga penebangan liar masih akan dilakukan, melihat di dekat pondok terdapat bibit-bibit cengkeh yang siap ditanami”, ujar Kasat Reskrim.

Saat ditanyai jenis pohon apa yang ada di Gunung Kambile ini sehingga ada yang menebangnya, Suardin menjelaskan bahwa ada 3 jenis kayu yang ada, “ada kayu damar, uru, dengan kalakala, biasa dijual dengan harga Rp 1.000.000 sampai Rp. 3.500.000 per kubiknya”.

Penulis : Hernawan Saputra
Editor : Umi Fadilah
Publish : Hernawan Saputra

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password