Polri Gerak Cepat Bantu Penanganan Bencana Alam di Sumatera Utara

28 November 2025 - 12:59 WIB
Dok Polri

Tribratanews.polri.go.id – Jakarta. Polri menyampaikan laporan komprehensif penanganan bencana alam di Sumatera Utara yang terjadi sejak 24–28 November 2025. Hingga data terakhir, terdapat 311 kejadian bencana pada 17 kabupaten/kota, terdiri dari 162 banjir, 127 tanah longsor, 20 pohon tumbang, dan 2 puting beliung.

Total terdampak mencapai 228 korban, dengan rincian 46 meninggal dunia, 11 luka berat, 85 luka ringan, serta 86 korban masih dalam pencarian, sementara jumlah pengungsi mencapai 10.000 jiwa, Jumat (28/11/25).

Polri bergerak cepat melalui operasi terpadu berupa SAR, evakuasi, pembukaan akses vital yang tertutup longsor, pendirian posko lapangan, tenda pengungsian, dapur umum, distribusi logistik, layanan kesehatan, hingga trauma healing untuk anak-anak dan penyintas dengan dampak psikologis.

Satbrimob Polda Sumut menjadi garda terdepan pada sektor penyelamatan dan akses wilayah. Satbrimob bergerak pada titik kritis dengan medan sulit melalui SAR dan evakuasi korban di lokasi terisolasi, pembukaan jalur tertutup longsor menggunakan chainsaw dan alat taktis, pendirian posko darurat dan dapur lapangan, serta pendistribusian logistik dan pengantaran anak-anak serta lansia ke lokasi aman.

Ditsamapta menjalankan fungsi stabilisasi cepat dan pemulihan psikososial warga melalui patroli tanggap bencana lintas wilayah, penyaluran logistik cepat, trauma healing untuk anak-anak dan penyintas, serta pembersihan permukiman dan akses transportasi yang tertutup lumpur.

Bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) menjaga kendali operasi melalui internet Starlink untuk komunikasi darurat, ketersediaan HT dan repeater aktif, serta integrasi data ke Command Center untuk pengambilan keputusan real-time berbasis situasi lapangan.

Bid Dokkes Polri memperkuat layanan kesehatan dengan pemeriksaan medis harian, suplai obat-obatan, perawatan korban, serta pengawasan sanitasi pengungsian sebagai langkah mencegah penyakit pascabencana, terutama pada bayi, balita, lansia dan ibu hamil.

Sementara itu, Bhayangkari Daerah Sumut memberikan dukungan sosial kemanusiaan melalui bantuan beras, air minum, susu bayi, pakaian, popok, pembalut dan kasur lipat yang disalurkan langsung ke pos-pos pengungsian dan daerah terdampak berat seperti Sibolga, Taput dan Tapteng.

(rz/hn/rs)

Share this post

Sign in to leave a comment