Pelaku Mengakui, Ada Otak Dibalik Pengrusakan Barang Bukti Kasus Mafia Bola

Tribratanews.polri.go.id-Jakarta. Karopenmas Divhumas Polri Brigjen. Pol. Dr. Dedi Prasetyo, M.Hum., M.Si., M.M., mengatakan bahwa 3 pria yang merusak barang bukti kasus pengatur skor sepakbola (match fixing) di kantor Komisi Disiplin (Komdis) PSSI mengaku sebagai orang suruhan, Sabtu (9/2/19).

Karo Penmas Divhumas Polri, menjelaskan bahwa penyidik Satgas Antimafia Bola masih mendalami benar atau tidaknya keterangan para tersangka. Dan penyidik telah memeriksa 7 saksi terkait peristiwa perusakan barang bukti ini.

“Saksi yang telah diperiksa, di luar saksi tersangka, ada satu sekuriti, satu staf keuangan, satu OB dan 4 personel Polri yang melakukan pemasangan police line,” tegas Brigjen Pol. Dedi Prasetyo.

Sebelumnya, Jenderal Bintang Satu tersebut sudah mengungkapkan modus operandi para tersangka merusak benda yang diduga sebagai barang bukti kasus match fixing adalah dua orang office boy dan satu sopir. Ketiga tersangka adalah Musmuliadi yang merupakan office boy di satu perusahaan klub sepakbola, seorang sopir pribadi bernama Dani dan seorang office boy di PSSI bernama Abdul Gofur.

Mereka masuk ke ruangan kantor Komdis PSSI yang beralamat di Jalan Rasuna Timur, Menteng Atas, Setiabudi, Jakarta Selatan pada 1 Februari 2019, padahal ruangan tersebut telah dipasangi garis polisi. Mereka lalu mengambil laptop, ponsel, dokumen dan video rekaman CCTV kantor.

Satgas Antimafia Bola menjerat ketiga tersangka Pasal 363 dan atau Pasal 235 KUHP dan atau Pasal 233 KUHP dan atau Pasal 232 KUHP dan atau Pasal 221 KUHP juncto Pasal 55 KUHP.

“Persangkaannya tindak pidana bersama-sama melakukan pencurian dengan pemberatan dan atau memasuki dengan cara membongkar, merusak atau menghancurkan barang bukti yang telah dipasang police line oleh penguasa umum,” terang Karopenmas Divhumas Polri sebelumnya.

(ng/sw/hy)

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password