DPO Kasus Narkoba di Bulukumba Diringkus Polisi di Kediamannya

Tribratanews.polri.go.id – Polda Sulsel, Unit Opsnal Sat res Narkoba Polres Bulukumba yang dipimpin oleh Kasat Narkoba AKP Rujiyanto Dwi Poernomo, S.H, S.Ik  berhasil mengamankan satu orang yang diduga sebagai pelaku penyalahgunaan narkotika jenis Shabu di Jalan Pahlawan, Kelurahan Tanete, Kecamatan Bulukumpa, Kabupaten Bulukumba, Jumat (23/06/17)

Sebelumnya pelaku merupakan DPO Sat Res narkoba Polres Bulukumba. Sehingga, dilakukan Penggeledahan rumah dan penangkapan terhadap Pelaku dengan inisial USM (37) di rumahnya, Jumat pukul 11.30 Wita.

Pria yang merupakan wiraswasta ini tidak bisa mengelak saat petugas menggeledah rumahnya walaupun tidak ditemukan barang bukti.

Saat ini pelaku kemudian diamankan di Mapolres Bulukumba guna kepentingan penyidikan dan penyelidikan. “ Pelaku sekarang berada di Mapolres Bulukumba untuk di proses lebih lanjut sesuai dengan hukum yang berlaku dan untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya”, tegas AKP Rujiyanto Dwi Poernomo.

Peredaran dan penyalahgunaan narkotika di Sulawesi Selatan kian marak. Hal itu terlihat dari banyaknya pengungkapan kasus dan rehabilitasi penyalahguna narkoba. Beragam upaya, baik penindakan dan pencegahan pun terus digalakkan. Utamanya upaya memutus mata rantai peredaran barang haram tersebut.

Kepala Biro Napza dan HIV/AIDS Provinsi Sulsel, Endang Sukarsih mengatakan, sinergitas seluruh pihak sangat diperlukan untuk memerangi narkotika. Terlebih, sangat banyak pintu masuk, baik itu jalur utama maupun jalur tikus dari para penyelundup narkotika.

“Ada 62 pintu masuk terutama jalur laut di Sulsel yang bisa dimasuki untuk mengedarkan narkoba. Untuk mengantisipasinya, diperlukan sinergitas instansi, seperti Dinas Perhubungan,” kata Sri beberapa waktu lalu.

Khusus pintu masuk peredaran narkotika, dibutuhkan adanya pengawasan khusus dan penjagaan berkelanjutan di tiap pelabuhan. Dengan pengawasan melekat tersebut, akan mempersempit ruang gerak para penyelundup narkotika.

Akademisi dari Unismuh Makassar, Arqam Azikin, mengatakan narkotika termasuk extra-ordinary crime alias kejahatan luar biasa. Artinya, penanganannya pun membutuhkan usaha-usaha ekstra. Narkotika dilanjutkannya memang merupakan ancaman generasi muda dan membahayakan ketahanan bangsa.

“Program pencegahan narkoba yang dilakukan BNN merupakan salah satu program nasional pemerintahan Joko Widodo dan Jusuf Kalla yang harus didukung oleh segala elemen. Mengenai kepemimpinan, haruslah mempunyai agenda kepemimpinan yang terstruktur dalam hal penanganan narkoba,” tuturnya.

Penulis : Rosdiana

Editor : Umi Fadilah

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password