Ketika Anak-Anak ini Bermain Bersama Polisi

IMG-20170524-WA0590

Tribratanews.polri.go.id – Polres Trenggalek, Berakhirnya Operasi Patuh Semeru 2017 tanggal 22 Mei 2017 yang lalu tak serta merta membuat jajaran Satlantas Polres Trenggalek berhenti melaksanakan kegiatan edukasinya. Fungsi pendidikan yang melekat pada unit Dikyasa Satlantas terus digencarkan dikalangan pelajar. Berbagai metode diterapkan agar para pelajar dapat memahami arti penting keselamatan dalam berlalu lintas.

Jiwa disiplin dan taat aturan berlalu lintas harus ditanamkan sejak usia dini hingga benar-benar terpatri dalam sanubari mereka saat dewasa nanti. Hasilnya memang tidak akan terlihat hari ini, tapi baru bisa dinikmati 10 hingga 20 tahun yang akan datang.

Untuk mencapai hal tersebut, Unitdikyasa Satlantas Polres Trenggalek melaksanakan program Polsanak atau Polisi Sahabat Anak di Mapolres Trenggalek. sedikitnya tiga puluhan anak dari  TK Trisula Perwari Kelurahan Ngantru Trenggalek diajak berkeliling melihat suasana kantor polisi sekaligus mengenalkan tugas dan pelayanan kepolisian, Rabu, (24/05).

Dipandu oleh salah seorang Polwan cantik yakni Bripda Siti Hanifah, anak-anak tampak riang berkeliling Mapolres sambil bernyanyi-nyanyi. Namanya anak-anak ada saja ulah mereka, minta gendong, rebutan foto hingga bertanya tentang apa saja yang ia lihat. Bripda Siti Hanifah dengan telaten meladeni satu persatu permintaan anak-anak.

“Kebetulan saya memang suka sama anak kecil, jadi seneng aja bisa sama mereka. Nyanyi bareng, foto bareng. Seneng lah pokoknya” ujar Bripda Siti Hanifah saat ditanya pengalamannya mendampingi anak-anak.

Sementara itu, Kanitdikyasa Satlantas Polres Trenggalek Iptu Agustyo menjelaskan, pola edukasi yang diterapkan kepada anak-anak usia dini tak jauh berbeda dengan pola pengasuhan di sekolah Paud atau Taman kanak-kanak. Semuanya disesuaikan dengan tingkat usia pelajar. Itu sebabnya, metode yang digunakan lebih banyak bermain dan menyanyi sambil disisipkan tentang disiplin berlalu lintas.

“Butuh keahlian khusus untuk mendidik anak-anak. Kita juga minta pendampingan dari para guru. Sejauh ini Polwan kita sudah cukup menguasai metode pembelajaran bagi anak-anak usia dini” jelas Iptu Agustyo.

Dihubungi terpisah, Kasatlantas Polres Trenggalek AKP Ricky Tri Dharma, S.H., S.I.K., menuturkan, upaya preemtif, preventif maupun represif bidang lalu lintas tidak terpancang pada operasi kepolisian. Bahkan ia berharap pendidikan kelalulintasan dapat diintegrasikan kedalam kurikulum nasional.

“Edukasi disiplin berlalu lintas tidak bisa hanya dibebankan kepada kepolisian semata. Ini tanggung jawab bersama. Saya rasa akan sangat efektif jika bisa dimasukkan dalam kurikulum pembelajaran di sekolah” pungkas perwira alumni Akpol 2007 ini.

Penulis : Ady
Editor : Umi Fadilah
Publish : Handoko

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password