Pasca Pencoblosan Pemilu 2019, Polri Banyak Temukan Akun Provokasi di Media Sosial

Tribratanews.polri.go.id-Jakarta. Dengan maraknya Konten provokasi dan hoaks di media sosial setelah Pemilu 2019, Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri telah menutup puluhan akun dimedia sosial yang menyebarkan konten provokasi dan hoaks yang marak seusai pencoblosan Pemilu 2019.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal Dedi Prasetyo mengatakan bahwa belum bisa memastikan angka pasti jumlah akun yang sudah diblokir. “Ada sekitar puluhan. Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri belum memberikan data lengkap,” jelas Karo Penmas Polri minggu, 21 April 2019.

Setelah masa pencoblosan Pemilu 2019, tim Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri menemukan jumlah akun di media sosial dengan konten hoaks dan provokasi meningkat sampai 40 persen.

Akun-akun itu menyebarkan konten, baik berupa narasi, foto, video, rekaman suara. “Kontennya mengajak masyarakat berbuat onar, melakukan aksi,” kata Brigadir Jenderal Dedi Prasetyo.

Banyak konten yang mengajak masyarakat untuk melakukan aksi protes berdasarkan hasil hitung cepat dari sejumlah lembaga survei. “Tidak hanya di Instagram, YouTube atau Facebook. Tapi juga melalui grup percakapan di WhatsApp,” jelas Jenderal Bintang Satu.

Polri tak segan menindak secara hukum segala bentuk berita bohong atau hoaks yang diembuskan pasca pencoblosan. “Apalagi ini pasca pemungutan suara, jangan meresahkan masyarakat,” tutur Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Mabes Polri, Inspektur Jenderal Mohammad Iqbal.

(bb/sw/hy)

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password