Berikut Fakta-fakta Menarik Tentang Bahasa Sunda
13 May 2022 - 18:57 WIB

Tribratranews.polri.go.id - Selain memiliki bahasa nasional yang menjadi simbol persatuan, Indonesia juga memiliki bahasa daerah yang jumlahnya sangat banyak. Bahasa-bahasa daerah itu menjadi bahasa ibu atau bahasa pertama bagi para masyarakat Indonesia berdasarkan suku masing-masing. Jumat, (13/5/22).

Salah satu bahasa daerah yang memiliki penutur terbesar di Indonesia adalah Bahasa Sunda.

Berikut fakta-fakta menarik tentang bahasa Sunda:

1. Salah Satu Bahasa Tertua di Indonesia

Bahasa Sunda termasuk salah satu bahasa daerah tertua yang ada di Indonesia. Hal ini karena Bahasa Sunda merupakan cabang dari Bahasa Melayu-Polinesia dalam rumpun bahasa Austronesia.

Memang belum ada catatan yang jelas mengenai kapan Bahasa Sunda lahir, namun bahasa ini sudah digunaka dalam prasasti abad ke-14 yang ditemukan di Kawali, Ciamis.

2. Memiliki Penutur Terbesar Ketiga di Indonesia

Bahasa Sunda umumnya dituturkan oleh masyarakat dari Suku Sunda. Mengingat besarnya populasi suku ini, maka penutur Bahasa Sunda juga besar.

Berdasarkan data hingga tahun 2018, ada sekitar 42 juta penduduk Indonesia yang berbicara dengan Bahasa Sunda. Hal itu membuat bahasa ini menjadi bahasa dengan penutur terbesar ketiga di Indonesia, setelah bahasa Indonesia dan Jawa. Jika dilihat berdasarkan bahasa daerah, maka Bahasa Sunda menjadi yang terbesar kedua setelah bahasa Jawa.

3. Memiliki Dua Dialek

Bahasa Sunda memiliki dua dialek, yaitu dialek (h) dan dialek non-(h). Antara kedua dialek bahasa Sunda itu memiliki perbedaan hingga 60 persen. Dialek (h) umumnya dituturkan oleh hampir seluruh penduduk Jawa Barat, seperti Majalengka, Bogor, Tasikmalaya, Kuningan, Bekasi, Garut.

Kemudian Ciamis, Sukabumi, Subang, Purwakarta, Sumedang, Cianjur, Karawang, Bandung, Bandung Barat, dan Cirebon. Sementara dialek non-(h) umumnya dituturkan oleh masyarkat di Desa Pareangirang, Kecamatan Kadang Haur, Indramayu, serta daerah pesisir utara.

4. Tidak Hanya Digunakan di Jawa Barat

Bahasa Sunda memang merupakan bahasa asli Suku Sunda. Namun hal itu tidak berarti bahasa ini hanya dituturkan masyarakat di Jawa Barat saja. Pada kenyataannya, Bahasa Sunda juga digunakan di banyak daerah, seperti Banten, DKI Jakarta, Jawa Tengah, Lampung, Bengkulu, hingga Sulawesi Tenggara.

Sebaran penggunaan bahasa Sunda ini mengikuti persebaran masyarakat Sunda. Adapun perbedaan dialek antara bahasa Sunda di Jawa Barat dengan daerah lain berkisar antara 51-80 persen.

5. Memiliki Aksara Sunda

Sama halnya seperti bahasa Jawa, bahasa Sunda juga dilengkapi dengan aksara Sunda. Aksara Sunda ini termasuk rumpun aksara Brahmi yang diturunkan dari aksara Pallawa melalui aksara Kawi.

Artinya, aksara Sunda dan aksara Jawa berasal dari satu rumpun yang sama. Ada beberapa jenis aksara Sunda, yaitu aksara Ngalagena, Aksara Swara, Aksara Angka, Aksara Tanda Baca, hingga Aksara Rarangken.

Aksara Ngalagena merupakan aksara Sunda Kuno yang memiliki 18 jenis aksara yang susunannya disesuaikan dengan sistem alat ucap. Adapun huruf konsonan aksara ini yaitu: ka, ca, ta, pa, ya, wa, ga, ja, da, ba, ra,sa, nga, nya, na, ma, la, dan ha.

6. Jati Diri Suku Sunda

Bahasa Sunda bukan sekadar alat komunikasi. Lebih dari itu, bahasa ini juga merupakan jati diri masyarakat Suku Sunda. Hal ini salah satunya dikemukakan oleh Guru Besar Nanzan University, Nagoya, Jepang, Prof. Dr. Mikihiro Moriyama.

Menurutnya, Bahasa Sunda tidak dapat dipisahkan dari budaya Sunda itu sendiri. Hal ini menjadi ciri khas Suku Sunda dibanding suku lain di Indonesia.

7. Upaya Pelestarian Terus Digencarkan

Upaya untuk melestarikan Bahasa Sunda terus dilakukan, salah satunya dengan pengajaran Bahasa Sunda di sekolah. Tercatat, sejak abad ke-20, sudah ada 2.200 buku pengajaran Bahasa Sunda yang dipublikasikan.

Bahkan, penerbit besar Balai Pustaka, sejak periode 1920-an, lebih banyak menerbitkan buku pengajaran Bahasa Sunda ketimbang bahasa daerah lain.

Share this post

Data Perkembangan Covid-19 Indonesia

Positif

6.051.205

Sembuh

5.890.826

Meninggal

156.481

Sumber: covid19.go.id
Last Updated: 17 May 2022 - 14:36
Sign in to leave a comment