Dua Kubu Berseteru Terkait Tambang Pasir, Kapolres Perintahkan Anggota Membackup Polsek Kanor

IMG-20170330-WA0026

Tribratanews.polri.go.id – Polres Bojonegoro, Penambangan pasir sungai bengawan solo yang dilakukan oleh warga di dua desa, yakni Desa Kanor Kecamatan Kanor Kabupaten Bojonegoro dan Desa Ngadirejo Kecamatan Rengel Kabupaten Tuban terpaksa harus dihentikan.

Penutupan tambang pasir itu ditutup untuk mengantisipasi terjadinya gesekan antar warga, karena dua kubu dalam beberapa waktu terakhir terlibat saling ingin menguasai wilayah penambangan yang berada di dua desa tersebut.

“Untuk sementara waktu aktifitas penambangan dihentikan menunggu keputusan Forpimda,” ucap AKP Imam Khanafi saat di lokasi penambangan pasir pada Kamis (30/03) tadi pagi.

Pada Kamis (30/03) pukul 09.15 wib pagi tadi, kelompok penambang pasir dari Desa Ngadirejo Kecamatan Rengel dengan menggunakan perahu sebanyak 32 unit melakukan pergerakan dari desa Ngadirejo menuju ke tengah sungai dan standby diantara Desa Kanor dan Desa Ngadirejo.

Tidak ingin terjadi hal yang dapat mengancam situasi keamanan dan ketertiban diwilayahnya, Kapolsek Kanor bersama 20 anggota, 2 Personil Koramil Kanor, 5 Pers tim patroli Polres, 3 Pers Sat Pol PP Kanor dan 10 Pers Linmas Kanor bersiaga di lokasi penambangan.

Kapolsek Kanor menghimbau kepada warga supaya tenang, setelah mereka dihimbau oleh Kapolsek Kanor, pada pukul 09.45 wib kelompok penambang pasir dari desa Ngadirejo akhirnya membubarkan diri.

Selanjutnya, Kapolsek Kanor AKP Imam Khanafi pada pukul 09.55 wib melakukan koordinasi dengan Kapolsek Rengel, Kasi Trantib Kanor, Kades Kanor dan Kades Ngadirejo, Kades Kanorrejo Kecamatan Rengel Tuban.

“Dari koordinasi kita sepakat untuk hentikan kegiatan penambangan pasir dan dilakukan pertemuan ulang antara Kades terkait yang di mediasi oleh Forpimda untuk dicarikan solusi, serta kita minta masing – masing pihak agar meredam warganya untuk tidak melakukan tindakan yang dapat merugikan semua fihak,” terang AKP Imam Khanafi.

Sementara Kapolres Bojonegoro AKBP Wahyu S Bintoro saat kami konfirmasi terkait dengan permasalahan tambang pasir, beliau mengatakan bahwa, pihaknya tidak akan tinggal diam, sekecil apapun permasalahan harus diatensi dan diselesaikan.

Kapolres juga mengatakan bahwa pihaknya telah memerintahkan anggota Sabhara Polres Bojonegoro untuk patroli perbatasan dengan menggunakan speed boat, dan mengirimkan anggota Reskrim dan Intelkam untuk memback up Polsek Kanor.

“Letupan kecil di tingkat bawah dapat berpotensi menjadi masalah besar jika dibiarkan, kita tidak menginginkan di wilayah kita terjadi peristiwa perselisihan antar warga penambang pasir,” terang AKBP Wahyu S Bintoro

Dalam hal itu, Kapolres menegaskan bahwa dirinya mengharapkan adanyan upaya musyawarah, namun kalau masih tidak bisa diselesaikan secara musyawarah, maka akan dilakukan penindakan tegas sesuai dengan aturan hukum.

 

Penulis : jokosembung
Editor : Umi Fadilah
Publish : jokosembung

 

 

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password