Kapolda Kalbar: Berita Hoax Tentang Penculikan Anak Tidak Benar dan Memakan Korban Jiwa

Tribratanews.polri.go.id, Polda Kalbar – Kapolda Kalimantan Barat, Irjen (Pol) Drs. Musyafak, SH, MM, sangat menyayangkan peristiwa pengeroyokan oleh warga masyarakat terhadap Maman Budiman (53),  warga Jalan Ahmad Marzuki Desa Akcaya Pontianak Selatan. Pengeroyokan itu terjadi di Kantor Desa Amawang Kecamatan Sadaniang, Kabupaten Mempawah yang mengakibat korban Meninggal Dunia, minggu 26/3/2017.

“Korban adalah warga Pontianak asal Kota Bandung, menjadi korban Isu penculikan anak dan pengambilan organ yang menyebar viral di media sosial, kian meresahkan. Ka SPK Polres Mempawah bersama Kanit reskrim, kanit intel dan anggota Sabhara sudah berusaha mengamankan korban yang dijumpai sudah dalam kondisi babak belur diamuk massa, namun saat korban mau dievakuasi dibawa ke mobil patroli, massa mengejar, makin beringas dan menerobos pintu tempat korban diamankan dan massa membabibuta mengeroyok korban dan akhirnya korban meninggal dunia lalu korban dibawa ke RS.Rubini Mempawah, ”terang Kepala SPK Polres Mempawah Ipda Bambang.

Hasil penyelidikan diperoleh informasi, bahwa Korban sedang mencari alamat anak kandungnya yang sudah menikah dengan warga setempat, bertujuan untuk mengunjungi cucu nya daripada korban. Tetapi pada saat perjalanan si korban tidak tahu persis rumah anaknya tersebut sehingga menimbulkan kecurigaan masyarakat setempat karena gerak gerik korban mencurigakan. Masyarakat setempat dikompori isue penculikan anak, tanpa konfirmasi langsung bertindak sendiri anarkis dan membabi buta.

Hal ini menjadi perhatian serius jajaran Kepolisian, Kapolda Kalbar meminta warga masyarakat jangan mudah percaya hoax “berita bohong, tidak sesuai fakta dan tanpa dasar yang disebarkan di media sosial” yang sengaja dihembuskan oleh orang yang tidak bertanggungjawab.

“Hukum harus di Tegakkan, kita akan memproses siapapun yang bertindak melawan Hukum,. “Tegas Kapolda Kalbar.

Begitu cepat pengaruh dunia maya dalam menyebarkan berita hoax dan terasa sangat sulit untuk dikontrol. Dulu, berita-berita hoax menyebar hanya terjadi lewat dari mulut ke mulut, dampaknya tidak terlalu signifikan. Sekarang ini, berkat kehadiran dan penyebaran internet di masyarakat, berita hoax gampang sekali disebarluaskan dan menjangkiti pola pikir kaum dunia maya.

Sekali klik, satu berita hoax bisa dijangkau ribuan bahkan jutaan pasang mata. Sekali dicopy-paste, orang-orang dari berbagai penjuru dunia menyantap berita hoax tersebut.

Beredarnya hoax saat ini sudah sangat meresahkan bagi kehidupan bermasyarakat.

Kapolda Kalbar, bahkan menjadikan hoax sebagai penyakit masyarakat baru yang sangat meresahkan. “Hoax saat ini termasuk salah satu penyakit sosial masyarakat selain penyakit sosial masyarakat yang sudah ada yaitu judi, minuman keras, narkoba, tawuran, kejahatan kriminal, sex bebas”. Ujar Kapolda Kalbar Irjen Pol Drs Musyafak.

Hoax yang beredar sangat meresahkan karena mengandung unsur kebencian, permusuhan, berita bohong yang berpotensi memecah belah keutuhan bangsa. Berbagai motif dibalik hoax pun beraneka ragam ada motif bisnis, politik, mencari popularitas bahkan motif untuk mengadu domba masyarakat.

Untuk memberantas berita bohong tersebut, salah satu upaya yang dilakukan oleh Kepolisian adalah dengan melakukan penindakan hukum bagi pelaku pembuat berita bohong termasuk pelaku yang menyebarkannya. Sejauh ini sudah ada beberapa pelaku pembuat berita bohong dan penyebarnya yang berhasil ditangkap oleh kepolisian di berbagai tempat dan diproses secara hukum, tambah Irjen Pol Drs Musyafak, SH, MM.

Selain memberikan tindakan hukum bagi pembuat dan penyebar hoax, Pendidikan mempunyai peranan penting dalam memerangi hoax, karena pendidikan adalah ladang pertama membangun kebiasaan melawan penyakit berita hoax. Penyebaran dan konsumsi buta terhadap berita hoax mesti ditangkisi dengan budaya kritis serta membangun kebiasaan diri menganalisa berita dan mengkroscek kembali kebenaran dari suatu berita yang diterima dan bersikap selektif membaca berita di dunia maya, dan apabila ada orang mencurigakan segera mungkin melaporkan ke Kantor Kepolisian terdekat atau menghubungi via Telphone, jangan main hakim sendiri, “pungkas Kapolda Kalbar .(*)

Penulis: Cucu Safiyudin
Editor: Umi Fadillah

Publish :Sugeng

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password