Lagi Timsus Polres Soppeng Bekuk Pelaku Curanmor

Tribratanews.polri.go.id – Soppeng Sulsel, Satu lagi pelaku kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) dibekuk Timsus Polres Soppeng pada Jumat 7/4/17.

Pelaku curanmor yang pernah beraksi di Lagoci Kecamatan Liliriaja Soppeng pada bulan Maret lalu ini adalah remaja 17 tahun, dengan inisial SR warga Kabupaten jeneponto.

Pelaku dibekuk Timsus Polres Soppeng di kediamannya di Parang Labbua Kelurahan Tolo Utara Kecamatan Kelara Kabupaten Jeneponto.

Bersama pelaku petugas juga turut mengamankan barang bukti hasil kejahatan berupa 1 Unit kendaraan roda dua merk Honda.

Kasat Reskrim Polres Soppeng Akp Ahmad Rosma yang dikomfirmasi via celular membenarkan informasi tersebut.

Pelaku dan barang bukti sudah diamankan selanjutnya akan dilakukan pengembangan informasi, tidak menutup kemungkinan ada TKP dan TSK lain, ungkap Kasat Reskrim.

Pelaku atau tersangka berbagai bentuk pencurian, termasuk pencurian kendaraan bermotor (curanmor) ancaman hukumannya diatur dalam Pasal 362  KUHP tentang Pencurian (Diefstal), berbunyi “Barangsiapa mengambil suatu benda yang seluruhnya atau sebagian adalah kepunyaan oranglain, dengan maksud untuk menguasai benda tersebut secara melawan hukum, maka ia dihukum karena salahnya melakukan pencurian dengan hukuman penjara selama-lamanya lima tahun atau setinggi-tingginya enam puluh rupiah.”

Ciri-ciri pasal ini adalah : merupakan pencurian dalam bentuk pokok (diefstal), merupakan delik formal, dengan adanya perbuatan “mengambil” dan digunakan penafsiran teleologis dengan tujuan melindungi hak milik orang lain.

Beberapa faktor yang mengakibatkan terjadinya pencurian disebabkan banyak hal. Faktor penyebabnya antara lain :

– Faktor ekonomi

Hal ini dialami oleh rakyat kecil yang tidak mampu membeli barang kebutuhannya, seperti sandang, pangan, papan. Alasan mereka mencuri mayoritas adalah karena terpaksa mencuri untuk menghidupi keluarganya.

– Pengangguran

Meningkatnya pengangguran sangat berpengaruh besar terhadap tingkat kesejahteraan masyarakat. Masyarakat dengan tingkat kesejahteraan yang rendah cenderung untuk tidak mempedulikan norma atau kaidah hukum yang berlaku. Oleh karena tidak memiliki pekerjaan yang tetap, maka pelaku mencuri untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

-Tingkat pendidikan rendah

Rendahnya tingkat pendidikan seseorang juga mempengaruhi daya pikir seseorang untuk membuat keputusan dalam bertindak. Bila pendidikan rendah, maka orang akan melakukan kejahatan tanpa memikirkan akibat dari tindakannya tersebut.

– Tidak memiliki penghasilan yang cukup

Hal ini berpengaruh besar karena apabila seseorang tidak memiliki penghasilan yang cukup untuk keluarganya, maka ia akan menghalalkan segala cara untuk menghidupi keluarganya.

– Penyakit

Contohnya adalah kleptomania yang suka mengambil barang milik orang lain walau ia tidak membutuhkannya, hanya sebatas rasa ingin memiliki saja.

Beberapa cara untuk menanggulangi pencurian dapat dilakukan seperti : memberi penyuluhan, meningkatkan keamanan, misalnya pada kendaraan menggunakan alarm, memasang kunci stang, menghindari parkir di tempat sepi, memastikan semua pintu terkunci dan tidak meninggalkan barang berharga dalam mobil.

Pada rumah lebih baik dipasang alarm keamanan, timer yang dapat menyalakan dan mematikan lampu secara otomatis saat tidak ada orang di rumah, memelihara anjing penjaga dan memasang kunci ganda, menggunakan jasa petugas keamanan. Sementara hal yang dapat dilakukan untuk menghindari pencurian pada ATM sebaiknya menggunakan password yang sulit ditebak orang lain.

Penulis : Sumarwan

Editor : Umi Fadilah

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password