Korupsi di Bangkalan : Satreskrim Tangkap Buronan Tipikor BSM “Bantuan Siswa Miskin”

Tribratanews.polri.go.id – Polres Bangkalan, Minggu (30/4/2017) Satreskrim Polres Bangkalan berhasil menangkap tersangka MH (30) di salah satu Ponpes di Pasuruan Jawa Timur, yang disangka terlibat kasus tindak pidana korupsi yang buron 9 bulan setelah Berkas Perkaranya dinyatakan P-21 oleh Jaksa Penuntut Umum Kab. Bangkalan.

Kepada penyidik, tersangka MH(30) menjelaskan bahwa ia menjabat sebagai Kepala Sekolah MI Nahdatul Ulum Ds. Dabung Kec. Geger Kab. Bangkalan selama dua tahun kemudian sesuai permintaan data dari Kemenag Bangkalan, tersangka MH mengajukan sejumlah daftar nama yang layak mendapat Bantuan Siswa Miskin (BSM). Tapi menurut tersangka MH, Kemenag Bangkalan tidak mengoreksi data yang diajukannya sehingga terdapat kelebihan dalam anggaran yang tidak tersalurkan kepada siswa kelas 6 MI Nahdatul Ulum Ds. Dabung Kec. Geger Kab. Bangkalan.

Kegiatan Press Release menunjukkan bukti kasus tipikor. (bid)

Menurut audit BPKP tentang hasil kerugian negara sebesar Rp. 61.595.000,- (enam puluh satu juta lima ratus sembilan puluh lima ribu rupiah). Tetapi tersangka MH menjelaskan bahwa jumlah dana yanag tidak tersalurkan hanya sekitar Rp.10 juta sekian, namun tidak tersalurkannya dana BSM secara tuntas tersebut bukan karena daftar siswa yang diajukan adalah fiktif, tetapi menurut MH saat diajukan siswa dimaksud memang aktif sebagai siswa MI Nahdatul Ulum Ds. Dabung tapi saat dana BSF sudah cair, ternyata beberapa siswa dimaksud sudah berhenti sekolah.

Terhadap dana Rp. 10.juta sekian yang tidak tersalurkan tersebut, sudah dilaporkan ke bendahara Kemenag Kab. Bangkalan untuk dikembalikan, namun ditolak. Sehingga dana tersebut disimpan dalan rekening tabungan milik yayasan MI Nahdlatul Ulum Desa Dabung, tidak sepeserpun dana tersebut dipakai tersangka MH untuk kepentingan pribadi.
Beberapa bukti yang disita penyidik Tipikor Satreskrim Polres Bangkalan yakni Laporan penerimaan BSM periode  Januari-Juni 2013 yang disusun oleh MI Nahdlatul Ulum serta Laporan penerimaan BSM periode Januari-Juni APBN tahun Pelajaran 2013 yang disusun oleh MI Nahdlatul Ulum Desa Dabung Kec. Geger Kab Bangkalan.
Tersangka MH (30) menjelaskan bahwa ia sengaja menghindari proses hukum oleh Unit Tipikor Satreskrim Polres Bangkalan dengan cara pergi ke salah satu ponpes di Kota Pasuruan, karena merasa proses penyidikannya terlalu lama sehingga ia merasa tidak ada kepastian hukumnya. Tapi kini tersangka MH (30 merasa lega dan tidak merasa menyesal karena ia tidak merasa bersalah, sudah pasti ia akan menjalani proses hukum dan setelah bebas nanti ia ingin memulai lagi pengabdiannya sebagai tenaga pendidik.
Dalam kegiatan Press Release pada Senin (1/5/2017) pukul 10.30 Wib, Kasat Reskrim AKP Anton Widodo, SH didampingi Kasubbaghumas AKP Bidarudin, SH menjelaskan bahwa, ” Berkas Perkara tersangka MH sudah dinyatakan P-21 maka penyidik dapat melimpahkan tersangka dan barang bukti ke Jaksa Penuntut Umum untuk proses hukum selanjutnya, “ujarnya.
Penulis : Bidarudin
Editor : Umi Fadilah
Publish : Nenny Sasongko

Admin Polri54172 Posts

tribratanews.polri.go.id "Portal Berita Resmi Polri : Obyektif - Dipercaya - Patisipatif"

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password