Kapolresta Surakarta Hadiri Audiensi Paguyuban Pengusaha Taxi Solo Raya dengan Wali Kota

Tribratanews.polri.go.id.Polresta Surakarta – Kapolresta Surakarta AKBP Ribut Hari Wibowo hadiri acara audensi paguyuban pengusaha taxi soloraya bersama Walikota Surakarta, membahas tentang penolakan hadirnya Uber di wilayah Surakarta Rabu ( 17/5/2017 ) pukul 11.30 wib.

Nampak hadir, FX. Hadi Rudyatmo (Walikota Surakarta), Dr. Achmad Poernomo, Apt (Wakil Walikota Surakarta), Hari Prihatno (Ka Dishub Kota Surakarta), Kompol Imam Syafii (Kasatlantas Surakarta), Agus Sis (Kasi Penertiban Satpol PP Kota Surakarta), Pengusaha/Pemilik Taxi Se Surakarta.

” Perlu saya sampaikan bahwa sampai detik ini Pemkot Surakarta belum mengijinkan Uber beroperasi di Solo, saya minta kepada Kadishub untuk mengkaji ulang soal kebutuhan transportasi di Solo ini apakah perlu ditambah atau tidak. Karena dengan luas Kota Solo yang hanya 44 km ini apakah masih perlu Uber, dan saya belum pernah menyetujui adanya transportasi Online di Solo ini, saya pengennya Solo kondusif aman dan tertib. Jangan karena perselisihan transportasi menjadikan Kota Solo tidak aman dan kondusif, Saya sudah menekankan kepada pengusaha transportasi online agar tidak sekali-kali mencoba melanggar aturan yang ada di Kota Solo ini, karena saya tidak ingin di Solo ini muncul persoalan yang ujung-ujung nya hanya uang.

Grab dan taxi sudah bekerja sama denga baik, namun jika uber tidak mau bekerja sama denga transportasi lainnya dan membuat masalah perlu kita luruskan sesuai dengan aturan yang berlaku ” Ucap Walikota Surakarta Bp FX Hadi Rudyatmo dalam sambutannya.

Kadishub Kota Surakarta Hari Prihatno mengatakan bahwa Prosedur normatif sudah kami kirimkan dan ancaman kepada pengusaha Uber bahwa jangan main di Kota Solo, kami sudah bergerak melakukan koordinasi sesuai arahan Walikota dan kami akan menjadwalkan kembali bagaimana teknis dilapangan dengan Kasatlantas tentang bagaimana mengatasi Uber yang beroperasi di wilayah Solo.

Soal aturan yang sudah disampaiakan oleh Walikota S0urakarta bahwa aturan harus ditegakkan, kita ketahui bersama bahwa Uber ini basisnya sama dengan Gojek. Kalau seandainya Uber bisa dipaksa bergabung dengan taxi lokal tentunya masyarakat akan lebih mudah dalam pendayagunaannya, yang mana dengan pemaksaan penggabungan 2 transportasi tersebut didapatkan hasil yang sama sama menguntungkan bagi masyarakat dan pengusaha transportasinya.

Dilain kesempatan perlu kita panggil uber, kita ajak berkoordinasi dengan baik dan jika mereka melanggar kita tindak sesuai dengan aturan dan hukum yang berlaku, ungkap Kapolresta Surakarta Bp AKBP Ribut Hari Wibowo SIK, MH.

Rencana pihak paguyuban pengusaha taxi soloraya besok Kamis tanggal 18 Mei 2017 akan melakukan aksi turun ke jalan menolak kehadiran uber di Kota Surakarta, start dari stadion manahan menuju Balaikota.

Penulis : Miun Kliwon
Editor   : Umi Fadillah
Publish : Sumarjo

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password