Lewat Mediasi kekeluargaan Bhabinkamtibmas Pajang Laweyan Surakarta Selesaikan Penganiayaan Anak – Anak

Tribratanews.polri.go.id. Polresta Surakarta –
Kenakalan remaja terjadi karena masih labilnya kondisi psikis mereka secara emosional. Masalah kecilpun bisa menyinggung jiwa muda mereka sehingga sering kali mengarahkan perbuatan mereka pada hal-hal negatif.

Hari ini, Jumat (28/04/2017) Bhabinkamtibmas Pajang Bripka Slamet Widodo harus menjadi penengah, problem solver yang memediasi permasalahan kenakalan remaja yang terjadi di wilayah binaannya. Beberapa hari yang lalu tepatnya hari Selasa (25/04/2017) di jalur lambat sebelah Selatan Tugu Kleco, Norowangsan RT 04 RW 13 Pajang Laweyan Surakarta telah terjadi penganiayaan secara bersama-sama yang dilakukan oleh anak dibawah umur. Pelaku berinisial ABP (15) dan RYK (15) secara bersama-sama melakukan penganiayaan terhadap korban IK (15).

Awalnya pelaku merasa tidak terima karena korban mengejek bakso buatan temannya seperti rasa ciu, pelaku juga tersinggung karena teman-teman korban sering kali memainkan gas suara motornya saat melintas di depan rumahnya. Maka pada hari tersebut diatas pelaku menganiaya korban dengan cara dipukul memakai batu yang mengakibatkan luka lecet di kepala dan dipukul dengan tangan kosong yang mengakibatkan memar di bawah mata kiri korban.

Atas pertimbangan bahwa baik pelaku maupun korban masih dibawah umur dan lebih tepat rasanya untuk dibina serta diarahkan, maka upaya mediasipun dilakukan. Mediasi dilaksanakan pada pukul 15.00 – 16.45 WIB bertempat di Balai Kelurahan Pajang Laweyan Surakarta dengan mempertemukan para pelaku, korban dan orang tua dari kedua belah pihak.

Bripka Slamet Widodo berkesempatan menyampaikan pesan serta pembinaan kepada kedua belah pihak untuk bisa saling memaafkan, saling bisa menjaga sikap untuk tidak menyinggung perasaan orang lain, dan bersikap lebih dewasa, tidak hanya mengedepankan emosi.

Akhirnya pada mediasi itu disepakati bahwa masing-masing telah menyadari kesalahannya, dan sepakat tidak dilanjutkan proses hukum, lalu menyerahkan kepada keluarganya masing-masing untuk bisa dibina dan diarahkan. Selanjutnya kedua belah pihak sepakat dan menandatangani Surat Kesepakatan Bersama (SKB) yang diketahui oleh Bhabinkamtibmas Pajang.

Penulis : Heri Laweyan
Editor   : Umi Fadilah
Publish : Sumarjo

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password