Polisi ini Raih Gelar Doktor dengan Predikat Yudisium Cumlaude (Sangat Memuaskan)

7e8425fd-573c-493f-8fdb-88e5aa685a5f

Tribratanews.polri.go.id – Polda Jambi, Satu orang lagi, Personil Polda Jambi, AKBP Eko Budi S, SH, MH., pada tanggal 18 April 2017 kemarin telah menjalani Sidang Promosi Doktor di Gd. Rektorat Lt III Universitas Jambi.

Sidang ini dalam rangka untuk memperoleh Gelar Doktor Ilmu Hukum dengan Program Kekhususan Comparative Law, dengan Disertasi yang berjudul : Perlindungan Hukum Terhadap Korban Tindak Pidana Perdagangan Orang Dalam Perspektif Sistem Peradilan Pidana Indonesia dan Malaysia.

48984c59-c484-4e02-a374-8e8491de3f94

Bertindak sebagai majelis penguji dalam Sidang Promosi Doktor tersebut adalah: Rektor Unja Prof. H. Johni Najwan, SH, MH, Ph.D (selaku Ketua sidang & Promotor), Ketua Penguji Utama Prof. Topo Santoso, SH, MH, Ph.D (Dekan FH UI), Tim Penguji: Irjen. Pol. Prof. Dr. Iza Fadri, S.IK, SH, MH. (Kakorsahli Kapolri), Dr. Sahuri L, SH, MH (Co Promotor dan selaku WR. II Unja), Dr. Helmi, SH, MH (Dekan FH. Unja), Dr. H. Usman, SH, MH ( Ketua Program S3 Unja ), Dr. Hartati, SH, MH ( Dekan Fisipol Unja).

AKBP Eko budi adalah Pamen Ditpolair Polda Jambi yang sekarang menjabat sebagai Kasubdit Fasharkan Ditpolair, dalam Disertasinya tersebut, meneliti tentang perlindungan hak2 korban TPPO yg diberikan oleh hukum materiil & hukum formil dalam perspektif SPP di Indonesia yang dikomparasikan dengan SPP yang ada di Malaysia.

Adapun hasil penelitiannya antara lain: 1) Masih danya hak-hak korban Traficking di Indonesia yang belum kesemuanya terakomodasi dlm UU, 2) Perlindungan korban traficking oleh penegak hukum dalam SPP belum sesuai dengan asas-asas perlindungan hukum dan asas-asas hukum acara pidana yang berlaku.

Setelah dikomparasikan dengan sistem hukum di Malaysia dengan menggunakan Teori perlindungan hukum, Teori tujuan hukum dan Teori SPP, maka dihasilkan lah konsep/teori baru yaitu Teori Perlindungan Hukum Integratif terhadap korban traficking.

Adapun saran/rekomendasi yang diberikan oleh AKBP Eko budi antara lain: 1) Perlu adanya revisi UU perlindungan korban yang ada kaitannya dengan traficking oleh legislatif (legislatif review) sesuai dengan Protokol Palermo dan konvensi HAM Internasional, 2) Mengefektifkan peran komponen SPP ( Polisi, Jaksa & Hakim) dalam memberikan perlindungan korban traficking dengan mengutamakan profesional dan keserasian untuk mewujudkan tujuan hukum yaitu keadilan, kepastian dan kemanfaatan hukum.

Hadir dalam sidang tersebut para mahasiswa, rekan-rekan sejawat, tak ketinggalan dari penyidik Subdit IV Ditkrimum Polda Jambi. AKBP Eko Budi selain kesehariannya berdinas di Ditpolair, beliau juga sebagai Dosen di Jambi. Setelah sidang promosi, ditanya oleh awak media, bagaimana bisa berdinas dengan kesibukan yang begitu banyak, masih bisa kuliah dan mengajar menjadi Dosen.

“Semuanya atas kehendak Yang Maha Kuasa, tentunya juga mendapat izin dan dukungan penuh dari Dirpolair serta rekan- rekan saya di kantor, untuk pembagian waktunya karena saya sekarang bekerja di staff ya….kita manfaatkan untuk belajar. Kalau mengajar setelah jam dinas pukul 15.00 di Unbari, nanti habis Maghrib di STIE, kuliahnya setiap hari Sabtu.

Setelah pembukaan sidang promosi diketuk palu oleh Ketua Sidang, kemudian ketua sidang mempersilahkan Promovendus untuk memaparkan sinopsis Disertasinya. Dengan mantap dan yakin AKBP Eko Budi memaparkan Disertasinya pada layar yang terpampang di 3 sudut ruang sidang. Pemaparan selama 20 menit dilanjutkan dengan tanya jawab. AKBP Eko Budi mampu menjawab pertanyaan-pertanyaan yg diajukan dan menerima segala koreksi-koreksi dan saran-saran dari penguji.

Akhirnya, hampir 2 jam sidang dalam rangka pengukuhan Doktor selesai dan menghasilkan Keputusan Tim Penguji.

cc4abcce-45ba-4a65-bd1e-025d8c737a82

Sidang memutuskan bahwa AKBP Eko Budi Sariyono, SH, MH., dinyatakan lulus dalam ujian yang diselenggarakan pada Selasa (18/4) dengan Nilai akhir 3,94. Dengan predikiat Yudisium Cumlaude (sangat memuaskan). Nilai ini merupakan Komulatif dari Nilai-nilai perkuliahan, Nilai ujian Proposal Disertasi, Nilai ujian Hasil Penelitian dan Nilai Ujian Sidang Disertasi yang baru saja berlangsung.

“Doktor AKBP Eko Budi adalah Doktor Ilmu Hukum Program Kekhususan Comparative Law yang ke 4 di Unja. Sekarang saudara, mulai saat ini berhak menggunakan gelar Doktor dan nama saudara berubah menjadi AKBP Dr. Eko Budi Sariyono, SH., MH., selamat atas gelar tertinggi di bidang akademik yang anda raih, dan proses belajar tidak berhenti hanya pada saat ini, kembangkan ilmu saudara untuk kepentingan masyarakat bangsa dan negara serta institusi saudara bertugas” kata Rektor yang juga Ketua Sidang Promosi. Prof. H. Johni Najwan, SH., MH., Ph.D, saat membacakan keputusan.

Usai sidang terbuka itu, AKBP Eko Budi mendapat ucapan selamat dari unsur Civitas akademika Unja dan tamu undangan. Bukan hanya itu, bahkan banyak yang berphoto bareng.

Sekarang sudah 2 ilmu yang di miliki oleh AKBP Eko Budi yang pertama adalah Ilmu Pelayaran/ Nautika Kapal yang dia selesaikan tahun 1998 yang lalu di Semarang sebelum menjadi Polisi dan setelah menjadi Polisi dia ditempatkan di Kepolisian Perairan sesuai dengan disiplin ilmunya, hampir selama 8 tahun waktunya dihabiskan di kapal patroli selama berdinas di Kepulauan Riau. Tahun 2008 baru mendalami Ilmu hukum meskipun sebelumya pernah kuliah di Fak. Hukum di Universitas Batam namun belum selesai karena kesibukan tugasnya. Pria kelahiran 1976 ini aktif juga mengajar senagai Dosen di Unbari Jambi dan STIE Muhammadiyah Jambi sejak tahun 2014.

Kepada awak media, lelaki ini mengucapkan rasa syukurnya dapat menyelesaikan studi Doktoral, di tengah kesibukannya berdinas.

“Tentunya perasaannya campur aduk. Karena memang perjuangannya cukup berat. Kuliah S3 itu saya memang perlu konsentrasi di tengah kesibukan. Dalam membuat Disertasi harus konsentrasi penuh, dari awal menentukan judul, penelitian ke Malaysia. Menetapkan tanggal Ujian pun sulit sekali karena pengujinya dari UI dan Staf Ahli Kapolri yang banyak kesibukannya juga. Tapi setelah dinyatakan lulus, ya syukur alhamdulilah tentunya,” ucap Eko Budi.

Meski begitu, ia mengaku untuk ke depannya masih harus memikul tugas yang lebih berat lagi, dalam mengimplementasikan gelar doktornya bagi masyarakat. “Tapi saya mempunyai tugas yang lebih berat lagi, bagaimana saya mengimplementasikan kedoktoran saya ini, bagi masyarakat seluruhnya. Terutama dalam bekerjanya Sistem Peradilan Pidana di Indonesia yang sering mengalami hambatan-hambatan kelembagaan ” tandasnya.

baca juga : AKBP Eko Budi S, S.H., M.H. Raih Gelar Doktor dengan Predikat Sangat Memuaskan

Penulis : Eko Budi

Editor : Umi Fadila

Publish : Indra Gunawan

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password