Berantas Penyakit Masyarakat, Polsek Tanete Riattang Amankan Tiga Pelaku Judi

Tribratanews.polri.go.id – Bone Sulsel, Tiga pelaku judi asal Kecamatan Tanete Riattang Barat, Kebupaten Bone terpaksa digelandang petugas Polsek Tanete Riattang saat sedang asik bermain judi di Jalan Pisang Baru, Senin (12/6/17) malam, sekira pukul 23.30 Wita.

Ketiga pelaku yang tertangkap tersebut diketahui bernama Paris (26), Sapar (18), keduanya warga Bottoe, Kelurahan Macege, bersama rekannya Hendrik warga jalan Pisang Baru, Kelurahan Macanang.

Ironisnya, dua dari tiga pelaku itu sehari harinya berprofesi sebagai pemulung yakni Paris dan Hendrik, sementara Sapar bekerja sebagai tukang batu.

Aiptu Tahir yang memimpin penangkapan ketiga pelaku itu mengatakan, Penangkapan bermula dari informasi warga yang resah dengan adanya praktek judi jenis remi.
“Setelah mendapat informasi, kami langsung ke lokasi dan ternyata benar,” ucapnya.

Seketika itu, pihaknya langsung melakukan penangakapan. Namun, satu pelaku lainnya berhasil kabur setelah mengetahui kedatangan petugas. “Tiga pelaku berhasil kami amankan dan satu lainnya berhasil kabur ketika melihat kedatangan kami,” tutur Tahir.

Kendati demikian, satu dari empat pelaku yang berhasil melarikan diri tersebut identitasnya telah dikantongi petugas berinisial EM warga Bottoe Keluran Macege dan saat ini dalam pengejaran Polisi.

Dari tangan pelaku, aparat berhasil menyita sejumlah barang bukti yakni dua set kartu domino, uang tunai sebesar Rp 1.120.000 dengan rincian 8 lembar pecahan Rp 100.000, 4 lembar pecahan Rp 50.000, 3 lembar pecahan Rp 20.000, 4 lembar pecahan 10.000 dan 2 lembar pecahan Rp 5.000 serta 5 lembar pecahan Rp 2.000

Usai diamankan, ketiga pelaku bersama barang buktinya di bawa ke Polsek Tanete Riattang untuk menjalani penyidikan lebih lanjut.

Kasi Humas Polres Bone Iptu Adenan membenarkan penangkapan tersebut,
“Ketiganya telah diamankan, namun 1 orang rekannya berhasil melarikan diri dan masih dalam pengejaran petugas, pelaku dijerat dengan pasal 303 KUHP tentang tindak pidana perjudian, ancaman 5 tahun penjara,” pungkasnya.

Perjudian merupakan salah satu bentuk penyakit sosial. Perjudian sudah ada di muka bumi ini beribu-ribu tahun yang lalu. Dalam bermain pun kadang-kadang kita tanpa sadar telah melakukan perbuatan yang mengandung unsur perjudian secara kecil-kecilan.

Secara hukum perjudian merupakan pelanggaran terhadap hukum posistif seperti yang termaktuk dalam KUHP pasal 303 dengan selama-lamanya dua tahun delapan bulan (2 tahun 8 bulan) atau denda sebanyak-banyknya sebesar Rp.600.000.

Dalam Islam sendiri perbuatan berjudi adalah haram, Allah Ta’ala berfirman,

“Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamar, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah termasuk perbuatan syaitan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan” (QS. Al Maidah: 90).

Selain itu judi juga dapat menimbulkan permusuhan diantara manusia, berdasarkan firman Allah Ta’ala,

“Sesungguhnya syaitan itu bermaksud hendak menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara kamu (lantaran meminum khamar dan berjudi itu)” (QS. Al Maidah: 91)

Maksudnya, setan bersemangat untuk menimbulkan permusuhan di antara manusia. Dan al ‘adawah artinya: muqatha’ah (pemutusan), yakni antara sesama saudara seiman saling memutus hubungan. Atau antara dua sahabat saling memutus hubungan, atau saling membenci, atau saling memboikot. Maka persaudaraan pun putus, mereka saling memutus hubungan satu sama lain, saling menjauhi, saling mencela, dan mudah untuk meng-ghibah-i dan mencederai kehormatan saudaranya, menuduhnya dengan hal yang buruk. Semua ini terjadi karena sebab khamr dan judi. Allah.

Penulis : Abu Uwais

Editor : Umi Fadilah

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password