Kapolda Bali: Bali Harus Diselamatkan dari Mafia Narkoba dan Terorisme

Tribratanews.polri.go.id –Polda Bali Kapolda Bali Irjen Pol. Dr. Petrus Reinhard Golose didampingi Kabid Humas Polda Bali AKBP Hengky Widjaja, S.I.K., M.Si. dan Kabid Propam Polda Bali Kombes Pol. Benny Arjanto, S.I.K. melaksanakan wawancara dengan media Kompas TV Dewata, bertempat di Ruang Kerja Kapolda Bali, Jumat (16/6).

Dalam wawancaranya, Irjen Pol. Dr. Petrus Reinhard Golose mengatakan, menjelang Hari Bhayangkara ke-71, Polri menjadi sorotan publik, baik dalam pelaksanaan tugas sehari-hari maupun dalam penyelesaian kasus yang menonjol dan menjadi trending topik di masyarakat. Namun, Polri tetap berupaya memberikan yang terbaik kepada masyarakat dengan melakukan pembenahan di internal Polri untuk meningkatkan public trust.

“Hal ini selaras dengan tema Hari Bhayangkara ke-71 yaitu Dengan Semangat Profesionalitas Dan Modernisasi Polri Berkomitmen Untuk Meraih Kepercayaan Masyarakat Demi Tegaknya Negara Kesatuan  Republik Indonesia Yang Sejahtera, Mandiri dan Berkeadilan. Mari bersama-sama menjaga Bali yang kita cintai ini, untuk menciptakan situasi Kamtibmas yang mandara,” ujarnya.

Terkait dengan situasi yang berkembang saat ini, ada 4 point penting yang menjadi ancaman dalam perkembangan negara dan masyarakat yaitu ketidakstabilan keamanan, ketidakstabilan idiologi dan budaya, ketidakstabilan sosial dan ketidakstabilan ekonomi. Dari keempat ancaman tersebut melahirkan intoleransi, radikalisme, terorisme, kejahatan di dunia cyber, narkoba, konflik sosial, krisis idiologi, kejahatan konvensional dan yang paling penting adalah menjaga kebhinekaan agar tetap berpedoman pada Pancasila.

Disinggung masalah Islamic State of Iraq and Syria atau yang lebih dikenal ISIS, Kapolda Bali menjelaskan bahwa hal tersebut bukan masalah baru, tetapi telah terjadi pada awal perkembangan agama-agama di dunia. ISIS merupakan sebuah organisasi yang mampu membuat perpecahan dan permusuhan antara umat beragama khususnya di Indonesia. ISIS juga tidak sesuai dengan Agama Islam pada umumnya, karena selalu mementingkan kelompoknya sendiri dan tidak memberikan tolerir kepada kelompok lain.

Untuk mengantisipasi masuknya kelompok teroris ke Indonesia khususnya ke wilayah Bali, Kapolda Bali melakukan berbagai hal seperti meningkatkan kewaspadaan melalui kegiatan preemtif, preventif dan penegakan hukum. Meningkatkan pengamanan di pintu masuk wilayah Bali, khususnya melalui jalur darat, udara maupun laut dan jalur-jalur masuk ilegal. Tidak hanya itu, Polda Bali juga mengoptimalkan peran Satgas CTOC (Counter Transnational and Organized Crime) dalam penanggulangan terorisme dan bekerjasama dengan instansi terkait yaitu TNI, Pemda dan stake holder lainnya termasuk dengan kedutaan asing sebagai salah satu upaya dalam mencegah masuknya ISIS ke Bali.

“Menjaga keamanan Bali adalah tanggung jawab seluruh lapisan masyarakat. Masyarakat turut berperan aktif dalam melaporkan dan mensosialisasikan radikalisme dan terorisme dan menyaring informasi yang didapatkan serta tidak mudah percaya dengan berita hoax,” imbuh Kapolda Bali Irjen Pol. Dr. Petrus Reinhard Golose.

Adanya pengungkapan kasus narkoba dengan barang bukti yang sangat fantastis beberapa waktu lalu yang dilakukan oleh personel gabungan Mabes Polri dan Polda Bali, jenderal bintang dua dipundak ini mengungkapkan, Polda Bali belum puas dengan pencapaian tersebut. Pemberantasan narkoba merupakan prioritas dari Satgas yang dibentuknya, yang bernama Satgas CTOC.

Selain terorisme, Satgas CTOC juga ditugaskan untuk menekan angka peredaran narkoba di wilayah Bali dan menjaga generasi muda Bali. Penangkapan bandar narkoba beberapa waktu lalu, menunjukan komitmen Kapolda Bali terhadap pemberantasan narkoba. “Zero tolerance terhadap narkoba dan tidak ada satupun yang untouchable terhadap kasus narkoba di Bali. Berdasarkan data yang dihimpun Direktorat Reserse Narkoba Polda Bali, ternyata lebih dari 60% kurir narkoba adalah orang Bali,” tegas jenderal asal Manado ini.

Bali yang sudah menjadi destinasi wisata terbaik di dunia, menjadi daya tarik tersendiri bagi pengedar dan pengguna narkoba. Bali merupakan tempat strategis peredaran narkoba dengan sasaran wisatawan asing, domestik dan penduduk lokal. Hal ini tidak terlepas dari pola penyelundupan narkoba yang semakin canggih dengan didukung longgarnya pengawasan di pintu masuk pelabuhan kecil (ilegal). “Dari data kasus yang berhasil diungkap menunjukan bahwa Bali masuk dalam kategori besar dalam peredaran narkoba,” terangnya.

Penulis        : I Ketut Bina wartawan
Asst.Editor : Made Swanjaya
Publish        :I Putu Suwardhana.M

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password