Wakapolri Hadiri Deklarasi Konsorsium Perguruan Tinggi Negeri Kawasan Indonesia Timur Indonesia (KPTN-KTI)

Tribratanews.polri.go.id – Makassar Sulsel, Wakapolri Komjen Pol Syafrudin hadiri Deklarasi Konsorsium Perguruan Tinggi Negeri Kawasan Indonesia Timur Indonesia (KPTN-KTI) di Kampus “Merah” Unhas, Jumat (16/06/17).

Acara turut dihadiri Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia Prof. H. Muhammad Nasir, M.Si, Kapolda Sulsel Irjen Pol Drs. Muktiono, SH, MH, Rektor Unhas Makassar Prof. Dr. Dwia Aries Tina Pulubuhu, MA, dan 29 Rektor PTN KTI serta perwakilan Mahasiswa sekitar 1000 orang.

 

Dalam sambutannya Wakapolri sangat mengapresiasi berlangsungnya deklarasi konsorsium ini, sebagai bukti kesetian kepada negara, pancasila dan Undang-Undang Dasar (UUD) yang terangkai dalam Bingkai Bhineka Tunggal Ika.

Wakapolri juga menyampaikan pesan serta petuah dari bapak pendiri bangsa, Soekarno. Bahkan memutar video pernyataan Soekarno akan Pancasila dihadapan forum internasional saat itu.

“Patriotisme dan cinta tanah air adalah dasar para pahlawan terdahulu dalam perjuangan kemerdekaannya, menghadapi musuh asing. Kesamaan tujuan inilah yang membuat kita bersatu dalam cita-cita suci, kemerdekaan,” ucap Syafrudin.

Namun demokrasi dan kebhinekaan, kata Syafrudin, bukannya tanpa tantangan, radikalisme, terorisme, kemajuan teknologi, fenomena global, keadaan ekonomi dan sebagainya terus menjadi ancaman.

“Kemanakah rasa toleransi dan sifat gotong royong serta sifat sifat unggul asli bangsa Indonesia yang membuat bangsa kita pernah menjadi macan asia, yang disegani bangsa lainnya,” ungkapnya.

Untuk itu menghadapi persaingan dan gejolak global inilah kita mesti bersatu, dalam binheka tunggal ika, dengan pancasila dan UUD sebagai perekat bangsa.

Secara khusus Wakapolri mengajak untuk mewaspadai sel tidur ISIS di Indonesia. Mengingat peta konflik gerakan radikal ini sudah masuk sampai ke Asia Tenggara.

“Mari bersama arahkan pikiran dan kekuatan untuk membangun Indonesia, jangan merusak dan membuang apa yang kita miliki selama ini, kuatkan toleransi antar umat beragama. Sejarah Islam Nusantara ialah melalui dakwah, karena sejatinya Islam adalah rahmatanlilalamin,” tutur Wakapolri.

Lebih lanjut Wakapolri mengajak para hadirin untuk menjadikan kampus sebagai tempat untuk berprestasi dan mengembangkan diri.

“Pendidikan adalah tiang penting dari pembangunan bangsa, jadilah agen of change, agen of moderation dan menjadi social control untuk membentuk negara yang kuat.

Sementara itu Menristek Dikti mengungkapkan apresiasi kegiatan ini juga mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga komitmen persatuan Indonesia. Beliau berharap generasi penerus dapat memahami sejarah untuk menumbuhkan kecintaan.

“Maka itu dalam dunia pendidikan perlu mempelajari filosofi sejarah. Baik dasar negara pancasila dan UUD maupun momen sejarah besar bangsa. Yang perlu digali yakni bagaimana menguat besarkan bangsa ini, bukan kelompok perkelompok apalagi yang bersifat radikal,” ucapnya.

Diakhir acara dilakukan pembacaan deklarasi oleh Presidium Konsorsium Prof. Dr. H. Masjaya, M.Si dan ditandatangani oleh 29 PTN kawasan Indonesia timur.

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password