Apresiasi Tinggi Kapolda NTT Irjen Rudi Darmoko untuk AKP Fridinari Kameo, Melati Pagar Bangsa Penjaga Harapan Perempuan dan Anak

26 November 2025 - 15:00 WIB

Tribratanews.polri.go.id - NTT. Di antara rentetan kisah pengabdian Polri, nama AKP Fridinari Dilliyana Kameo, S.H. muncul sebagai salah satu sosok yang menghidupkan kembali makna sejati tugas kepolisian: melindungi mereka yang lemah, mendampingi mereka yang rapuh, dan memastikan hukum berjalan dengan hati nurani.

Perjalanan panjang Polwan asal Nusa Tenggara Timur ini dimulai ketika ia bergabung sebagai Bintara Polwan Angkatan 22 tahun 1998/1999. Penempatan pertamanya berlangsung di tengah gejolak sejarah: Polda Timor-Timur, Maret 1999—sebuah tugas yang dipercayakan sesuai daerah asal pengiriman. Setelah area tersebut memasuki masa transisi, ia dipindahkan ke Polda NTT, bertugas di Polres Kupang selama satu tahun.

Namun panggilan untuk mengabdi pada isu yang lebih sensitif—yakni perempuan dan anak—muncul pada tahun 2001. Kala itu dibentuk Ruang Pelayanan Khusus, dan ia dipercaya menempati Unit Pelayanan Khusus (PPA). Di sinilah jejak pengabdiannya mulai menoreh sejarah panjang.

Mengemban tugas sebagai penyidik PPA bukan sekadar pekerjaan baginya—itu adalah panggilan sebagai seorang ibu.

Ketika korban belum mendapatkan rumah aman, ia tidak ragu membawanya ke rumah. Pernah satu anak korban kekerasan oleh ayah kandung dan ibu tiri tinggal bersamanya sejak 2022—anak itu kini bersekolah di kelas 3 SD.

“Ada kalanya saya harus menjadi penyidik, kakak, ibu, sekaligus pelindung,” tuturnya. “Karena penyidik tidak hanya menyelesaikan berkas perkara, tetapi memastikan korban tetap hidup dengan martabat.”

Dalam berbagai kegiatan, Fridinari aktif hadir bersama anak-anak muda yang peduli isu perempuan dan anak. Para pengacara muda, komunitas sosial, serta organisasi kepemudaan sering mengundangnya sebagai narasumber.

Atas kiprahnya, ia sering mendapatkan penghargaan, salah satunya dari Ketua Bhayangkari NTT, Ibu Vily Rudi Darmoko—sebuah bentuk apresiasi atas komitmennya yang tidak pernah pudar, meski ia juga merupakan istri polisi dan ibu dari anak-anaknya.

Tahun 2023, ia menerima undangan khusus dari sebuah gereja di TTS yang dipimpin Pendeta Sepri Adonis. Gereja tersebut memiliki sekolah khusus perempuan—mama-mama yang ingin bangkit dari buta huruf, belajar berbicara di depan umum, dan menjadi pemimpin dalam komunitas mereka.

Di hadapan para mama itu, Fridinari berbicara tentang keberanian, pendidikan, kepemimpinan, dan pentingnya melawan budaya patriarki yang masih kuat. Kehadirannya menjadi api penyulut semangat—bahwa perempuan NTT dapat memimpin, bersuara, dan mengubah masa depan.

Kapolda NTT, Irjen Pol Dr. Rudi Darmoko., S.I.K., M.Si., melalui Kabidhumas Polda NTT Kombes Pol. Henry Novika Chandra, S.I.K., M.H. dalam kesempatan terpisah memberikan apresiasi khusus atas pengabdian AKP Fridinari.

“AKP Fridinari adalah contoh nyata Polwan yang bekerja dengan integritas, keberanian, dan empati. Dedikasinya dalam melindungi perempuan dan anak tidak hanya menguatkan institusi Polri, tetapi juga memberi harapan bagi masyarakat NTT. Kami sangat menghargai pengabdiannya, dan ia layak menjadi teladan bagi anggota lainnya.”


(nf/hn/rs)

Share this post

Sign in to leave a comment