Berantas Narkoba di Solo : Polisi Menangkap 2 Orang Pengedar dan Pemakai Narkoba di Surakarta.

IMG-20170302-WA0092
Tribratanews.polri.go.id Polresta Surakarta. Keberhasilan besar kembali di torehkan Sat Reserse Narkoba Polresta Surakarta di bawah Komando Kasat Narkoba Kompol Ari Sumarwono. Keberhasilan ini terkait penangkapan 2 orang pengedar narkoba yaitu Oesmanto Lies Handoko alias Wan Lik 40 th.laki-laki , Kristen, Wiraswasta, alamat Serengan Surakarta dan Muhammad Bagir alias Onta 37 tahun ,laki-laki,Islam, swasta, alamat Pasar Kliwon Surakarta.
Barang bukti yang dapat di amankan dari tersangka oesman adalah 7 paket plastik berisi sabu ( sekitar 5 gram ), 38 butir ekstasi, 2 batang rokok ganja, 1 pipa kaca terdapat sisa sabu, 1 timbangan digital, 1 buah dompet warna hitam, 1 buah Hp merk nokia no 081237200400. Kemudian barang bukti dari tersangka 2 Muhammad Bagir adalah 1 paket plastik sabu (sekitar 5 gram), sebuah bungkus Wafer TOP warna merah,sesobek tisue putih, lakban dan Hp merk samsung dan 1 unit Spm Suzuki Sohun AD 5940 MH.
Awal mula penangkapan pada hari Jumat 24 Pebruari 2017 sekitar pukul 20.50 dilakukan penggeledahan badan dan tempat tinggalnya tersangka Oesman yang sebelumnya telah dicurigai sebagai pengedar. Waktu mau dilakukan penangkapan di TKP didaerah Serengan Surakarta tersangka naik ke lantai 2 dan membuang sebuah dompet yang ternyata berisi sabu dan ekstasi. Nasib lagi sial saat melempar tas ke bawah dan ternyata dibawah telah ada anggota Polri dari Sat Narkoba maka langsung di amankan dan dilakukan penggeledahan lebih teliti.dan di temukan berbagai macam barabg bukti. Saat dilakukan upaya paksa dibawa ke kantor polisi tersangka berusaha.menghalangi dengan memanggil pengacara namun semua dapat diselesaikan dan tetap.harus diperiksa. Dari dalam tas tersangka ini di dapat sabu sekitar 5 gram dan 40 butir ekstasi dan 2 batang rokok ganja. Sabu tersebut dibeli seharga Rp.4.750.000.0 dan Rp. 200.000.0 per butir ekstasi.
Dan barang tersebut baru di beli pada siang harinya pukul 14.00 Wib.
Dari keterangan tersangka Oesman maka di dapat informasi bahwa barang tersebut di dapat dari Muhammad Bagir dan dilakukan pengintaian dan pengejaran malam itu juga. Saat di intai dan mau ditangkap tersangka MG malah tancap gas dan menabrak anggota yang mau menangkapnya hingga patah kaki dan tersangka di kejar dan dapat ditangkap fan amankan. Dari tersangka inilah barang sabu dan ekstasi yang dimiliki oleh Oesman di dapat . Sabu tersebut sudah dikirim hari itu juga dan dibterima Oesman dan tak lama ditangkap. Menurut keterangan MG barang tersebut di dapat dar seseorang yang mengaku bernama J dan masih didalam LP serta komunikasi dilakukan lewat Hp. Setelah dilakulan pengecekan HpTersebut sudah tidak aktif lagi. Tersangka Oesman ini adalah residivis yang sudah 4 kali masuk penjara dengan kasus yang sama yaitu narkoba. Sedangkan tersangka Muhamad baru sekali ini tertangkap dan terbukti memakai dan mengedarkan sabu.
Kepada tersangka di kenakan pasal 114 ayat (2), di pidana dengan pidana mati, pidana penjara seumur hidup ,atau pidana penjara paling singkat 6(enam) tahun dan paling lama 20 (dua puluh )tahun dan pidana denda maksimum sebagaimana di maksud dalam.ayat 1 di tambah 1/3 .
pasal 122 ayat (2) dipidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 5(lima) tahun dan paling lama 20(dua puluh) tahun dan pidana denda maksimum sebagaimana di atur pada ayat 1 di tambah 1/3. Pasal 111 ayat (1) dipidana dengan pidana penjara paling singkat 4 tahun dan paling lama 12 tajun dan pidana denda paling sedikit Rp. 800 juta dan paling banuak rp. 6 milyar.
Penulis : Sumarjo
Editoe   : Kang Iqbal96
Publish : Sumarjo

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password