Kapolres Bantaeng Secara Resmi Membuka Turnamen Catur Kapolres Cup III

Tribratanews.polri.go.id – Bantaeng Sulsel, Kapolres Bantaeng Akbp Adip Rojikan secara resmi membuka turnamen  Catur Kapolres Cup III dalam rangka HUT Bhayangkara yang jatuh pada tanggal 1 Juli 2017 mendatang.

“Turnamen ini dilaksanakan lebih awal mengingat akan memasuki Bulan Ramadhan, sehingga kegiatan turnamen catur ini tidak menggangu kekhusyuan ibadah Puasa,” ucap Adip Rojikan saat membuka Turnamen Catur di Halaman Mapolsek Bantaeng, Minggu (22/5/17).

Kegiatan turnamen catur ini akan dilaksanakan selama 5 hari terhitung mulai tanggal 21 Mei sampai 25 mei 2017 dan akan memperebutkan piala bergilir serta uang pembinaan.

“Selain sebagai media olahraga, diharapkan dari seluruh masyarakat yang berpatisipasi dalam kegiatan tersebut turut serta menjaga kamtibmas dilingkungan tempat tinggalnya,” kata Kapolres Bantaeng.

Permainan Catur bisa juga disebut olahraga mental yang mengasah otak kita agar terus berfikir dan menganalisa sesuatu perbuatan atau tindakan sebelum kita melakukannya. Kenapa catur disebut olahraga karna ini catur melatih otak kita untuk bekerja terus yang menyebabkan otot-otot otak menjadi sehat karna secara tidak langsung pikiran kita menjadi jernih dan timbulnya peredaran darah lancar dan bukan otak saja yang sehat juga termasuk tubuh kita. Kita langsung simak saja penjelasan dan peraturan olahraga catur.

Olahraga Catur termasuk permainan mental yang dimainkan oleh dua orang. Pecatur adalah orang yang memainkan catur, baik dalam pertandingan satu lawan satu ataupun satu melawan banyak orang seperti yang sering saya lakukan bersama teman teman. Sebelum bermain, pecatur memilih biji catur yang akan ia mainkan.

Terdapat dua warna yang membedakan bidak atau biji catur, yaitu hitam dan putih. Pemegang buah putih memulai langkah pertama, yang selanjutnya diikuti oleh pemegang buah hitam secara bergantian sampai permainan selesai.

Olahraga Catur dimainkan pada papan 8×8 kotak, memberikannya 64 kotak yang silih berganti warna, putih dan hitam. setiap pemain mempunyai kotak putih pada dekat-lapan sudut apabila berdepan pada papan. Setiap kepingan pemain terdiri daripada lapan bidak, dua satria, dua gajah, dua tir, satu menteri dan satu raja. Semua kepingan boleh mengeluarkan kepingan pihak lawan dengan mendarat pada ruang yang mereka duduki.

Bermain catur harus sportif dengan tidak menggangu konsentrasi lawan yang sedang berpikir, berjiwa atlet dengan selalu berpedoman pada semboyan Catur Gen’s Una Sumus yang artinya kita Satu Keluarga.

Melangkah bergantian, pemain buah putih  berjalan duluan, lalu kemudian pemain Buah Hitam. Buah yang sudah dipegang harus di jalankan, terkecuali buah tersebut tidak mungkin untukdi jalankan.

Langkah yang dinyatakan sudah selesai, apabila tangan telah melepaskan buah yang dipegang. 5. Buah yang dipegang, dan menyentuh Buah lawan, harus dimakan/ditangkap, terkecuali buah tersebut tidak mungkin untuk dimakan/ditangkap.

Rokade ada dua cara, yaitu : Rokade panjang dan Rokade Pendek. Raja harus di pegang duluan, dengan ketentuan raja tidak diancam oleh buah Lawan. Raja dalam Keaadaan Terancam (Open), dan lawan Salah melangkah, Langkah Tersebut bisa diulang (langkah lain).

Bidak yang terdorong dua langkah, sejajar dengan buah lawan, terserah pemain yang bersangkutan dipukul atau Tidak (en passant). Bidak Promosi, atau bidak di petak akhir harus diganti, terserah pemain yang bersangkutan.

Skak atau Ster, boleh dibilang dan boleh tidak. Buah yang Dinyatakan Mat : Jika lawan menyerah, Raja lawan Mat, waktu berpikir sudah habis (jarum jam jatuh).

Buah yang dinyatakan Remis (Draw): Persetujuan kedua belah pihak, Skak abadi 3 kali berturut – turut, bangunan Sama 3 kali berturut- turut, tidak Saling Memukul Selama 40 langkah.

Penulis : Harmeno

Editor : Umi Fadilah

Admin Polri55735 Posts

tribratanews.polri.go.id "Portal Berita Resmi Polri : Obyektif - Dipercaya - Patisipatif"

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password