Kapolda Sulsel Jadi Narasumber FGD Otoritik Gerakan Mahasiswa Dalam Penyampaian Pendapat di Muka Umum

Tribratanews.polri.go.id, Makassar Sulsel – Kapolda Sulsel, Irjen Pol. Drs. Muktiono SH, MH menghadiri dan sekaligus menjadi narasumber Focus Group Discussion (FGD) yang berlangsung di Hotel Maleo Lantai V, Kota Makassar dengan mengangkat tema Outlook Gerakan Mahasiswa 2017 : Otoritik Gerakan Mahasiswa Dalam Penyampaian Pendapat Dimuka Umum. Diskusi tersebut diadakan oleh HMI Cabang Makassar, Kamis (9/2/2017).

Dalam paparan materinya, Kapolda Sulsel menyampaikan peranan pemuda dalam perkembangan global. Dikatakan juga oleh Irjen Pol Drs. Muktiono, SH, MH ini bahwa pemuda adalah individu yang bila dilihat secara fisik sedang mengalami perkembangan dan secara psikis sedang mengalami perkembangan emosional. Sehingga pemuda merupakan sumber daya manusia pembangunan, baik saat ini maupun masa datang.

Oleh karenanya, pemuda selalu memiliki aspirasi yang berbeda dengan aspirasi masyarakat secara umum. Dalam makna yang positif, aspirasi yang berbeda ini disebut dengan semangat pembaharu. Mahasiswa, sebagai bagian dari pemuda itu, dituntut untuk berperan lebih, tidak hanya bertanggung jawab sebagai kaum akademis.

Tetapi di luar itu wajib memikirkan dan mengembang tujuan bangsa. Dalam hal ini keterpaduan nilai-nilai moralitas dan intelektualitas sangat diperlukan, demi berjalannya peran mahasiswa dalam dunia kampusnya. Sehingga dapat menciptakan sebuah kondisi kehidupan kampus yang harmonis serta juga kehidupan di luar kampus.

“Pada saat generasi yang memimpin bangsa ini sudah mulai berguguran pada saat itulah kita yang akan melanjutkan tongkat estafet perjuangan bangsa ini. Namun apabila hari ini ternyata kita tidak berusaha mambangun diri kita sendiri, apakah mungkin kita akan membangun bangsa ini suatu saat nanti? Jawabannya ada pada diri anda masing-masing, mari kita berkompetisi dalam membangun bangsa kita,” pesan Muktiono.

Lanjut Muktiono menyampaikan, saat ini masyarakat semakin mudah menyampaikan pendapatnya di muka umum. Itu merupakan dampak dari sistem demokrasi semakin matang diterapkan di Indonesia.

“Sekarang ini kita semakin terbuka menyampaikan pendapat sebagai bentuk NKRI yang demokratis,” ujar Muktiono selaku narasumber pada FGD tersebut (9/2/2017).

Selain itu, masyarakat juga harus mematuhi aturan terkait penyampaian pendapat. Namun dia berharap, masyarakat atau mahasiswa yang melakukan unjuk rasa harus mengetahui batasan etika dan sopan santun.

Masyarakat boleh demo, tapi sampaikan aspirasi dengan baik sesuai etika yang ada. Tidak perlu menghujat, apalagi menghujat lambang negara yang kita miliki, sebagai warga negara seharusnya menghormati,” ucap Muktiono.

Apa yang dikatakan Inspektur Jenderal Polisi yang menjabat Kapolda Sulsel itu, patutlah direnungi oleh para pemuda, mahasiswa, bahkan oleh seluruh masyarakat. Sebab masa depan Bangsa Indonesia sangatlah ditentukan oleh para generasi muda Bangsa ini. Kaum Muda Indonesia adalah masa depan Bangsa ini.

Karena itu, setiap pemuda Indonesia, baik yang masih berstatus pelajar, mahasiswa ataupun yang sudah menyelesaikan pendidikannya merupakan faktor-faktor penting yang sangat diandalkan oleh Bangsa Indonesia dalam mewujudkan cita-cita bangsa dan juga mempertahankan kedaulatan Bangsa.

Dalam upaya mewujudkan cita-cita dan mempertahankan kedaultan bangsa ini tentu akan menghadapi banyak permasalahan, hambatan, rintangan dan bahkan ancaman yang harus dihadapi. Masalah-masalah yang harus dihadapi itu beraneka ragam. Banyak masalah yang timbul sebagai warisan masa lalu, masalah yang timbul sekarang maupun masalah yang timbul di masa depan negara kita.

Dengan masalah-masalah yang sudah ada maupun yang akan datang, penting bagi rakyat Indonesia, terutama kaum pemuda dan mahasiswa untuk membiasakan diri dalam meningkatkan dan memperbaiki produktifitas kita sebagai Bangsa Indonesia.

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password