Tribratanews.polri.go.id - Jakarta. Unit Kanine (K9) Direktorat Polisi Satwa Korps Sabhara Baharkam Polri terjun dalam operasi kemanusiaan gempa bumi magnitudo 7,7 di Myanmar. K9 yang diterjunkan adalah yang memiliki keahlian mencari (search and rescue) para korban gempa.
"Tim K9 INASAR 1 Operasi Kemanusiaan Myanmar 2025 melakukan kegiatan pada Selasa (1/4/2025) di sejumlah permukiman," ujar Kasubdit Cakal Direktorat Polisi Satwa Korps Sabhara Baharkam Polri, Rabu (2/4/2025).
Ia mengatakan sebanyak 4 personel terdiri dari 1 K9 officer, 2 pawang dan 1 dokter hewan dikerahkan bersama dua K9 yakni Gizi (K9 pelacak korban hidup) dan Walet (K9 pelacak jenazah).
"Pukul 12.30 waktu setempat, Tim K-9 menyiapkan K-9 serta mengikuti apel persiapan ke site. Pukul 13.00 waktu setempat, Tim K-9 melaksanakan deteksi pencarian di Site l dengan mengunakan K-9 Walet dan menemukan 1 titik sumber bau. Tim K-9 dan INASAR 1 menemukan 1 orang jenazah berjenis kelamin perempuan," terang Kasubdit Cakal.
Pencarian korban gempa Myanmar lalu dilanjutkan ke Site II pukul 14.00 waktu setempat. K9 Walet kembali berhasil melacak jenazah. Kemudian tim K9 menginformasikan kepada tim evakuasi INASAR.
"Jam 14.00 waktu Myanmar, K-9 Walet melakukan deteksi atau pencarian di Site ll, dan menemukan satu titik sumber bau. Dan K-9 officer menginfokan ke tim resque INASAR untuk mengeksekusi lokasi tersebut," jelas Kasubdit Cakal.
Diberitakan, korban tewas akibat gempaMyanmarterus melonjak. Kini, korban tewas yang telah ditemukan berjumlah 2.719 orang.
DilansirReuters, Selasa (1/4/2025), pemimpin militer Myanmar Min Aung Hlaing mengatakan jumlah korban tewas diperkirakan akan meningkat menjadi lebih dari 3.000 orang. Ia juga mengatakan ada 4.521 orang terluka dan 441 orang yang masih hilang.
Gempa bermagnitudo (M) 7,7 yang terjadi sekitar jam makan siang pada Jumat (28/3) adalah yang terkuat di Myanmar dalam lebih dari satu abad. Gempa dahsyat itu telah merobohkan pagoda kuno dan bangunan modern.
(ndt/hn/nm)