Melawan Saat Ditangkap, Pelaku Begal di Makassar Akhirnya Dihadiahi Timah Panas

Tribratanews.polri.go.id – Makassar Sulsel, Timsus (Tim Khusus) Reskrim Polsek Tallo berhasil meringkus seorang pelaku begal yang sangat meresahkan warga di Jl. Barukang Raya Makassar, Senin (15/5/17) dini hari sekira pukul 02.10 Wita. Pelaku berinisial AB alias Bolong (18) warga JL. Bersih Capoa Makassar.

Berawal dari pengembangan kasus Curas (Pencurian dengan Kekerasan) pada Sabtu (14/5) Kanit Reskrim Polsek Tallo Iptu H.Ramli memimpin penunjukan TKP dan melakukanan pengembangan pelaku curas yang pernah bekerja sama dengan lelaki AB alias bolong.

Pelaku berhasil diringkus di Jl. Barukang Raya namun pelaku memberontak dan ingin melarikan diri, sempat memberontak dan menendang tangan anggota Polisi, lelaki bolong yang berhasil melarikan diri diberikan tembakan peringatan namun pelaku menghiraukan dan akhirnya diberi tindakan tegas dan dilumpuhkan dengan timah panas dikaki bagian kanan dan betis bagian kiri.

Dari hasil interogasi pelaku mengakui perbuatannya bahwa telah melakukan aksi begal di berbagai tempat, pelaku menggunakan kendaraan roda dua yakni Spm Kawasaki KLX warna hijau dengan membawa pisau dan badik.

Pelaku melakukan aksinya dengan modus memepet motor korban sehingga korban berhenti mendadak dan pelaku langsung memotong tali tas korban dengan pisau dan langung membawa lari tas korban. Pelaku kini diamankan di Polsek Tallo guna proses hukum lebih lanjut.

Artikel, Melawan Saat Ditangkap, Pelaku Begal di Makassar Akhirnya Dihadiahi Timah Panas1

Pengamat Sosial khusus masalah kemiskinan dari Universitas Indonesia, Priadi Permadi mengatakan, fenomena pelaku aksi begal yang terjadi pada sejumlah kota besar di Indonesia merupakan bentuk kejahatan kriminal yang sejajar dengan masalah ekonomi. Kesenjangan sosial dan kesulitan hidup yang terjadi menjadi salah satu faktor pemicu kejahatan pelaku pembegalan di jalanan.

Pemicu lainnya kemudian ditambah dengan tidak adanya pemerataan lapangan kerja membuat masyarakat terutama pemuda dengan pendidikan rendah semakin sulit untuk mencari penghasilan. Untuk itu, masalah inilah yang utamanya perlu diatasi.

Tak hanya itu, menurut Priadi, faktor kriminal itu juga didorong dengan adanya iklan maupun film di televisi yang menunjukkan hidup bergelimangan harta. Akibatnya, orang pun akan menggunakan segala cara agar bisa menjadi seperti itu.

Selain itu, faktor penegakan hukum pun tak luput dari perannya dalam meningkatkan jumlah kriminalitas. Dengan jumlah aparat kepolisian yang kurang, ditambah faktor ekonomi para penegak hukum tersebut, menjadi faktor lainnya kriminalitas seperti pembegalan meningkat.

“Seharusnya penegak hukum pun memberikan hukuman yang setimpal bagi para pelaku kriminal tersebut. Jangan sampai kasus anak jalanan yang kemudian ditangkap dan bebas setelah ditebus menjadi salah satu faktor membuat anak jalanan tersebut berani melakukan kriminalitas lebih tinggi,” ucapnya.

Solusi yang dapat dilakukan untuk menghindarkan anak-anak dalam masalah seperti ini terutama orang tua dan pemerintah. Para orangtua seharusnya bersikap ekstra hati-hati dan memantau secara rutin setiap tahap perkembangan anaknya. Lalu pemerintah harus bekerja lebih maksimal lagi dalam mensejahterakan rakyatnya.

Misalnya, meringankan biaya pendidikan agar anak-anak memiliki ilmu dan skill yang bisa digunakan untuk meringankan beban orang tua mereka. Lalu memberikan dana/uang jatah bulanan kepada warga miskin. Membatasi jumlah penduduk tiap tiap pulau, sehingga tidak ada pertumbuhan yang terlalu tinggi di salah satu pulau/ pemindahan orang–orang ke pulau lain.

Penulis : Ros

Editor : Umi Fadilah

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password