Kapolres Sidrap: Kedepankan Kesabaran Dalam Bertugas

Tribratanews.polri.go.id – Sidrap Sulsel, Jajaran Polri kembali berduka atas atas meninggalnya seorang prajurit bhayangkara Inspektur dua (IPDA) Zazmi Diaz di Kompleks Sekolah Polisi Negara (SPN) Labuan Panimba, Senin (3/4/2017) Sore.

Lulusan Akpol yang baru saja menyelesaikan tugas operasi tinombala di Poso tersebut diduga tewas akibat luka tembak pada bagian kepala.

Menanggapi insiden tersebut, Kapolres Sidrap AKBP M. Anggi Naulifar Siregar, SIK, M. Si angkat bicara, ia berharap kepada seluruh personil untuk lebih bersabar dalam bertugas.

“Jangan mudah terpancing, banyak bersabar karena tugas kita memerlukan kesabaran yang tinggi” ujar Anggi.

“Setiap masalah pasti ada jalan keluarnya, mari kita sikapi permasalahan dengan kepala dingin dan berfikir lebih dewasa” lanjutnya

Diperkirakan Diaz tertembak dengan pistol Glock 19 miliknya. Kejadian tersebut menimpanya di kamar mandi SPN Labuan panimba, Donggala usai shalat Ashar. Saat ini jenazah telah diterbangkan di kampung halamannya Jawa barat untuk dimakamkan.

Hingga saat ini Bidang Profesi dan Pengamanan (Bidpropam) mabes polri masih melakukan penyidikan mendalam atas peristiwa tersebut.

Apa yang disampaikan Kapolres Sidrap tentang sabar adalah bukti keimanan, seorang hamba yang sempurna imannya akan selalu bersyukur kepada Allah ketika senang dan bersabar ketika susah, maka dalam semua keadaan dia senantiasa ridha kepada Allah.

Dari Shuhaib bin Sinan radhiallahu’anhu dia berkata, Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

“Alangkah mengagumkan keadaan orang yang beriman, karena semua keadaannya (membawa) kebaikan (untuk dirinya), dan ini hanya ada pada seorang mukmin; jika dia mendapatkan kesenangan dia akan bersyukur, maka itu adalah kebaikan baginya, dan jika dia ditimpa kesusahan dia akan bersabar, maka itu adalah kebaikan baginya”(HR. Muslim).

Hadits yang agung ini menunjukkan besarnya keutamaan bersyukur di saat senang dan bersabar di saat susah, bahkan kedua sifat inilah yang merupakan penyempurna keimanan seorang hamba. Abdullah bin Mas’ud berkata: “Iman itu terbagi menjadi dua bagian; sebagiannya (adalah) sabar dan sebagian (lainnya adalah) syukur”.

Orang yang sabar adalah orang-orang yang dicintai Allah, sebagaimana firman-Nya.

“Dan, Allah mencintai orang-orang yang sabar”. (Ali Imran : 146)

Para ulama mengatakan bahwa sabar itu tidak ada batasnya, kerenanya pahalanya pun tanpa batas, dalilnya Firman Allah ;

“Katakanlah: “Hai hamba-hamba-Ku yang beriman bertakwalah kepada Tuhanmu. Orang-orang yang berbuat baik di dunia ini memperoleh kebaikan. Dan bumi Allah itu adalah luas. Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas.’” (QS. Az-Zumar: 10).

Pahala sabar adalah pahala yang tanpa batas, menurut  As Sa’di: yang dimaksud tanpa batas disini adalah tanpa ada batas akhir / tepi, tidak dihitung dan tidak diukur. Maka tentu saja kesabaran juga tanpa batas.

Kesalahan sebagian orang menganggap bahwa sabar itu ada batasannya, maka bantahannya adalah surat Az Zumar tersebut. Namun jika kita menghadapi seseorang yang mengganggu terus menerus, bisa dianggap itu adalah orang yang fasik. Maka kita diperintahkan untuk menjauhi mereka atau berlepas diri dari mereka.

Sifat sabar itu diusahakan, tidak datang dengan sendirinya.

Dari Abu Said yaitu Sa’ad bin Malik bin Sinan al-Khudri radhiallahu ‘anhuma bahwasanya ada beberapa orang dari kaum Anshar meminta – sedekah – kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, lalu beliau memberikan sesuatu pada mereka itu, kemudian mereka meminta lagi dan beliau pun memberinya pula sehingga habislah harta yang ada di sisinya, kemudian setelah habis membelanjakan segala sesuatu dengan tangannya itu beliau bersabda:

“Apa saja kebaikan – yakni harta – yang ada di sisiku, maka tidak sekali-kali akan kusimpan sehingga tidak kuberikan padamu semua, karena sudah habis, maka tidak ada yang dapat diberikan. Barangsiapa yang menjaga diri – dari meminta-minta pada orang lain, maka akan diberi rezeki kepuasan oleh Allah dan barangsiapa yang merasa dirinya cukup maka akan diberi kekayaan oleh Allah – kaya hati dan jiwa – dan barangsiapa yang berusaha berlaku sabar maka akan dikarunia kesabaran oleh Allah. Tiada seorangpun yang dikaruniai suatu pemberian yang lebih baik serta lebih luas kegunaannya – daripada karunia kesabaran itu.” (Muttafaq ‘alaih).

Di dalam hadits ini dikisahkan ada beberapa peminta – minta, dan sering sekali mereka meminta sedekah kepada Rasulullah. Sampai akhirnya  Rasulullah tidak punya apa – apa. Maka Rasulullah menasehati mereka untuk meminta kepada Allah kesabaran. Dan beliau mengatakan bahwa kesabaran adalah pemberian yang paling berguna. Dalam hadits ini pula diajarkan bagaimana akhlaq terhadap peminta – minta.

Sebagai seorang hamba tentunya kita sangat butuh terhadap sifat sabar ini, karena dengan sifat tersebut ibadah kita akan semakin sempurna. Tidaklah kita dapat istiqomah dalam ketaatan kecuali dengan sabar, tidaklah kita selalu dalam kebenaran kecuali dengan sabar menjauhi kemaksiatan, tidaklah kita tetap dalam keimanan kecuali dengan sabar menghadapi takdir.

Penulis : Abd Rahman

Editor : Umi Fadilah

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password