Polrestabes Makassar Menangkap Empat Komplotan Penggelapan Bermodus Bisnis Online

Tribratanews.polri.go.id – Makassar Sulsel, Tim Ranmor Polrestabes Makassar dipimpin Aiptu Yansem Siregar berhasil meringkus pelaku penggelapan di Jl. Poros Limbung Kab. Gowa, Minggu (28/05/17).

Pelaku yang berhasil diringkus berinisial HN (32) warga Jl. Limbung Kab.Gowa, AT (48) warga Jl. Poros Limbung Kab.Gowa, HS (45) warga Jl. Sultan Alaudin Makassar dan HMA (52) Jl. Tamangapa Raya Makassar, Minggu (28/05/17).

Dari hasil kronologis Tim Ranmor bahwa barang bukti berupa 1 unit Mobil Avanza Silver DD 1009 Ak dijual melalui media online, kemudian dilakukan penyelidikan dan didapati posisi mobil berada disalah satu showroom milik HN.

Setelah dilakukan interogasi terhadap kedua pelaku, HN akhirnya mengakui perbuatannya, ia memperoleh mobil tersebut dengan membelinya dari HS. Petugas kemudian langsung meakukan pengembangan kasus.

Dari hasil pengembangan kasus HN membeli mobil melalui perantara AT, menurut pengakuan HS mobil ia peroleh dari HMA yang ia beli melalui orang yang tidak dikenal.

Selanjutnya keempat pelaku dan barang bukti berupa 1 unit Mobil, STNK dan 1 Buah BPKB (palsu) dibawa ke Polrestabes Makassar guna proses hukum lebih lanjut.

Penggelapan diatur dalam pasal 372 KUHP. Yang termasuk penggelapan adalah perbuatan mengambil barang milik orang lain sebagian atau seluruhnya) di mana penguasaan atas barang itu sudah ada pada pelaku, tapi penguasaan itu terjadi secara sah.

Misalnya, penguasaan suatu barang oleh pelaku terjadi karena pemiliknya menitipkan barang tersebut. Atau penguasaan barang oleh pelaku terjadi karena tugas atau jabatannya, misalnya petugas penitipan barang. Tujuan dari penggelapan adalah memiliki barang atau uang yang ada dalam penguasannya yang mana barang/ uang tersebut pada dasarnya adalah milik orang lain.

Pelaku tindak pidana penggelapan diancam hukuman penjara paling lama empat tahun atau pidana denda paling banyak sembilan ratus rupiah.

Adapun faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya tindak pidana penggelapan adalah :

  1. Mentalitas pegawai merupakan salah satu faktor yang menimbulkan terjadinya tindak pidana penggelapan.

Pegawai yang tidak kuat mentalnya maka akan mudah terpengaruh untuk melakukan tindakan yang tidak sesuai dengan harkat dan martabat pegawai sebagai petugas. Sebaliknya pegawai yang bermental kuat tidak dapat dipengaruhi oleh adanya kesempatan atau peluang melakukan penggelapan. Pegawai yang mendasarkan diri pada pengabdian menganggap bahwa jabatan adalah amanah sehingga tidak akan melakukan penggelapan walaupun ada kesempatan.

  1. Faktor pemenuhan kebutuhan hidup yaitu adanya tekanan keluarga untuk memenuhi kebutuhan hidup dan karena pengaruh gaya hidup yang konsumtif bisa mendorong seseorang untuk melakukan pengeluaran anggaran yang melebihi batas kemampuannya.
  2. Adanya niat dan kesempatan.

Niat dan kesempatan merupakan faktor pendorong timbulnya tindak pidana penggelapan. Betapapun besarnya niat jika tidak ada kesempatan, penggelapan tidak dapat dilakukan, dan sebaliknya jika tidak ada niat melakukan penggelapan dikarenakan mentalitas yang baik namun ada kesempatan maka penggelapan tidak dapat dilakukan.

  1. Sifat tamak dari manusia, dimana kemungkinan orang melakukan tindak pidana penggelapan bukan karena orang tersebut miskin atau penghasilannya tidak cukup. Kemungkinan orang yang kaya akan tetapi masih punya keinginan untuk memperkaya diri sendiri. Unsur penyebab tindak pidana pengelapan seperti itu datang dari dirinya sendiri.

Penulis : Ros

Editor : Umi Fadilah

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password