Polda Kalbar Musnahkan 17,692 Kg Sabu dan Kembali Menyita 4,01 Kg Sabu

Tribratanews.polri.go.id, Polda Kalbar – Polda Kalbar memusnahkan 17.692 gram Sabu. Barang bukti itu berasal dari pengungkapan 4 kasus yang melibatkan jaringan Internasional.

“Kasus pertama itu pengungkapan modus baru kejahatan pengiriman sabu asal Malaysia dari pontianak tujuan Jakarta. informasi diperoleh dari petugas Cargo Bandara Supadio Pontianak 17 Pebruari 2017, selain mengamankan barang bukti 2,2 kilogram sabu yang di masukan ke dalam 20 bungkus tepung sagu yang didalamnya terdapat masing-masing seberat 100 gram lebih narkoba jenis sabu, Polisi yang melakukan Control Delevery di Daerah Tambora Jakarta Barat dan berhasil mengamankan seorang kurir Narkoba berinisial IW als JP yang terpaksa di lumpuhkan dengan tembakan di lengan kanannya karena mencoba kabur, “kata Kapolda Kalimantan Barat, Irjen (Pol) Drs. Musyafak, SH, MM, di dampingi Wakapolda Brigjen (Pol) Drs. Amrin Remico, dan Direktur Reserse Narkoba Polda Kalbar Kombes
Purnama Barus di Mapolda Kalbar, Jalan Ahmad Yani Pontianak, Rabu 29/3/2017.

IMG_9269 Musyafak menuturkan kasus kedua melibatkan 5 (lima) pelaku di tiga lokasi berbeda dari jaringan Malaysia. Bermula ditemukan sabu yang disimpan dalam kotak yang dikirim ke Ekspedisi dengan Modus Spare Part Motor, Sabu dalam kotak kardus berisi 4 bungkus dengan berat 4.074,54 gram (4,047 Kg) di Cargo Bandara Supadio Pontianak pada hari Senin, 27 Pebruari 2017 sekitar pukul 20:00 WIB, kemudian dilakukan Control Delivery di Perum Pesona Harapan Blok C 2 No.7 Bekasi Utara dan tertangkap pelaku berinisial RC, warga Perum Pesona Harapan Bekasi Utara, selanjutnya dilakukan pengembangan di Parkiran Rumah Sakit Mitra Keluarga Bekasi Barat dan tertangkap lagi dua pelaku berinisial ST dan AP, yang merupakan warga Penjagalan Kec. Penjaringan Jakarta dan petugas Ditnarkoba Polda Kalbar mengembangkan lagi di Depan Alfa Mart Jalan Merdeka Pontianak dan tertangkap lagi dua pelaku berinisial SP warga Sui Bangkong Pontianak dan NH warga Sui Jawi Pontianak, “ujar dia.

IMG_9271Tak berhenti di situ, kasus ketiga Ditresnarkoba Polda Kalbar juga mengungkap kasus peredaran sabu seberat 6.152,5 gram (6,152 Kg), pada hari Kamis 2 Maret 2017 sekitar pukul 09:23 WIB, bertempat di Kantor eksedisi MEX Jl. Merdeka Barat Pontianak Kota, bermula ditemukan Sabu yang disimpan dalam kotak yang dikirim ke Ekspedisi dengan modus barang elektronik, satu Kardus besar berisi lima kantong sabu dengan berat 5 Kg dan satu kardus kecil berisi 1 Kg Sabu. Petugas menyamar sebagai karyawan Ekspedisi MEX, Tersangka berinisial AD dan JA merupakan warga Pontianak, saat dilakukan penangkapan ketika mengambil paket Sabu tersebut melakukan perlawanan, sehingga dilakukan penembakan terhadap ke-dua Tersangka, “tegasnya

IMG_9270Selain itu, yang keempat kembali mengungkap lagi Narkotika jenis Sabu seberat 5.266,44 gram (5,255 Kg) yang disimpan dalam dua tas ransel. Diamankan dari 3 (tiga) orang Tersangka berinisial LK warga Pontianak, AY dan IR yang merupakan warga Lebak Bulus Jakarta. Ke-tiga orang pelaku ditangkap hari Selasa 7/3/2017, di pinggir jalan Pattimura Pontianak dan di kamar Hotel Kini Jalan Nusa Indah Pontianak, “papar Musyafak.

Total temuan Ditresnarkoba Polda yang dimuskahkan saat ini 17.692 gram sabu. Musyafak mengatakan nilai sabu ini bisa mencapai 35 Miliar lebih. Dia menegaskan pemusnahan barang bukti sabu itu diperkirakan mampu menyelamatkan lebih dari 80 ribu jiwa masyarakat dari jeratan narkotika.

IMG_9275Selain pemusnahan Sabu itu juga, Kapolda Kalbar Irjen (Pol) Drs. Musyafak, SH, MM, merelease juga tangkapan terbaru Join Operation BC Entikong dan Ditresnarkoba Polda Kalbar, pengungkapan 4,01 Kg Sabu asal Malaysia di Pos Lintas Batas Entikong yang disimpan dalam Tas yang disimpan dalam bagasi bagian belakang Mobil Xenia, yang diamankan pada hari Jum’at 17 Maret 2017 dari tangan dua orang pelaku berinisial HE dan IS warga Jl. Imam Bonjol Pontianak.

Terhadap para pelaku, dijerat UU RI Nomor 35 Tahun 2009, Pasal 114 ayat (2), Pasal 112 ayat (2), Pasal 115 ayat (1), Pasal 113 ayat (2), Pasal 132 ayat (1), dengan ancaman hukuman maksimal penjara 20 tahun atau hukuman Mati.

Untuk membuat jera para pelaku, Kapolda Kalbar berharap kepada para Tersangka nantinya agar diberikan sanksi hukuman terberat “berharap ada pelaku yg dijatuhi hukuman mati dan pelaksanaan hukuman mati nya di Kalimantan Barat”, “pungkasnya.

Penulis: Cucu Safiyudin
Editor: Umi Fadillah

Publish: Cucu Safiyudin

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password