Sat Reskrim Polresta Surakarta Berhasil Menangkap Pelaku Penganiaya Pacar Sendiri

Tribratanews.polri.go.id.Polresta Surakarta –
Urusan cinta bisa berujung petaka, hal inilah yang dialami Ria Marni Angkasa Wati, 22, warga Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Boyolali. Karena memutus hubungan dengan Dwi Mukti alias Zaky, 25, warga kelurahan Joyosuran, Kecamatan Pasar Kliwon, wanita yang sehari-hari bekerja sebagai perawat di Rumah Sakit Kustati ini babak belur karena dianiaya pria yang merupakan kekasih hatinya Rabu (19/4) lalu.

Pelaku mengaku tega menganiaya wanita yang baru menjadi pacarnya sejak 8 bulan terakhir ini lantaran sakit hati dengan keputusan yang dilontarkan korban yang dinilainya secara sepihak. “tiba-tiba telepon saya terus kita ketemuan, dan saya diputus, alasannya orang tuanya tidak setuju karena saya tidak punya pekerjaan dan saya juga difitnah orang tuanya kalau saya memelihara Jin,” ungkap pelaku.

Setelah itu, pelaku kemudian sulit berkomunikasi dengan korban, akhirnya dirinya membuat akun media sosial baru dan mengaku sebagai orang lain dan ingin berkenalan dengan Ria. Singkat cerita Ria berhasil terpedaya dan janjian untuk bertemu dengan pelaku yang sudah berubah nama menjadi Zaky.

Karena korban sudah mengenali wajah korban, lanjut pelaku, dirinya lantas menyuruh rekannya atas nama Bayu untuk menjemput korban untuk dihantarkan ke Hotel Karya Indah yang berada di Jalan Mentawai, Kampung Rejosari, RT 05 RW 13 Kelurahan Gilingan, Kecamatan Banjarsari. “saya bilang mau saya beri surprise,” ungkapnya.

Karena alasan tersebut, sebelum sampai di Hotel, sebelumnya mata dan tangan pelaku sudah diikat oleh korban sediri dengan menggunakan sebuah kain. Kain ini sendiri diberikan oleh korban dari pelaku memalui Bayu. “setelah itu saya diam saja dan saya tuntun masuk kedalam kamar (hotel,Red),” jelas Dwi.

Disaat sudah masuk kedalam kamar itulah identitas pelaku berhasil terungkap karena ketika berbincang-bincang korban mengenali suara mantan pacarnya itu. Setelah itu korban langsung membuka mata dan meronta-ronta ketika ditarik oleh pelaku saat berusaha kabur dari lokasi.

Karena naik pitam, pelaku langsung tega melayangkan bogem mentah ke perut korban hingga tersungkur ke lantai. Setelah itu pelaku langsung menarik korban keatas kasur. Lagi-lagi tangan pukulan pelaku langsung melayang, kali ini kearah wajah korban. Tidak hanya itu, pelaku juga menjambak rambut korban hingga sebagian rontok dilantai.

Tidak puas melakukan penganiayaan didalam kamar, tubuh korban lansung diseret kedalam kamar mandi yang berada dikamar tersebut, setelah melihat korban sudah tidak berdaya, pelaku meninggalkannya begitu saja didalam kamar mandi kamar hotel tersebut. Agar korban tidak bisa menghubungi pihak keluarga, HP milik korban juga diambil oleh pelaku.

Sementara itu, pelaku Bayu mengaku tidak mengetahui kalau wanita yang dijemputnya tersebut ingin dianiaya oleh pelaku. “saya cuma disuruh jemput dan menghantar sampai lokasi, setelah sampai saya langsung pulang dan diberi uang bensin oleh pelaku sebesar Rp. 25 ribu,” ungkapnya.

Kasus ini sendiri berhasil terungkap setelah korban berhasil keluar dari kamar hotel dengan keadaan setengah sadar. “jadi dengan keadaan tertatih-tatih, turun ke lobby hotel, setelah itu, pemilik hotel kaget dan memanggil taksi kemudian korban dihantar pulang,” ungkap Kasatreskrim Polresta Surakarta, Kompol Agus Puryadi.

Setelah sampai dirumah, lanjut Agus, ayah korban yang notabennya merupakan anggota TNI Lanud Adi Sumarmo merasa tidak terima langsung melaporkan hal tersebut kepada pihak kepolisian.

Berdasarkan laporan maka Polri melakukan olah TKP dan menayai korban, dan langsung menuju rumah pelaku,guna dilakukan penangkapan namun sayang pelaku berhasil kabur ke Wonogiri.

Karena ketakutan menjadi buronan, pelaku akhirnya menyerahkan diri ke pihak yang berwajib selang sehari setelah melakukan penganiyaan. “jadi karena pelaku berhasil dihubungi oleh orangtuanya karena sedang dicari polisi, pelaku langsung menyerahkan diri,” imbuh Kompol.Agus Puryadi mewakili Kapolresta Surakarta, AKBP Ribut Hari Wibowo.

Akibat kejadian ini, muka korban rusak berat dibagian muka. Bahkan tulang hidung korban juga patah akibat penganiayaan ini. “menurut keterangan orangtua korban, sekarang dia masih dirawat di Rumah Sakit Slamet Riyadi (DKT) dan akan melansungkan operasi plastik karena mukanya rusak,” katanya.

Selain pelaku, pihak yang berwajib juga mengamankan barang bukti berupa dua buah sepeda motor, pakaian milik korban, jam tangan, tiga buah handphone, serta beberapa barang lainnya yang dijumpai di TKP.

Pelaku Dwi sendiri dijerat dengan pasal 365 KUHP tetang pencurian dengan pemberatan dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara.

“kita pasalkan 365 karena selain menganiaaya, pelaku juga mengambil Handphone milik korban. Sedangkan temannya kita kenakan wajib lapor, namun statusnya bisa berubah kalau dalam penyidikan nanti dirinya diketahui mengetahui rencana kejahatan ini,” pungkas Kasatreskrim.

Penulis : Sumarjo
Editor   : Umi Fadilah
Publish : Sumarjo

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password