Polwan Polres Bone Kampanye Anti Korupsi di Kodim 1423 Soppeng

Tribratanews.polri.go.id – Polda Sulsel, Polwan Polres Soppeng yang tergabung dalam agen SPAK (Saya Perempuan Anti Korupsi) bentukan KPK kembali menggelar aksi kampanye anti korupsi.

Kali ini kampanye anti korupsi dilaksanakan bersama personel TNI Kodim 1423 Soppeng, lokasinya di Pos Penjagaan Kodim 1423 Soppeng, Senin (19/6/17).

Dalam kegiatan ini, dihadapan personil TNI Kodim 1423 Soppeng, Brigpol Dahlia dan Bripda Rianti memperkenalkan game majo salah satu sarana yang digunakan Polwan SPAK untuk mengkampanyekan dan menyampaikan pesan anti korupsi.

Game Majo adalah salah satu permainan yang berisi pesan pesan anti korupsi, budaya anti korupsi, dan tips mencegah korupsi.

Gerakan Saya, Perempuan Anti Korupsi (SPAK) dilahirkan atas sebuah keprihatinan. Keprihatinan yang disampaikan oleh sebuah survey yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada tahun 2012-2013 di Kota Solo dan Jogjakarta. Studi ini menyajikan fakta bahwa ternyata hanya 4% orang tua yang mengajarkan kejujuran pada anak-anaknya.

Kejujuran yang dimaksud disini bukan kejujuran dalam arti definisi kejujuran, tetapi lebih kepada bagaimana kejujuran tersebut dipraktekkan dalam kehidupan sehari-hari. Orang tua tidak bisa mengaitkan bahwa menyontek atau menyerobot antrian adalah bentuk-bentuk perilaku koruptif. Hal ini memberi pemahaman bahwa korupsi adalah mengambil hak orang lain untuk kepentingan diri sendiri.

Definisi ini bukan hanya memberikan gambaran pada apa yang sering diliput media sebagai tindak pidana korupsi. Akan tetapi juga menyoroti masalah-masalah perilaku-perilaku koruptif. Dan bila kita percaya bahwa tindakan koruptif itu adalah bentukan atau evolusi dari perilaku-perilaku koruptif sejak kecil, maka fakta ini sungguh menakutkan.

Lantas bagaimana kita mencegahnya? Studi tersebut juga memberikan jawaban atas pertanyaan ini, bahwa perempuan atau ibu masih dianggap figur sentral dalam memberikan pendidikan moral pada anak dan keluarga. Fakta ini memberikan kesempatan untuk menggerakan pencegahan korupsi melalui perempuan. Hasil inilah yang kemudian menjadi landasan kuat untuk melahirkan gerakan Saya, Perempuan Anti-Korupsi (SPAK) tersebut.

Perempuan dengan perannya sebagai ibu, sebagai profesional dengan karakternya yang khas untuk melahirkan, mengembangkan, memelihara dan berbagi serta kebutuhan berkumpul yang besar-membuat perempuan menciptakan kesempatan sosialisasi yang lebih banyak dalam masyarakat kita. Lihat saja kegiatan-kegiatan sosial seperti pengajian, arisan, pertemuan orangtua di sekolah, kursus-kursus masak atau merajut dan lain-lain, bisnis-bisnis rumahan seperti jilbab, baju muslim, dan lainnya, semuanya lebih banyak melibatkan lebih banyak perempuan.

Fakta sosial psikologis inilah yang kami percaya dan menjadi dasar mengapa melibatkan perempuan menjadi sebuah kesempatan strategis dengan kemungkinan keberhasilan yang tinggi.

Gerakan SPAK ini diluncurkan pada tanggal 22 April 2014. Peluncurannya dikemas dalam bentuk talkshow dan bedah buku. Narasumbernya waktu itu adalah Ibu Meuthia Hatta, Dian Kartika Sari (Sekjen KPI), Ibu Yuyun dari NTB (perempuan yang berani mengatakan tidak pada praktek korupsi dalam pekerjaannya), Busyro Muqoddas (pimpinan KPK saat itu). Bedah buku ‘Saya, Perempuan Anti Korupsi’ dilakukan oleh Busyro Muqoddas dan Gandjar Laksamana Bonaprapta (Dosen Fakultas Hukum UI).

Secara umum program SPAK ini terdiri dari dua kegiatan, pertama adalah pelatihan untuk fasilitator atau para calon agen SPAK. Kedua, penyebaran pengetahuan anti korupsi (sosialisasi) yang dilakukan oleh para agen.

Semua permainan ini, ada cara main dan kunci jawaban, sehingga tidak perlu khawatir.  Khusus untuk permainan semai, ini adalah permainan untuk anak-anak (sejak PAUD hingga SD).

Dalam permainan ini tidak berbicara mengenai hal-hal korupsi tetapi kita berbicara mengenai 9 nilai yang berdasarkan studi yang dilakukan oleh KPK, dipercaya dapat menghindarkan kita dari perilaku-perilaku koruptif. Kesembilan nilai yang dimaksud, adalah : kejujuran, keadilan, kerjasama, kemandirian, kedisiplinan, bertanggungjawab, Kegigihan, keberanian, dan kepedulian.

Penulis : Sumarwan

Editor : Umi Fadilah

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password